MASAKINI.CO – Terlihat menggugah selera, mudah didapat, dan nikmat disantap itulah kesan yang sering melekat pada aneka jajanan yang sedang tren saat ini. Namun di balik kelebihan-kelebihan tersebut, tersembunyi bahaya besar yang seringkali tidak disadari oleh para orang tua.
Makanan yang kerap dikemas dengan warna-warni menarik dan memiliki rasa yang sulit ditolak ini masuk dalam kategori makanan yang diproses secara ekstrim atau biasa disebut Ultra Processed Food (UPF).
Tanpa disadari, konsumsi makanan jenis ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak, bahkan sejak mereka masih sangat muda.
Kondisi ini makin sering terjadi seiring dengan kebiasaan masyarakat yang cenderung memilih segala sesuatu yang cepat dan praktis. Anak-anak menjadi pihak yang paling rentan terpengaruh, karena selera mereka cenderung tertarik pada rasa yang gurih, manis, serta tekstur yang beragam dan unik dari makanan olahan tersebut.
Padahal jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan ini justru bisa menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan mereka, baik yang terasa dampaknya dalam waktu dekat maupun yang baru terlihat setelah jangka waktu yang lama.
Menurut penjelasan Dr. dr Karina Rahmadia Ekawidyani, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, makanan jenis UPF adalah produk yang telah melalui serangkaian proses pengolahan yang sangat rumit dan mendalam, hingga bentuk serta ciri khas bahan dasarnya hampir tidak dapat dikenali lagi.
Karina mengungkapkan, UPF umumnya sarat kandungan gula, garam, dan lemak (GGL), serta diperkaya berbagai zat aditif seperti pengawet dan pewarna.
“Biasanya ditambahkan dengan banyak bahan seperti gula, garam, minyak, dan juga zat aditif seperti pengawet dan pewarna,” jelasnya.
Contoh makanan ini meliputi minuman berpemanis, camilan kemasan, hingga produk olahan seperti nugget dan sosis. Meski tinggi kalori, makanan tersebut miskin nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh anak.
“Jika dikonsumsi berlebihan, anak berisiko kelebihan kalori, tetapi kekurangan serat, vitamin, dan mineral,” ungkapnya.
Ancaman Kesehatan Sejak Dini
Bahaya UPF tidak hanya bersifat jangka panjang, tetapi juga bisa dirasakan dalam waktu singkat. Konsumsi gula berlebih dapat memicu karies gigi, sementara rendahnya serat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini meningkatkan risiko penyakit serius seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.
“Dengan sekumpulan risiko seperti obesitas dan hipertensi, dalam jangka panjang bisa berisiko menjadi penyakit degeneratif seperti jantung dan stroke,” ungkap Karina, dilansir dari Mozaik Islam, Senin (27/4/2026).
Meski demikian, UPF tidak sepenuhnya harus dihindari. Kunci utamanya adalah pengendalian dan keseimbangan pola makan.
“Boleh sekali-sekali, tetapi tidak setiap hari. Kita harus melihat pola makan secara keseluruhan dan menyeimbangkannya dengan makanan utuh,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membiasakan anak mengonsumsi makanan alami atau real food seperti sayur, buah, dan masakan rumahan sejak dini sebagai fondasi kesehatan jangka panjang.
“Jajan boleh, tapi jangan kebanyakan yang ultra processed food,” pesannya.
Di tengah gempuran jajanan modern yang semakin masif, kewaspadaan orang tua menjadi benteng utama. Tanpa kontrol yang tepat, ancaman tersembunyi dari makanan kekinian bisa berdampak besar pada masa depan kesehatan anak.








Discussion about this post