MASAKINI.CO – PT Solusi Bangun Andalas mencatat mampu mengolah hingga 60 ton limbah kelapa per bulan melalui program Sakeladera, sekaligus mengantarkannya meraih PROPER Hijau 2025.
Program ini dijalankan bersama komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) dengan mengubah limbah kelapa menjadi cocopeat, bahan campuran pakan ternak. Hasilnya, sampah yang sebelumnya dibakar atau dibiarkan membusuk kini memiliki nilai guna.
Sebelum program berjalan, limbah kelapa di kawasan tersebut menyumbang emisi hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Di sisi lain, peternak harus menanggung biaya pakan tinggi, mencapai Rp48 juta per bulan karena bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Setelah diolah, cocopeat mampu menekan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan. Produk ini juga telah lolos uji laboratorium dan dinyatakan layak digunakan.
Dampak lainnya, jumlah sampah kelapa berkurang signifikan menjadi sekitar 20–24 ton per bulan. Artinya, sebagian besar limbah kini terserap dalam proses produksi yang melibatkan masyarakat.
Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, menyebut program ini dirancang agar memberi manfaat langsung, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga ekonomi warga.
“Limbah yang sebelumnya menjadi masalah kini bisa dimanfaatkan dan membantu menekan biaya masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Secara ekonomi, program ini juga menunjukkan hasil terukur dengan rasio manfaat 2,5 kali dari nilai investasi. Warga tidak hanya mengurangi biaya, tetapi juga mendapat peluang usaha baru.
Selain di masyarakat, perusahaan juga melakukan perbaikan di sektor industri. Penggunaan teknologi burner rendah emisi berhasil menurunkan emisi hingga 88.931 ton CO₂ sepanjang 2025, serta mengurangi penggunaan batu bara hingga 40 persen melalui bahan bakar alternatif.
“Langkah ini diperkuat dengan efisiensi energi dan pengelolaan limbah di area operasional, termasuk daur ulang material dan pemanfaatan air bekas,” ujarnya.
Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan yang tepat bisa memberi dampak langsung. Tidak hanya mengurangi limbah dan emisi, tetapi juga membantu masyarakat menekan biaya hidup dan memperkuat ekonomi lokal.








Discussion about this post