MASAKINI.CO – Sejumlah pengguna WhatsApp di Indonesia, termasuk warga Aceh, mengeluhkan akun mereka tiba-tiba tidak dapat digunakan dalam beberapa waktu terakhir. Akun pengguna muncul dengan notifikasi “Akun sedang ditinjau” hingga “Akun ini tidak bisa menggunakan WhatsApp”.
Gangguan tersebut terjadi setelah sistem WhatsApp melakukan penonaktifan sejumlah akun secara massal. Pengguna mengaku tidak mengetahui penyebab pemblokiran karena merasa tidak melakukan aktivitas yang melanggar ketentuan layanan.
Salah seorang warga Aceh Besar, Fia, mengatakan akun WhatsApp miliknya tiba-tiba tidak dapat digunakan. Sebelum akun terkunci, ia mengaku pesan yang dikirim pengguna lain tidak masuk ke akunnya.
“Awalnya WhatsApp saya tidak masuk apa-apa, kalau ada yang chat juga tidak masuk. Tiba-tiba saja WhatsApp sudah tidak bisa dibuka lagi,” ujar Fia.
Ia juga menemukan perubahan pada foto profil WhatsApp miliknya yang berganti dengan gambar orang yang tidak dikenal. Kondisi tersebut membuatnya menduga ada kemungkinan akun mengalami gangguan keamanan.
“Saya tidak tahu itu kena hack atau bukan. Saya coba terus lakukan pemulihan, kemudian muncul keterangan akun sedang ditinjau,” katanya.
Menurut Fia, masalah serupa juga dialami sejumlah rekan kerjanya. Bahkan, beberapa pengguna yang mencoba membuat akun baru disebut kembali mengalami pemblokiran secara otomatis.
Keluhan terkait akun WhatsApp yang terkunci turut ramai dibahas pengguna di berbagai media sosial. Banyak pengguna mempertanyakan penyebab akun mereka dinonaktifkan meski merasa tidak melakukan pelanggaran.
Menanggapi banyaknya laporan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI meminta Meta untuk segera memulihkan akun WhatsApp yang terdampak.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan pemerintah telah meminta penjelasan kepada Meta setelah menerima banyak aduan masyarakat mengenai penonaktifan akun WhatsApp secara tiba-tiba.
Komdigi juga telah mengirimkan surat kepada Meta sejak 14 Agustus 2026 untuk meminta klarifikasi terkait gangguan tersebut.
Sementara itu, WhatsApp mengakui adanya kesalahan sistem yang menyebabkan sejumlah akun pengguna terdampak secara global. Perusahaan memastikan pengguna dapat mengajukan banding dan proses pemeriksaan akan dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Mengutip KumparanTECH, Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksincom menjelaskan, kejadian tersebut kemungkinan besar bukan disebabkan serangan peretas maupun pemblokiran oleh pemerintah.
Menurut Alfons, salah satu kemungkinan terbesar adalah sistem anti-spam otomatis milik Meta salah mendeteksi aktivitas pengguna atau terjadi false positive. Sistem tersebut dapat menganggap akun normal sebagai akun yang melanggar aturan.
Meski demikian, ia menyebut sebagian akun tetap berpotensi memang telah disusupi dan digunakan untuk aktivitas yang melanggar ketentuan, seperti penyebaran spam.
WhatsApp menyampaikan bahwa pemblokiran akun merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan pengguna. Namun, perusahaan mengakui sistem otomatis yang digunakan dapat mengalami kesalahan dan pihaknya sedang melakukan pemulihan terhadap akun yang terdampak.









Discussion about this post