MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Maret 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Makam Ulama Chiek Muhammad Khathib Penulis Kitab Lapan Mulai Dipugar

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
27 Juli 2021
in News
0
Makam Ulama Chiek Muhammad Khathib Penulis Kitab Lapan Mulai Dipugar

Pemugaran makam Tgk Chiek Muhammad Khathib, ulama besar di masa Kerajaan Aceh Darussalam. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Makam Tgk Chiek Muhammad Khathib bin Ahmad Khathib Langgien atau yang lebih populer sapaan masyarakat Pidie dengan nama Tgk Chiek Di Simpang mulai dipugar pada Senin (26/7/2021).

Makam tersebut berlokasi di komplek Makam ahli waris Tgk Syiek Di Simpang tepatnya di Desa Kruet Teumpeun kemukiman Teupin Raya, kecamatan Geuleumpang Tiga, kabupaten Pidie.

RelatedPosts

Apakah Muntah Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

BBPOM Aceh Bakal Uji Parcel Lebaran Cegah Peredaran Produk Bermasalah

Berat Badan Naik Saat Ramadan! Ini Penyebabnya

Proses pemugaran diawali dengan menepungtawari serta tahlil, samadiah dan doa bersama yang dipimpin oleh anak kandung Ulama besar kharismatik Aceh Abu Usman Kuta Krueng, yakni Tgk Nurdin Bin Usman Kuta Krueng atau yang akrab disapa di kalangan dayah dengan Ubaiya.

Peletakan batu pertama juga dilakukan oleh Ubaiya yang menandakan dimulainya pemugaran makam milik Tgk Chiek Di Simpang.

“Sesuai harapan khususnya masyarakat Teupin Raya dan Pidie pada umumnya pemugaran pusara makam ulama Aceh terlaksana dengan izin Allah dan tercapai dengan apa yang dicita-citakan,” kata Ubaiya.

Keuchik Desa Kruet Teumpeun, M Rifky Abdullah mengatakan, dirinya mewakili masyarakat Kruet Teumpeun dan Teupin Raya, sangat mendukung pemugaran makam salah satu ulama besar Aceh tersebut.

Rifki menyebutkan, Tgk Chiek Di Simpang telah meninggalkan karya-karya besarnya sehingga membuka mata hati masyarakat dan generasi Aceh.

Menurutnya, hal tersebut merupakan cita-cita masyarakat khususnya Desa Kruet Teumpeun yang telah diwujudkan kini dan dan yang akan datang.

“Kami mendukung upaya pemugaran ini, termasuk memenuhi kebutuhan dan merawatnya hingga bangunan pemugaran ini selesai,” ujarnya.

Pelaksana dan Penanggungjawab jawab pemugaran, Tarmizi A Hamid atau yang lebih akrab disapa Cek Midi menyampaikan, Tgk Chiek Di Simpang merupakan salah satu ulama besar Pidie, yang sangat aktif menulis dan mengarang beberapa karya monumental semasa hidupnya pada pertengahan abad 18 Masehi atau pada masa Kerajaan Aceh Darussalam dengan Sultan Mansyur Syah (1857-1870 Masehi).

Dimana era ini merupakan masa-masa Kerajaan Aceh Darussalam yang sudah mengalami kelemahan dalam sistem pemerintahannya, tapi Tgk Chiek Di Simpang dalam kondisi tersebut beliau masih mampu menulis beberapa karya dan petuah bagi generasi Aceh berikutnya.

Pendiri Lembaga Rumoh Manuskrip Aceh ini mengatakan, komplek Makam tersebut merupakan sebuah situs Cagar Budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan keberadaannya.

“Jasad pusara ini adalah seorang Ulama Besar Aceh yang memiliki ilmu pengetahuan yang sangat tinggi dan setara dengan guru-guru pendahulunya,” terang Cek Midi.

Karya Literasi Monumental Tgk Chiek Di Simpang

Lebih lanjut Cek Midi menuturkan, Tgk Chiek Di Simpang juga dianggap sebagai tokoh penting bagi pendidikan pada era Kerajan Aceh Darussalam, sekaligus dikenal sebagai intelektual Islam terkemuka pada era abad 18 Masehi dan telah melahirkan karya-karyanya, yang sampai hari ini masih bisa dibuktikan terhadap kandungan keilmuan Islam.

