MASAKINI.CO – Polisi menangkap AM (29), pria yang diduga menjadi spesialis pembobol sekolah di Kabupaten Bireuen. Dari hasil penyelidikan, AM mengaku telah membobol 10 sekolah yang tersebar di lima kecamatan.
AM ditangkap Tim Opsnal Satreskrim dan Satintelkam Polres Bireuen di Desa Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Senin (10/8/2026) lalu.
Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Miswar mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan dan pengembangan atas sejumlah laporan pencurian dari pihak sekolah.
“Pelaku mengaku telah membobol 10 sekolah yang tersebar di lima kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen,” kata Dedi dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Dalam menjalankan aksinya, pelaku disebut menggunakan sebo untuk menutupi wajah. Ia masuk ke sekolah dengan cara merusak pintu dan jendela menggunakan linggis serta obeng.
Sepuluh sekolah yang menjadi sasaran yakni MIN 50 Juli Cot Meurak, SDN 4 Jeumpa, SDN 22 Lhok Awe Teungoh Kota Juang, SMKN 2 Peusangan, SDN 3 Juli, SDN 1 Juli, SDN 1 Kuala, MAN 2 Cot Gapu, SDN 3 Pante Gajah, dan MIN 18 Makmur.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti hasil pencurian berupa laptop, komputer, proyektor, Chromebook, dan printer. Total kerugian dari aksi pencurian tersebut ditaksir mencapai Rp1 miliar.
“Barang bukti yang disita dari hasil pencurian berupa sejumlah laptop, komputer, proyektor, Chromebook, dan printer. Kerugian dari kasus ini mencapai Rp1 miliar,” ujar Dedi.
Selain barang hasil curian, polisi juga menemukan satu paket yang diduga sabu beserta alat isap atau bong saat melakukan pemeriksaan di rumah kontrakan pelaku.
AM kini diamankan di Mapolres Bireuen bersama seluruh barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi menjeratnya dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.
Dedi mengimbau pihak sekolah memperketat pengamanan, terutama pada ruangan yang menyimpan barang inventaris. Pihak sekolah juga diminta segera melapor kepada kepolisian apabila terjadi pencurian atau menemukan aktivitas mencurigakan.







Discussion about this post