MASAKINI.CO – Kain tenun, bordir, dan songket khas Aceh tampil dalam rancangan busana modern di Meuseuraya Festival 2026. Peragaan busana yang berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh itu menghadirkan karya desainer lokal dari 12 kabupaten/kota di Aceh.
Melalui Fashion Show Wastra Aceh, kekayaan kain tradisional diperkenalkan dalam beragam model busana yang mengikuti perkembangan zaman. Pendekatan ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan warisan budaya Aceh kepada generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi.
Seorang pengunjung, Annisa Salsabila, mengatakan Meuseuraya Festival memberinya kesempatan untuk mengenal keragaman budaya lokal melalui berbagai kegiatan, mulai dari lokakarya hingga bazar dan peragaan busana.
“Sebagai mahasiswi yang merantau, saya merasa dengan adanya festival Meuseuraya ini bukan cuma memberikan pengetahuan dari workshop ataupun keseruan dari bazar, tapi juga jadi tahu beragam budaya lokal Aceh,” ujar Annisa, Sabtu (24/10/2026).
Menurut mahasiswi asal Palembang yang merantau ke Aceh ini, festival tersebut juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui karya yang modern dan modis. Kain dengan corak khas daerah, kata dia, dapat diolah menjadi busana dengan model yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan identitas budayanya.
Mengusung tema “Meukarya Wastra Indatu: Berkarya dan Melestarikan Warisan Budaya Aceh”, Meuseuraya Festival 2026 membawa filosofi Meuhase yang berarti berdampak, Meusapat yang bermakna berhimpun bersama, dan Meuseuraya yang berarti bersinergi melalui gotong royong.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyampaikan bahwa pagelaran wastra menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Aceh. Selain memiliki nilai budaya, wastra juga berpotensi dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif.
Pengembangan wastra diharapkan dapat mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperluas pemasaran produk lokal. Dengan demikian, pengenalan kain tradisional melalui rancangan busana modern tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha kreatif di Aceh.







Discussion about this post