MASAKINI.CO – Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, Dr. Tgk. H. Misran Fuadi, menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW telah menjadi tradisi yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh. Antusiasme masyarakat dalam memperingati Maulid juga terlihat dari masifnya kegiatan keagamaan yang digelar di berbagai daerah.
“kita melihat masyarakat Aceh tidak bisa jauh dari hari perayaan Maulid ini, mengingat bagaimana agungnya Rasulullah SAW yang diutus ke bumi ini,” ujar Misran, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, Maulid tidak hanya memiliki nilai tradisi, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas dan penghayatan terhadap ajaran agama. Berbagai kegiatan seperti zikir, selawat dan ceramah keagamaan menjadi bagian dari peringatan Maulid di Aceh.
“Maulid merupakan sebuah tradisi yang sangat mengakar, mengandung spiritualitas dan unsur keagamaan. Masyarakat Aceh menyambut bulan Maulid ini memang sangat semangat, sehingga pada hari 12 Rabiul Awal kemarin, sebagian besar masyarakat Aceh itu mengikuti zikirnya, selawatnya, ceramahnya, jadi sangat masif,” katanya.
Misran mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan Maulid menunjukkan bahwa peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Namun, ia mengingatkan agar peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Nilai utama yang perlu dibawa dari peringatan tersebut adalah bagaimana masyarakat mampu menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Di samping merayakan hari Maulid, masyarakat supaya juga mengamalkan keteladanan dari Nabi SAW, karena Maulid itu intinya mengikuti dan meneladani Nabi SAW,” ujarnya.
Ia berharap semangat masyarakat dalam memperingati Maulid dapat terus diiringi dengan pengamalan nilai-nilai akhlak dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga momentum Maulid memberikan dampak yang lebih luas, bukan hanya sebagai tradisi tahunan.








Discussion about this post