MASAKINI.CO – Pasokan semen di Aceh mulai kembali stabil setelah mengalami lonjakan permintaan pada Juli 2026. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) merespons kondisi tersebut dengan meningkatkan kapasitas produksi dan menambah pasokan dari sejumlah fasilitas dalam jaringan SIG Group.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan kenaikan permintaan membuat stok semen di sejumlah titik distribusi lebih cepat terserap. Kondisi itu mendorong perusahaan menyesuaikan pasokan untuk menjaga kebutuhan pasar tetap terpenuhi.
“SIG memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plantPT Semen Padang di Malahayati,” kata Vita, Sabtu (29/8/2026).
Selain mengoptimalkan fasilitas di Aceh, SIG juga mengirimkan tambahan semen dari Pabrik Indarung PT Semen Padang untuk mempercepat pemulihan stok.
Vita mengatakan perusahaan melakukan pemantauan ketersediaan stok dan distribusi setiap hari, sekaligus memperkuat koordinasi dengan distributor dan mitra logistik.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan semen, tetapi juga menjaga agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali.
“Sebagai produsen semen, SIG tidak hanya berupaya menutup kekurangan pasokan karena lonjakan permintaan, tapi juga tidak menaikkan harga,” ujarnya.
Ia meminta distributor menjaga pola penyaluran yang efektif dan efisien agar semen dapat diterima konsumen secara merata.
Kepala Operasional PT Wadah Suci, Emy Rinaldi, membenarkan adanya lonjakan permintaan pada pertengahan hingga akhir Juli. Saat itu, antrean kendaraan pengangkut semen bahkan terjadi di pabrik.
“Pertengahan sampai akhir Juli permintaan meningkat. Truk-truk sampai mengantri panjang di pabrik. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur terkendali dan stabil,” kata Emy.
Menurut Emy, tambahan pasokan dari jaringan SIG, termasuk dari Pabrik Indarung PT Semen Padang, membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar Aceh.
“Sekarang pasokan lancar setiap hari datang. Karena permintaan sedang naik, ketika barang datang langsung kami distribusikan,” ujarnya.
General Manager PT Andesmont Sakti, Muhammad Agam Maulana, mengatakan peningkatan permintaan semen sebenarnya telah terasa sejak awal 2026 dan mencapai puncaknya pada Juli.
Ia menyebut kondisi pasokan kini sudah kembali normal dengan pengiriman yang lebih teratur.
“Dulu memang sempat ada sedikit kendala pasokan, tapi sekarang sudah normal kembali, tiap hari ada kiriman,” kata Agam.
Lonjakan permintaan tersebut antara lain dipengaruhi pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas perbaikan rumah masyarakat pascabencana.
SIG memastikan penguatan produksi dan distribusi akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan semen di Aceh sekaligus mendukung aktivitas pembangunan masyarakat.








Discussion about this post