MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris meminta 95 dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV tingkat Kabupaten Aceh Besar menjaga objektivitas dan transparansi dalam menilai peserta. Penilaian yang profesional dinilai penting untuk menjaring peserta terbaik yang akan dipersiapkan mewakili Aceh Besar pada tingkat provinsi hingga nasional.
Pesan tersebut disampaikan Muharram saat membuka MTQ XXXV di Lapangan Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, Sabtu (24/10/2026) malam. Dalam kesempatan itu, ia juga melantik 95 dewan hakim yang bertugas menilai peserta selama perlombaan pada 24–31 Oktober 2026.
“Kepada dewan hakim dan dewan pengawas, saya menitipkan amanah besar ini. Laksanakan penilaian secara objektif, adil, transparan, dan proporsional sehingga menghasilkan peserta yang berkualitas dan berintegritas,” kata Muharram.
Ia menegaskan, keputusan dewan hakim harus didasarkan pada kemampuan peserta dan ketentuan perlombaan, bukan pertimbangan di luar kompetensi. Hasil penilaian akan menjadi bagian penting dalam menentukan peserta yang berpotensi mewakili Aceh Besar pada ajang MTQ di jenjang lebih tinggi.
MTQ XXXV Aceh Besar diikuti 665 peserta dari 23 kafilah kecamatan. Mereka berkompetisi dalam sembilan cabang, yakni tilawah, qira’ah sab’ah, tartil, tahfiz, tafsir Al-Quran, fahmil Quran, syarhil Quran, khattil Quran, dan karya tulis ilmiah Al-Quran (KTIQ).
Muharram berharap ajang tersebut dapat menjaring qari, qariah, hafiz, dan hafizah berkualitas untuk mempertahankan prestasi Aceh Besar sebagai juara umum MTQ tingkat Provinsi Aceh. Peserta terpilih diharapkan mendapat pembinaan berkelanjutan agar mampu bersaing pada kompetisi berikutnya.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Aceh Besar, Farhan AP, mengatakan penyelenggaraan MTQ XXXV menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pembinaan tilawatil Quran yang sempat terhenti sejak MTQ XXXIV pada 2018.
Menurut Farhan, keikutsertaan peserta dari seluruh kecamatan memberi kesempatan untuk memetakan potensi qari, qariah, hafiz, dan hafizah. Hasil perlombaan nantinya menjadi salah satu dasar untuk menjaring peserta yang akan dipersiapkan menuju tingkat provinsi dan nasional.
Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Taufik ST MSi, pemerintah berharap MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ajang tersebut diharapkan turut membentuk generasi Qurani yang mampu membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Quran.
Pembukaan MTQ XXXV juga ditandai dengan penyerahan piala bergilir dari Kecamatan Darul Imarah, juara umum MTQ XXXIV, kepada Bupati Aceh Besar, kemudian diteruskan kepada Ketua LPTQ Aceh Besar.
Perlombaan berlangsung di sembilan arena di Kecamatan Kuta Baro hingga 31 Oktober 2026.









Discussion about this post