MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mengungkap masih adanya ribuan warga yang belum tercakup dalam skema jaminan kesehatan. Dari total 269.552 jiwa penduduk tahun 2026, sebanyak 2.738 jiwa tercatat belum terdaftar dalam program asuransi kesehatan apa pun.
Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengatakan mayoritas masyarakat telah tercover melalui berbagai skema, baik Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) maupun kepesertaan mandiri.
“Sebanyak 85.846 jiwa dari kelompok desil 1–5 telah ditanggung melalui PBI JKN. Sementara 127.798 jiwa lainnya sudah memiliki BPJS mandiri, termasuk ASN, TNI/Polri, hingga pekerja swasta,” ujarnya.
Selain itu, sebelumnya terdapat 53.170 jiwa yang ditanggung melalui program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Namun, dengan berlakunya Pergub Nomor 2 Tahun 2026, dilakukan penyesuaian terhadap kelompok penerima manfaat.
Jalaluddin menegaskan, perhatian utama pemerintah saat ini tertuju pada masyarakat desil 8–10 yang akan dikeluarkan dari skema bantuan, serta warga yang sama sekali belum terdaftar.
“Fokus kita sekarang adalah memastikan tidak ada warga yang terlewat, terutama yang belum masuk dalam skema apa pun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, menyebutkan kebijakan baru akan mulai diterapkan pada 1 Mei 2026, mengacu pada Pergub terbaru. Ia menjelaskan, sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi dampak kebijakan tersebut, mulai dari sosialisasi masif, pemutakhiran data masyarakat, hingga penyesuaian tarif layanan kesehatan.
“Kami memastikan perubahan ini tidak berdampak pada pelayanan kesehatan, termasuk pembiayaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai,” ujarnya.
Pemerintah berharap, melalui langkah-langkah tersebut, target cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC) di Banda Aceh dapat segera tercapai.
Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong perbaikan indikator kesehatan masyarakat, seperti penurunan angka stunting serta pengendalian penyakit menular seperti TBC, HIV/AIDS, dan malaria.










Discussion about this post