MASAKINI.CO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat mitigasi bencana banjir melalui pengembangan Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) di Kota Banda Aceh.
Sistem ini dihadirkan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dan masyarakat dalam memantau kondisi hidrologi secara real time, serta memperoleh peringatan dini terhadap potensi banjir.
Penguatan tersebut ditandai dengan pemasangan perangkat EWS yang telah rampung pada akhir 2025. BNPB menempatkan satu unit sirine array, lima unit sensor pemantauan banjir, serta dashboard monitoring terintegrasi guna mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
Sensor dipasang di sejumlah titik strategis untuk memantau dinamika tinggi muka air, antara lain kawasan Taman Putroe Phang, Keutapang, Indrapuri, dan KM 0.
Sementara itu, sirine peringatan dini ditempatkan di Kantor Camat Baiturrahman, serta dashboard monitoring berada di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika Kota Banda Aceh, sehingga informasi dapat disampaikan secara cepat kepada masyarakat.
Sistem ini dilengkapi teknologi sensor tinggi muka air, kamera pengawas (CCTV), serta perangkat pemantauan lingkungan yang terhubung dengan dashboard visualisasi data. Data yang dihimpun diproses secara otomatis sehingga petugas dapat segera mengidentifikasi potensi peningkatan risiko banjir.
Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan, BNPB juga memanfaatkan sirine EWS dalam momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 melalui simulasi evakuasi mandiri masyarakat pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini bertujuan melatih respons cepat masyarakat terhadap peringatan dini.
Sebanyak 100 warga mengikuti simulasi evakuasi banjir di Kantor Camat Baiturrahman yang juga ditetapkan sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa keberadaan sistem ini diharapkan mampu meminimalkan korban jiwa dan kerugian akibat bencana.
“Sehebat apa pun teknologi yang kita miliki, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat dapat memahami informasi peringatan dini dan merespons dengan langkah yang tepat,” ujar Suharyanto pada puncak acara HKB di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (26/4/2026).
“Melalui momentum HKB, simulasi evakuasi dan uji coba sirine ini mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat sehingga dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin,” tambah dia.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dalam penguatan sistem peringatan dini banjir di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran EWS menjadi bagian penting dalam membangun kota tangguh bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan EWS yang diberikan kepada Kota Banda Aceh. Ini melengkapi upaya kami dalam membangun kota tangguh melalui penguatan infrastruktur, integrasi dalam kurikulum pendidikan, serta pelaksanaan latihan evakuasi secara berkala,” ujar Illiza.
Ia berharap sistem EWS ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. “Mudah-mudahan apa yang diamanahkan ini benar-benar dapat menjadikan Banda Aceh sebagai kota yang tangguh dan kuat dalam menghadapi bencana,” ungkap Illiza.
Pada puncak acara HKB tersebut, Kepala BNPB bersama Wali Kota Banda Aceh juga menandatangani prasasti peresmian EWS banjir.
Implementasi EWS di Kota Banda Aceh diharapkan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanganan bencana, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, hingga aparat di tingkat kecamatan, kelurahan, desa, dan RT/RW.
Dukungan data yang akurat dan terintegrasi memungkinkan proses pengambilan keputusan dalam situasi darurat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Salah satu warga Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Desrina Intan Adillah, mengaku baru pertama kali mengikuti simulasi evakuasi dengan menggunakan sirine peringatan dini.
“Ini kali pertama saya mengikuti simulasi evakuasi dengan mendengar sirine secara langsung, saya akhirnya bisa tahu bagaimana cara menyelamatkan diri dan menanggulangi bencana banjir,” tutur Intan.
“Saya berharap dengan kami mendengar suara sirine, ke depannya kami bisa lebih waspada dan segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman,” kata dia.
Secara keseluruhan, pengembangan sistem peringatan dini banjir ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di wilayah perkotaan.
Selain di Banda Aceh, BNPB juga telah memasang EWS banjir di Kota Bekasi, Jawa Barat, serta EWS banjir lahar dingin di Halmahera Barat, Maluku Utara.









Discussion about this post