MASAKINI.CO – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV tingkat Kabupaten Aceh Besar kembali digelar setelah terakhir dilaksanakan pada 2018. Sebanyak 665 peserta dari 23 kecamatan mengikuti ajang yang berlangsung pada 24–31 Oktober 2026 tersebut.
MTQ dibuka Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram, di Lapangan Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, Sabtu (24/10/2026) malam. Para peserta akan bertanding di sembilan arena untuk menjaring qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang dipersiapkan mewakili Aceh Besar pada MTQ tingkat provinsi hingga nasional.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Aceh Besar, Farhan AP, mengatakan MTQ XXXV merupakan kelanjutan dari pelaksanaan sebelumnya pada 2018. Kegiatan ini sempat tidak terlaksana selama beberapa tahun akibat pandemi COVID-19 dan kembali digelar pada 2026 atas inisiasi Bupati Aceh Besar.
“MTQ ini menjadi momentum penting untuk kembali menghidupkan pembinaan tilawatil Quran di Aceh Besar. Melalui berbagai cabang yang diperlombakan, kita berharap dapat menjaring qari dan qariah terbaik yang mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Farhan, yang juga menjabat Asisten I Sekda Aceh Besar.
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, mengatakan MTQ bukan sekadar perlombaan untuk meraih juara, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran, terutama di kalangan generasi muda.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Quran perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilantunkan dengan baik, tetapi juga dipahami, dihayati, dan diamalkan.
“Kita ingin nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Al-Quran benar-benar tertanam dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran tidak hanya dibaca dengan suara yang indah, tetapi juga harus dipahami, dihayati, dan diamalkan demi mewujudkan Aceh Besar yang bertakwa, maju, dan bermartabat,” ujar Muharram.
Ia juga meminta dewan hakim memberikan penilaian secara objektif, adil, dan transparan agar peserta terbaik terpilih berdasarkan kemampuan masing-masing.
“Kepada dewan hakim dan dewan pengawas, saya menitipkan amanah besar ini. Laksanakan penilaian secara objektif, adil, transparan, dan proporsional sehingga menghasilkan peserta yang berkualitas dan berintegritas,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, pemerintah berharap MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi Qurani yang mampu memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran.
Selama tujuh hari, peserta berkompetisi dalam sejumlah cabang, meliputi tilawah, qira’ah sab’ah, tartil, tahfiz, tafsir Al-Quran, fahmil Quran, syarhil Quran, khattil Quran, dan karya tulis ilmiah Al-Quran (KTIQ). Perlombaan tersebar di sembilan arena di Kecamatan Kuta Baro.
Pada pembukaan, Muharram juga melantik 95 dewan hakim. Acara turut diisi penyerahan piala bergilir dari juara umum MTQ XXXIV, Kecamatan Darul Imarah, serta defile kafilah dari seluruh kecamatan di Aceh Besar.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap pelaksanaan MTQ XXXV dapat melahirkan peserta berkualitas yang mampu mempertahankan prestasi daerah sebagai juara umum pada MTQ tingkat provinsi dan bersaing di tingkat nasional.









Discussion about this post