MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Mei 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ultra Processed Food, Kenikmatan yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Ulfah by Ulfah
27 April 2026
in News
0
Ultra Processed Food, Kenikmatan yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Ilustrasi makanan olahan. | Foto : Istockphoto/Doucefleur

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Terlihat menggugah selera, mudah didapat, dan nikmat disantap itulah kesan yang sering melekat pada aneka jajanan yang sedang tren saat ini. Namun di balik kelebihan-kelebihan tersebut, tersembunyi bahaya besar yang seringkali tidak disadari oleh para orang tua.

Makanan yang kerap dikemas dengan warna-warni menarik dan memiliki rasa yang sulit ditolak ini masuk dalam kategori makanan yang diproses secara ekstrim atau biasa disebut Ultra Processed Food (UPF).

RelatedPosts

Kru Kapal Pesiar Asal Filipina Dievakuasi di Perairan Aceh Besar, Basarnas Lakukan Medevac Malam Hari

Rumah Semi Permanen di Indrapuri Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

393 Jemaah Kloter 11 Dijadwalkan Berangkat ke Tanah Suci Malam Ini

Tanpa disadari, konsumsi makanan jenis ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak, bahkan sejak mereka masih sangat muda.

Kondisi ini makin sering terjadi seiring dengan kebiasaan masyarakat yang cenderung memilih segala sesuatu yang cepat dan praktis. Anak-anak menjadi pihak yang paling rentan terpengaruh, karena selera mereka cenderung tertarik pada rasa yang gurih, manis, serta tekstur yang beragam dan unik dari makanan olahan tersebut.

Padahal jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan ini justru bisa menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan mereka, baik yang terasa dampaknya dalam waktu dekat maupun yang baru terlihat setelah jangka waktu yang lama.

Menurut penjelasan Dr. dr Karina Rahmadia Ekawidyani, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, makanan jenis UPF adalah produk yang telah melalui serangkaian proses pengolahan yang sangat rumit dan mendalam, hingga bentuk serta ciri khas bahan dasarnya hampir tidak dapat dikenali lagi.

Karina mengungkapkan, UPF umumnya sarat kandungan gula, garam, dan lemak (GGL), serta diperkaya berbagai zat aditif seperti pengawet dan pewarna.

“Biasanya ditambahkan dengan banyak bahan seperti gula, garam, minyak, dan juga zat aditif seperti pengawet dan pewarna,” jelasnya.

Contoh makanan ini meliputi minuman berpemanis, camilan kemasan, hingga produk olahan seperti nugget dan sosis. Meski tinggi kalori, makanan tersebut miskin nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh anak.

“Jika dikonsumsi berlebihan, anak berisiko kelebihan kalori, tetapi kekurangan serat, vitamin, dan mineral,” ungkapnya.

Ancaman Kesehatan Sejak Dini

Bahaya UPF tidak hanya bersifat jangka panjang, tetapi juga bisa dirasakan dalam waktu singkat. Konsumsi gula berlebih dapat memicu karies gigi, sementara rendahnya serat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini meningkatkan risiko penyakit serius seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.

“Dengan sekumpulan risiko seperti obesitas dan hipertensi, dalam jangka panjang bisa berisiko menjadi penyakit degeneratif seperti jantung dan stroke,” ungkap Karina, dilansir dari Mozaik Islam, Senin (27/4/2026).

Meski demikian, UPF tidak sepenuhnya harus dihindari. Kunci utamanya adalah pengendalian dan keseimbangan pola makan.

“Boleh sekali-sekali, tetapi tidak setiap hari. Kita harus melihat pola makan secara keseluruhan dan menyeimbangkannya dengan makanan utuh,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya membiasakan anak mengonsumsi makanan alami atau real food seperti sayur, buah, dan masakan rumahan sejak dini sebagai fondasi kesehatan jangka panjang.

“Jajan boleh, tapi jangan kebanyakan yang ultra processed food,” pesannya.

Di tengah gempuran jajanan modern yang semakin masif, kewaspadaan orang tua menjadi benteng utama. Tanpa kontrol yang tepat, ancaman tersembunyi dari makanan kekinian bisa berdampak besar pada masa depan kesehatan anak.

Tags: dampak buruk makanan olahankesehatanmakanan olahan
Previous Post

Pemerintah Akan Tutup Prodi Tak Relevan, Ini Alasannya 

Next Post

Harga Emas Naik Tipis, Antam Justru Turun

Related Posts

30 Komunitas di Banda Aceh Rumuskan Rekomendasi Kebijakan, Soroti 4 Isu Utama Kota

by Aininadhirah
30 April 2026
0

MASAKINI.CO – Sekitar 30 komunitas dan lembaga di Banda Aceh menyampaikan aspirasi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) “Suara Warga”...

Banda Aceh Sabet National Governance Award 2026, Unggul di Akses Layanan Kesehatan

by Redaksi
25 April 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kota Banda Aceh meraih penghargaan bergengsi dalam ajang National Governance Award 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri...

Gerd Kambuh?  Ini Makanan yang Harus Dihindari

Gerd Kambuh?  Ini Makanan yang Harus Dihindari

by Ulfah
20 April 2026
0

MASAKINI.CO - Penyakit asam lambung atau gerd (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi kronis yang memengaruhi katup otot antara kerongkongan dan...

Next Post

Harga Emas Naik Tipis, Antam Justru Turun

Masuk Asrama, Jemaah Haji Aceh Jalani Tahapan Ketat Sebelum Terbang

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co