MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai serius mengembangkan industri parfum lokal sebagai sektor usaha kreatif baru yang berpotensi menembus pasar lebih luas. Sebanyak 20 pelaku usaha parfum kini mengikuti pelatihan intensif untuk memperkuat kualitas produk hingga strategi branding usaha.
Pelatihan berlangsung sejak 4 hingga 13 Mei 2026 di SMK Negeri 3 Banda Aceh dan kawasan Kanto Kopi Peunayong. Program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Kick Off Scale Up Bisnis Pelaku Parfum yang sebelumnya dibuka Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama Direktur ILO Indonesia di Hermes Palace Hotel pada April lalu.
Dalam sesi pelatihan terbaru, peserta dibekali materi Tes Aroma DNA Parfum oleh Fakhrul, founder brand Fakhrul Oud.
Materi tersebut membahas cara mengenali karakter aroma, membangun identitas parfum, hingga teknik menciptakan DNA parfum sebagai ciri khas produk agar mampu bersaing di industri wewangian.
Pelatihan ini tidak hanya fokus pada teknik meracik parfum, tetapi juga diarahkan untuk membangun identitas brand lokal yang kuat di tengah persaingan pasar parfum yang semakin kompetitif.
Para peserta didorong menciptakan produk yang tidak sekadar wangi, tetapi memiliki karakter dan nilai jual yang mampu dikenali konsumen.
Program pengembangan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis UMKM, khususnya industri parfum yang dalam beberapa tahun terakhir mulai berkembang di kalangan anak muda.
Melalui pelatihan tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kreativitas, serta mengembangkan bisnis parfum yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Pemko Banda Aceh juga menargetkan produk parfum lokal nantinya tidak hanya bertahan di pasar daerah, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional melalui kualitas produk dan kekuatan branding.







Discussion about this post