MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

11 Bulan Pascabencana, Warga Aceh Masih Menunggu Kepastian Rumah Permanen

Redaksi by Redaksi
17 Oktober 2026
in News
0

Sejumlah narasumber mengikuti diskusi publik bertajuk "Refleksi Setahun Bencana Hidrometeorologi Aceh dan Sumatera", Banda Aceh, Jumat (16/10/2026). | Foto: Alya Ulfa/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sebelas bulan setelah bencana hidrometeorologi melanda Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera, pemulihan bagi warga terdampak masih menyisakan persoalan. Sebagian warga disebut masih tinggal di tenda tanpa kepastian pembangunan rumah permanen, sementara transparansi pengelolaan dana rekonstruksi turut menjadi sorotan.

Persoalan tersebut dibahas dalam diskusi publik bertajuk Refleksi Setahun Bencana Hidrometeorologi Aceh dan Sumaterayang digelar Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) bersama Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Jumat (16/10/2026).

RelatedPosts

TK Angkasa Lanud SIM Raih Juara II Lomba Tari Nusantara di Aceh Besar

Rumah Petani di Indrapuri Ludes Terbakar

Enam Anak Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMA Negeri 3 Banda Aceh

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTa), Alfian, mengatakan pihaknya bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil telah mendorong penetapan status bencana nasional sejak banjir terjadi. Namun, menurutnya, hingga kini kepastian pemulihan bagi sebagian warga masih belum jelas.

“Kami sudah menyuarakan untuk penetapan status bencana nasional, tapi dari pemerintah pusat menyebutkan mampu menangani bencana ini sendiri. Tapi ini sudah 11 bulan tanpa kepastian, warga masih tidur di bawah tenda, tidak tahu kapan rumah permanennya akan dibangun oleh negara,” ujar Alfian.

Ia menyebutkan, dorongan penetapan status bencana nasional itu juga disuarakan bersama International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) dan Yayasan Perdamaian Indonesia (YPI).

Selain pemulihan tempat tinggal, diskusi tersebut menyoroti keterbukaan pengelolaan dana dan mekanisme rekonstruksi. Jurnalis Nurdin Hasan membandingkan penanganan bencana saat ini dengan rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami Aceh pada 2004.

Menurut Nurdin, penanganan pascatsunami melalui Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) dinilai lebih efektif dibandingkan mekanisme saat ini yang terbagi berdasarkan bidang kementerian. Pembagian penanganan tersebut, menurutnya, menjadi tantangan dalam memperoleh informasi terbuka mengenai penggunaan dana.

“Pada akhir masa rehab rekon ini, masyarakat Aceh akan membandingkan capaian keberhasilan penanganan bencana saat ini dengan masa tsunami 2004 dulu, karena bencana kali ini bisa disebut ‘tsunami’ yang kedua,” kata Nurdin.

Diskusi itu dihadiri perwakilan organisasi masyarakat sipil, termasuk Flower Aceh dan MaTa, jurnalis, serta juru bicara Pemerintah Aceh. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas persoalan pemulihan dan rekonstruksi pascabencana yang melanda Aceh dan Sumatera pada 2025.

Penulis: Alya Ulfa

Tags: MaTa AcehPemulihan bencana acehrekonstruksi pascabencanatransparansi dana bencanaWarga Terdampak Banjir
Previous Post

Rumah Petani di Indrapuri Ludes Terbakar

Next Post

Gubernur Aceh Minta Bupati dan Wali Kota Mitigasi Dampak Kabut Asap

Related Posts

Pemerintah Gelontorkan Rp58,9 T untuk Pulihkan Aceh Pascabencana hingga 2028

by Ahlul Fikar
24 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp58,97 triliun untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana alam yang terjadi pada akhir...

Jembatan Bailey Penghubung Dua Desa di Baktiya Aceh Utara Rampung

by Ulfah
9 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pembangunan jembatan bailey di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, rampung dan kini sudah dapat digunakan masyarakat. Jembatan tersebut...

Belum Terima Tenda Bantuan, Warga Meunasah Blang Bertahan dengan Atap Darurat

by Aininadhirah
30 Desember 2025
0

MASAKINI.CO -  Lebih dari sebulan pascabencana melanda Desa Meunasah Blang, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, sebagian warga masih bertahan dengan kondisi...

Next Post

Gubernur Aceh Minta Bupati dan Wali Kota Mitigasi Dampak Kabut Asap

TK Angkasa Lanud SIM Raih Juara II Lomba Tari Nusantara di Aceh Besar

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co