MASAKINI.CO – Rencana pembangunan Trans Studio Mall di Banda Aceh kembali diupayakan untuk dilanjutkan. Namun, proyek investasi tersebut masih menunggu kejelasan kebijakan terkait keberadaan fasilitas bioskop yang menjadi bagian dari konsep utama pusat perbelanjaan itu.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh tengah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Syariat Islam Aceh dan MPU untuk mencari solusi terkait persoalan tersebut.
Menurut Illiza, keberadaan bioskop menjadi salah satu tenant dari investor. “Dan sebelumnya juga ada miss komunikasi antara pemerintah yang lama dengan investor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak investor, Chairul Tanjung telah menyiapkan sejumlah langkah pengelolaan apabila bioskop tersebut nantinya dibangun. Beberapa upaya yang ditawarkan di antaranya pengaturan pencahayaan, pemasangan kamera pengawas (CCTV), serta pemisahan area tertentu untuk menjaga kenyamanan dan menyesuaikan dengan kondisi Aceh.
Meski demikian, Illiza menyebut masih ada sejumlah pertimbangan yang harus diselesaikan sebelum proyek tersebut benar-benar berjalan.
“Kalau memang tidak ada solusi, saya harus kembali berbicara dengan Pak Chairul Tanjung apakah beliau tetap berkenan melanjutkan pembangunan tanpa sinema yang sebelumnya menjadi bagian dari konsep,” katanya.
Ia menilai Chairul Tanjung sebenarnya memiliki ruang secara aturan untuk melanjutkan pembangunan, namun memilih menghormati kearifan lokal Aceh dan mempertimbangkan pandangan ulama.
“Secara aturan sebenarnya beliau bisa saja membangun, tetapi beliau menghargai kearifan lokal. Beliau tidak ingin melangkahi ulama sebelum ada kesepakatan bersama,” kata Illiza.
Ia berharap proses komunikasi yang sedang dilakukan dapat menghasilkan keputusan terbaik sehingga rencana pembangunan Trans Studio Mall Banda Aceh dapat kembali berjalan.
“Insyaallah,” ujar Illiza saat ditanya mengenai kelanjutan proyek tersebut.








Discussion about this post