MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pencegahan Stunting di Banda Aceh Fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Aininadhirah by Aininadhirah
17 Juli 2026
in Daerah
0

Rembuk stunting gampong Ie Masen Kayee Adang Tahun 2026 yang digelar Kamis (16/7/2026) | Foto : Pemko Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Upaya pencegahan stunting di Gampong Ie Masen Kayee Adang, Syiah Kuala, Banda Aceh, diarahkan pada penguatan intervensi sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut dinilai menjadi masa penting dalam menentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak.

Kepala Puskesmas Kopelma Darussalam, Maryani, mengatakan stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti kualitas pelayanan kesehatan, pola asuh keluarga, sanitasi lingkungan, serta akses terhadap air bersih.

RelatedPosts

Mualem Bawa Agenda Percepatan Ekonomi Aceh ke Forum APPSI

10 Paket Jalan di Aceh Besar Mulai Dikerjakan, Pemkab Minta Kontraktor Jaga Kualitas

Pemko Banda Aceh Perkuat Kompetensi ASN Lewat Banda Aceh Academy

“Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama. Selain asupan gizi, kondisi ini juga berkaitan dengan kualitas pelayanan kesehatan, sanitasi lingkungan, pola asuh keluarga, serta akses terhadap air bersih,” ujar Maryani.

Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin, pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pemeriksaan ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang balita,” katanya.

Data mengenai kondisi rumah tangga yang memiliki ibu hamil, bayi, dan balita dalam periode 1.000 HPK turut menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang akan dilakukan di Gampong Ie Masen Kayee Adang.

Kader Pembangunan Manusia (KPM), Yuni Maisarah, mengatakan data Rumah Tangga 1.000 HPK penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi riil masyarakat sehingga program yang dirancang dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Data ini menjadi salah satu dasar untuk melihat kondisi masyarakat, khususnya rumah tangga yang berada dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, sehingga program yang direncanakan nantinya dapat lebih tepat sasaran,” ujar Yuni.

Keuchik Gampong Ie Masen Kayee Adang, Ir. Muhammad Kasim, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan kerja sama pemerintah gampong, tenaga kesehatan, kader, lembaga pendidikan, serta partisipasi masyarakat.

Hal tersebut dibahas dalam Rembuk Stunting Gampong Ie Masen Kayee Adang Tahun 2026 yang digelar Kamis (16/7/2026). Forum tersebut diikuti 47 peserta dari berbagai unsur untuk membahas kondisi masyarakat, menyusun prioritas intervensi, serta merumuskan program pencegahan stunting yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan gampong.

Hasil kesepakatan dalam forum tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan program pencegahan stunting untuk Tahun Anggaran 2027. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta akses terhadap layanan dasar bagi kelompok prioritas, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

Tags: 1000 HPKpencegahan stunting di Gampong Ie Masen Kayee AdangRembuk Stunting di Banda Aceh
Previous Post

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

Related Posts

Dinkes Aceh Besar Fokus Tangani Stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

by Redaksi
23 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Kesehatan memfokuskan penanganan stunting pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), mulai...

Discussion about this post

CERITA

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co