MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Mei 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Pemerintah Prihatin Rendahnya Minat Baca dan Literasi Aceh

Masa Kini by Masa Kini
27 November 2019
in Headline
0
Pemerintah Prihatin Rendahnya Minat Baca dan Literasi Aceh
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin atas rendahnya minat baca dan literasi masyarakat Aceh. Penelitian Kementerian Pendidikan yang dirilis April 2019 lalu menyebutkan, indeks aktifitas literasi dan membaca Indonesia berada pada angka 37,32 dari skala 0-100. Untuk posisi Indeks aktifitas literasi dan membaca Aceh sendiri berada pada angka 34,37. Angka literasi Aceh berarti berada di bawah rata-rata nasional.

Sementara data Unesco mencatat minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,01 persen. Artinya hanya 1 dari 1.000 orang yang punya minat baca tinggi di Indonesia. Lembaga Most Littered Nation in The World juga mencatat bahwa tingkat literasi Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara yang diteliti. Hanya Botswana yang peringkatnya lebih tinggi dari Indonesia yaitu peringkat 61.

RelatedPosts

Angin Kencang Terjang Rumah Warga di Aceh Besar, Atap Rumah Terhempas 30 Meter

Jelang Keberangkatan Kloter 9, Dua Jemaah Haji Aceh Selatan Dirujuk ke Rumah Sakit

Sejumlah Massa Aksi Diduga Diamankan Polisi saat Demo Tolak Pergub JKA

“Hasil penelitian dan survei itu sangat memperihatinkan. Bagaimana kota bisa mewujudkan Indonesia maju dan Aceh hebat kalau membaca kita masih malas,” kata Asisten III Sekda Aceh, Bukhari, saat membuka kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan di AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala, Rabu 27/11.

Bukhari mengatakan, seharusnya hobi membaca harus ditumbuhkembangkan dalam masyarakat. Meskipun pemerintah telah membangun gedung dan akses perpustakaan, itu tak ada artinya jika tak dibarengi dengan minat baca.

Bukhari mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kegemaran membaca. Keberadaan gedung perpustakaan, kata dia, harus jadi daya tarik untuk menyalurkan hobi membaca. Apalagi membaca harus diakui dapat melahirkan sumber daya manusia yang cerdas dan kreatif.

“Membaca bisa meningkatkan wawasan dan kecerdasan. Kedua hal ini juga menjadi cara mengurai kemiskinan,” kata Bukhari.

Senada dengan Bukhari, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Ruslan Abdul Gani, mengatakan banyak yang harus dibenahi agar masyarakat Aceh gemar berkunjung ke pustaka dan giat membaca. “Berat tantangan dunia literasi di Aceh,” kata dia.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, kata Ruslan, berusaha membuat terobosan untuk menjawab tantangan masih rendahnya minat baca tersebut. Di antaranya adalah membuat pengadaan buku bagi masyarakat, sekolah hingga ke perpustakaan gampong. [adv]

Tags: Literasi Aceh Renfah
Previous Post

Jelang Liga 1, Persiraja Incar Ismed Sofyan Hingga Zulfiandi

Next Post

Persiraja Liga 1, Bang Carlos Bakal Peusijuk dan Kalungkan Bunga

Related Posts

No Content Available
Next Post

Persiraja Liga 1, Bang Carlos Bakal Peusijuk dan Kalungkan Bunga

Sedang Kerjakan Tanggul, Operator Eskavator Terseret Arus

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co