DPRA harap Gubernur Manfaatkan APBA untuk Pemberian Pupuk Subsidi Petani

Anggota DPRA Irpannusir. (sumber foto: FB Irpannusir)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

DPRA harap Gubernur Manfaatkan APBA untuk Pemberian Pupuk Subsidi Petani

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Anggota DPRA Irpannusir. (sumber foto: FB Irpannusir)

MASAKINI.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irpannusir meminta Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dalam pemberian pupuk subsidi untuk petani di Aceh.

“Gubernur harus memberikan kado terindah bagi masyarakat Aceh, untuk menganggarkan pupuk subsidi pada APBA murni atau perubahan 2022,” kata Irpannusir, Kamis (10/2/2022).

Irpannusir menyampaikan, saat anggota DPRA melakukan kunjungan kerja, banyak masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengeluhkan tentang pupuk subsidi dari pemerintah pusat yang sangat terbatas.

Apalagi, tuturnya, bantuan pupuk subsidi dengan skema APBN tersebut tidak mungkin lagi ada penambahan, sehingga kekurangan pupuk menjadi masalah petani Aceh setiap tahunnya.

“Belum lagi kalau ada bencana alam seperti banjir di Aceh Utara beberapa waktu lalu, mereka harus menanam kembali sebanyak dua sampai tiga kali akibat banjir tersebut. Satu kali saja mereka sudah kekurangan pupuk, apalagi berulang hingga tiga kali tanam,” ujarnya.

Kemudian, kata Irpannusir, DPRA sudah sering mengunjungi Kementerian Pertanian (Kementan), namun Pemerintah Pusat tetap saja tidak dapat memberikan penambahan pupuk subsidi tersebut secara nasional.

Karena itu, dirinya berharap Gubernur Aceh dapat melakukan lobi-lobi perubahan regulasi, sehingga pupuk subsidi tersebut dapat dibiayai memakai anggaran Aceh yang tersedia.

“Dengan seperti itu saya yakin ke depannya Aceh tidak akan kekurangan pupuk lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Irpannusir menambahkan, selama ini Aceh selalu kekurangan pupuk subsidi dari APBN sekitar 38 sampai 48 persen setiap tahunnya, jika kondisinya seperti itu tidak mungkin bisa memenuhi 100 persen ketersediaan pupuk di Aceh.

“Tentu tidak mungkin bisa mengcover semuanya, oleh karena itu kita masih punya dana otonomi khusus (Otsus), maka alangkah lebih baiknya kita gunakan anggaran tersebut,” pungkasnya. [adv]

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist