MASAKINI.CO – Botol minuman kini menjadi teman setia kebanyakan orang dalam beraktivitas sehari-hari, baik saat berolahraga, bekerja, maupun bepergian.
Namun, tahukah kamu jika botol minuman yang tidak dibersihkan dengan benar bisa menjadi sarang bakteri, jamur hingga menimbulkan bau tidak sedap?
Mengonsumsi jamur bakteri dapat berisiko terhadap kesehatan, seperti munculnya masalah perut, pernapasan, reaksi alergi, dan infeksi.
Untuk mengetahui apakah botol air berjamur atau tidak dapat dilakukan dengan cara sederhana, yaitu mengikuti indra Anda. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
- Bintik-bintik yang terlihat
Salah satu tanda yang paling jelas adalah melihat bintik-bintik jamur di dalam botol air Anda. Bintik-bintik tersebut mungkin tampak seperti bercak berbulu atau berlendir, biasanya berwarna hijau, hitam, atau terkadang putih.
- Bau tidak sedap
Jika Anda menyadari botol air Anda berbau aneh, bahkan setelah dicuci, mungkin ada jamur di dalamnya. Air di dalamnya mungkin mulai mengeluarkan bau apak, sedikit seperti tanah.
- Tampilan air keruh
Jamur terkadang dapat membuat air dalam botol Anda terlihat keruh atau berlumpur. Jika air Anda tidak terlihat jernih dan bersih, itu bisa menjadi tanda pertumbuhan jamur.
- Residu atau lapisan tipis
Jamur dapat meninggalkan residu atau lapisan tipis pada dinding botol air Anda. Jika Anda melihat tekstur atau lapisan aneh di bagian dalam, itu mungkin disebabkan oleh jamur.
- Rasa tidak enak
Jamur juga dapat memengaruhi rasa air Anda. Jika air Anda terasa aneh atau tidak enak (sekali lagi, bahkan setelah Anda mencucinya), itu mungkin disebabkan oleh kontaminasi jamur.
Mencegah pertumbuhan jamur di dalam botol air
Menurut Dr. Sumego, membersihkan botol minum secara menyeluruh yaitu dengan membongkarnya menjadi beberapa bagian, dan dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu.
Sumego merekomendasikan, botol juga dibilas menggunakan air hangat setiap hari setelah pemakaian. Jika ingin lebih aman, juga dapat mencucinya dengan sabun cuci piring setelah setiap penggunaan, “meskipun Anda tidak membongkarnya,” katanya, dilansir dari Cleveland Clinic, Kamis (16/4/2026).
Ia mengatakan orang-orang lupa bahwa kita memiliki bakteri di mulut dan tangan. “Jadi, setiap kali kita menyentuh dan mengisi botol, meletakkannya, atau membuka tutupnya, kita memasukkan bakteri ke dalamnya,” ucapnya.









Discussion about this post