MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyiapkan anggaran lebih dari Rp3 miliar untuk seluruh rangkaian persiapan kafilah Aceh menuju Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Semarang, Jawa Tengah. Anggaran tersebut mencakup persiapan awal, pelatihan hingga keberangkatan kafilah. Namun, kebutuhan anggaran masih mengalami kekurangan akibat kenaikan harga tiket dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, Misran Fuadi, mengatakan anggaran tersebut telah dialokasikan sejak tahap awal persiapan, termasuk pelaksanaan training center (TC) hingga keberangkatan kafilah ke tingkat nasional.
“Dana untuk MTQ diakumulasi mulai dari persiapan awal TC dulu ini ada lebih dari Rp3 miliar, inipun kita masih sangat banyak kekurangan, sehubungan dengan melonjaknya harga tiket, sampai saat ini masih terhitung kurang, tapi insyaallah akan kita upayakan pada perubahan anggaran karena kenaikan tiket beberapa bulan terakhir ini, jadi meleset dari perhitungan awal,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).
Menurut Misran, kenaikan harga tiket menjadi salah satu faktor yang membuat kebutuhan anggaran keberangkatan berbeda dari perhitungan awal. Pemerintah Aceh akan mengupayakan penambahan anggaran melalui perubahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pada MTQ Nasional kali ini, Aceh akan memberangkatkan sebanyak 105 orang ke Semarang. Jumlah tersebut tidak hanya terdiri atas peserta, tetapi juga mencakup pelatih, pendamping, dan official yang akan mendukung kafilah selama mengikuti kompetisi.
“Yang diberangkatkan ke nasional nanti sebanyak 105 orang, terdiri dari peserta, pelatih, pendamping hingga official,” ujarnya.
Sebelum bertolak ke Semarang pada 11 September 2026, kafilah Aceh juga dijadwalkan melakukan pemantapan di Jakarta. Para peserta akan menjalani pembinaan bersama pelatih nasional untuk mematangkan kemampuan pada cabang yang diikuti.
Misran berharap persoalan anggaran dan persiapan teknis tidak mengganggu konsentrasi para peserta saat bertanding. Ia meminta seluruh kafilah dapat menjaga kondisi emosional sehingga mampu tampil maksimal di panggung nasional.
“Kita berharap peserta ini tampil dengan maksimal, dan dewan hakim yang menilai itu, semoga mendapatkan perolehan nilai yang baik dan semua juga berharap semoga memperoleh juara umum, semoga peserta tidak ada terbebani perubahan perasaan dan emosional, semoga bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Aceh menargetkan hasil terbaik dalam MTQ Nasional di Semarang. Selain mengejar prestasi, pemerintah daerah berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan tenang dan menunjukkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan selama masa pembinaan.










Discussion about this post