MASAKINI.CO – Calon jemaah haji Aceh akan menjalani serangkaian tahapan wajib saat masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh mulai 5 Mei 2026. Proses ini menjadi penentu kesiapan akhir sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs. Arijal, menyebut setiap jemaah yang tiba di asrama akan langsung mengikuti alur pelayanan sesuai jadwal kelompok terbang (kloter). Kedatangan diatur ketat untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib dan terkontrol.
Jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Tahapan ini bertujuan memastikan kondisi fisik jemaah layak untuk melanjutkan perjalanan ibadah haji.
Selanjutnya, jemaah menerima pembagian dokumen dan perlengkapan penting, seperti Surat Perjalanan Masuk Asrama (SPMA), gelang identitas, boarding pass, hingga paspor. Seluruh dokumen tersebut menjadi syarat wajib sebelum keberangkatan.
Tidak hanya itu, jemaah juga mengikuti pemantapan manasik sebagai pembekalan akhir. Materi ini difokuskan pada kesiapan teknis dan tata cara pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Setelah seluruh tahapan dilalui, jemaah akan mengikuti prosesi pelepasan sebelum masuk tahap boarding dan diberangkatkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Arab Saudi.
“InsyaAllah jemaah haji Aceh akan terbang perdana ke Tanah Suci pada 6 Mei 2026 melalui Bandara Sultan Iskandar Muda,” kata Arijal.
Arijal menegaskan, seluruh rangkaian di asrama harus berjalan tanpa kendala karena menjadi titik krusial sebelum jemaah terbang. “Semua proses di asrama harus lancar, karena ini tahap akhir sebelum keberangkatan,” ujarnya.
Tahun ini, jumlah jemaah haji Aceh mencapai 5.502 orang, termasuk petugas. Kloter pertama masuk dalam gelombang awal, sementara kloter berikutnya tergabung dalam gelombang kedua dengan rute penerbangan menuju Jeddah.










Discussion about this post