MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pemko Banda Aceh Dorong Sekolah Perkuat Pendidikan Inklusif

Redaksi by Redaksi
6 Oktober 2026
in Daerah
0

Sekda Banda Aceh, Jalaluddin saat membuka Workshop Identifikasi dan Pendampingan Peserta Didik dalam Pendidikan Inklusif bagi Guru SD se-Kota Banda Aceh di Balee Kerukon Balai Kota Banda Aceh, Senin (5/10/2026). | Foto: Humas Pemko Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong sekolah dasar (SD) memperkuat penerapan pendidikan inklusif dengan meningkatkan kemampuan guru dalam mengenali kebutuhan setiap peserta didik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh Jalaluddin mengatakan, setiap anak memiliki kemampuan, karakter, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendidikan tidak bisa disamakan untuk semua anak.

RelatedPosts

Bahasa Aceh Mulai Ditinggalkan Generasi Muda, Bupati Aceh Besar Ingatkan Ancaman Hilangnya Identitas

Aceh Besar Siapkan Payung Hukum Pageu Gampong untuk Cegah Ancaman Sosial

MTQ Aceh Besar ke-35 Segera Digelar, 23 Kecamatan Diminta Siapkan Kafilah

“Setiap anak lahir unik dan istimewa. Ada anak yang cepat memahami pelajaran, ada yang membutuhkan waktu lebih. Ada anak yang membutuhkan pendampingan khusus,” kata Jalaluddin saat membuka Workshop Identifikasi dan Pendampingan Peserta Didik dalam Pendidikan Inklusif bagi Guru SD se-Kota Banda Aceh di Balee Kerukon Balai Kota Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, pendidikan inklusif bukan hanya tentang menerima anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Lebih dari itu, sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang aman, menghargai perbedaan, serta memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar dan tidak merasa tersisih.

Jalaluddin menilai guru memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan peserta didik setiap hari. Kepekaan terhadap perubahan perilaku, kesulitan belajar hingga hambatan sosial anak menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan yang tepat.

Ia meminta guru tidak terburu-buru memberikan label kepada anak yang mengalami kesulitan belajar atau menunjukkan perilaku tertentu.

“Jangan cepat-cepat memberi label atau stigma. Mari kita pahami, kita identifikasi masalahnya, dan kita berikan pendampingan terbaik yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.

Penguatan pendidikan inklusif, kata Jalaluddin, juga berkaitan dengan masa transisi anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke SD. Peralihan tersebut tidak hanya menyangkut perubahan jenjang pendidikan, tetapi juga proses anak beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun kepercayaan diri, dan membentuk karakter.

Karena itu, ia meminta proses transisi dilakukan secara menyenangkan dan ramah anak agar peserta didik merasa diterima ketika memasuki lingkungan sekolah dasar.

“Kita ingin anak-anak melangkah ke Sekolah Dasar dengan rasa bahagia, merasa diterima dengan hangat, dan memiliki keyakinan bahwa sekolah adalah rumah kedua yang aman dan menyenangkan,” katanya.

Selain memastikan pendidikan yang inklusif, Jalaluddin meminta sekolah memperkuat pencegahan perundungan. Menurutnya, ejekan, panggilan yang merendahkan, intimidasi, pengucilan hingga cyberbullying dapat memengaruhi perkembangan anak.

“Sering kali kita mendengar perundungan dianggap sekadar candaan anak-anak. Namun, apa yang dianggap candaan oleh si pembuat bisa menjadi luka batin yang membekas seumur hidup bagi anak yang menerimanya,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak sekolah membangun lingkungan yang aman dengan menanamkan empati dan toleransi sejak dini. Guru juga diminta peka terhadap tanda-tanda perundungan dan meresponsnya dengan cepat, serta memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua.

Jalaluddin menegaskan, peran guru tidak berhenti pada penyampaian materi dan pencapaian kurikulum. Guru juga berperan dalam membentuk karakter dan memastikan setiap anak mendapat ruang untuk berkembang sesuai kebutuhannya.

“Mari kita pastikan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan hak pendampingannya. Mari kita pastikan anak yang lambat belajar dirangkul dengan kesabaran. Dan mari kita pastikan tidak ada satu pun anak di Kota Banda Aceh yang menjadi korban perundungan di sekolahnya,” tegasnya.

Ia berharap materi yang diperoleh guru dalam workshop tersebut dapat diterapkan di sekolah masing-masing sehingga pendidikan inklusif tidak berhenti pada pemahaman, tetapi menjadi bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari.

Tags: Guru SDJalaluddinPemko Banda AcehPendidikan InklusifperundunganSekolah Ramah Anak
Previous Post

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Thailand Takluk Lewat Adu Penalti

Next Post

Aceh Besar Siapkan Payung Hukum Pageu Gampong untuk Cegah Ancaman Sosial

Related Posts

DPRK dan Pemko Sepakati Perubahan APBK Banda Aceh 2026

by Riska Zulfira
22 September 2026
0

MASAKINI.CO – DPRK Banda Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh menyepakati Rancangan Qanun (Raqan) Perubahan APBK Tahun Anggaran 2026. Dalam...

Seoul Dukung Banda Aceh Bangun Perpustakaan Outdoor di Taman Bustanussalatin

by Ahmad Mufti
25 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mendapat dukungan Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, untuk mengembangkan perpustakaan luar ruangan (outdoor library)...

Mahasiswa Disabilitas UIN Ar-Raniry Bella Salsabila Tembus Layar Lebar Film Nasional “Istimewa”

by Riska Zulfira
18 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO — Mahasiswa penyandang disabilitas Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Bella Salsabila, mencatat prestasi di dunia perfilman nasional....

Next Post

Aceh Besar Siapkan Payung Hukum Pageu Gampong untuk Cegah Ancaman Sosial

Bantuan Rumah Rusak Berat Pascabencana Disetujui Presiden Naik Jadi Rp70 Juta

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co