MASAKINI.CO – Sekitar 30 komunitas dan lembaga di Banda Aceh menyampaikan aspirasi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) “Suara Warga” yang digelar Gerakan Anti Korupsi (GerAK) Aceh di gedung DPRK Banda Aceh, Kamis (30/4/2026).
Koordinator GerAK Aceh, Destika Gilang Lestari, mengatakan forum ini menghadirkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak muda, perempuan, lansia, hingga penyandang disabilitas untuk memastikan keterwakilan suara warga dalam proses kebijakan.
“Pertemuan ini melibatkan sekitar 30 komunitas dari berbagai desa di Banda Aceh. Partisipasi publik semakin luas dan lebih inklusif,” ujarnya.
Gilang menjelaskan, dibanding tahun sebelumnya yang melibatkan sekitar 250 peserta, forum tahun ini dibuat lebih terbatas agar diskusi lebih fokus dan menghasilkan rekomendasi yang lebih konkret.
“Peserta kita kurasi agar diskusi lebih dalam dan tidak melebar,” katanya.
Dari rangkaian diskusi sebelumnya, termasuk dua kali forum group discussion (FGD), GerAK Aceh telah menyusun dokumen rekomendasi kebijakan atau policy brief yang akan diserahkan kepada DPRK Banda Aceh.
Adapun pembahasan dalam forum ini difokuskan pada empat isu utama, yakni pendidikan, kesehatan dan kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta kesiapsiagaan bencana.
Gilang berharap rekomendasi tersebut tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti oleh DPRK dan Pemerintah Kota Banda Aceh.
“Kami berharap ini menjadi dasar kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.










Discussion about this post