Diantara karya yang ditulis oleh Tgk Chiek Muhammad Khathib bin Ahmad Khathib Langgien berupa Naskah Kuno (Manuskrip Aceh) yakni, Tariqat Syatariah, Asraruddin Li Ahlul Musyahadah wal Yaqin, Ziya-ul Wara, Bustanus Salikin, Mafatih Al Ghuyub bi unillahi al Maliki ma’bud, Kay’usul Muhaqqiqin, Mi’rajus Salikin, Syifa-ul Qulub, Dawa’ul Qulub dan ada beberapa judul manuskrip lainnya karya Tgk Chiek Di Simpang hingga saat ini masih dalam penjajakan keberadaannya oleh Lembaga Rumoh Manuskrip Aceh milik Tarmizi Abdul Hamid.

Cek Midi menjelaskan, menyangkut kekeliruan ditengah masyarakat Aceh terhadap penulisan sejarah tentang Kitab Lapan ( Kitab yang memiliki 8 judul karangan, dalam istilah filologi disebut dengan kumpulan teks), dimana salah satu judul teks pada Kitab Lapan tersebut yakni, Dawa’ul Qulub juga merupakan karya populer dari Tgk Chiek Muhammad Khathib bin Ahmad Khathib Langgien.

Ia mengatakan, selama ini yang berkembang ditengah masyarakat bahwa yang mengarang Dawa’ul Qulub adalah Tgk Chiek Ahmad Khathib Langgien yang makamnya berada di Langgien – Lueng Putu.

Ia merupakan orang tua Kandung dari Tgk Chiek Muhammad Khathib bin Ahmad Khathib Langgien, padahal yang sebenarnya judul teks tersebut ditulis oleh Tgk Muhammad Khathib bin Ahmad Khathib Langgien atau Tgk Chiek Di Simpang.

“Ini hanya kita luruskan saja penempatannya, karena ada yang salah alamat disini, namun tidak mengurangi nilai nilai sejarah kepopuleran sang Ayah dan anaknya,” ujarnya.

Karya-karya berupa manuskrip yang telah digoreskan Tgk Chiek Di Simpang dengan pureh on Joek (lidi pohon aren) dan tinta yang terbuat dari biji besi yang dipanaskan serta alas media kertas impor dari negara-negara Eropa masih tersimpan sebaik mungkin di Koleksi Tarmizi Abdul Hamid dibawah pengawasan Lembaga Rumoh Manuskrip Aceh.

Cek Midi menambahkan, komplek Makam Tgk Chiek Muhammad Khathib bin Ahmad Khathib Langgien merupakan sebuah situs sejarah cagar budaya, yang harus dilindungi dan dilestarikan sesuai amanat Undang-undang Cagar Budaya RI No. 11 Tahun 2010.

Sebelumnya, situs makam tersebut pada awal abad 19 dibangun dengan batu bata yang terbuat dari telur ayam sehingga bangunannya masih berdiri kokoh dan terlindungi dengan rerumputan.

Lembaga Manuskrip Aceh dalam melaksanakan pemugaran Situs Sejarah Komplek Makam Tgk Chiek Di Simpang ini kata Cek Midi, mengutamakan standar operasional prosedur (SOP) dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pemugaran sesuai dengan kaidah-kaidah pelestarian cagar budaya.

Kegiatan pelestarian cagar budaya yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, teknis dan administratif. Oleh karena itu rencana kerja pemugaran harus disusun melalui prosedur studi atau penilaian guna memenuhi ketentuan sebagaimana dipersyaratkan.

“Sumber anggaran pemugaran Makam Tgk Chiek Di Simpang ini berasal dari salah seorang dermawan Hamba Allah,” sebutnya.

Selain itu, menurutnya disamping pemugaran Makam, tentu masih banyak fasilitas pendukung lainnya terhada kompleks situs tersebut yang masih diharapkan kepada dermawan lainnya agar bersedia menyedekahkan bangunan lainnya seperti Balai tempat shalat dan pengajian juga sebuah Gallery mini untuk penempatan Manuskrip hasil dari karya Tgk Chiek di Simpang.

Tags: MakamPidieTgk Chiek Muhammad Khathibulama aceh
Previous Post

Banggar DPRA Bongkar Borok Pemerintah Aceh Kelola Dana Otsus & Refocusing

Next Post

Prajurit TNI Kodam Iskandar Muda Ditugaskan ke Papua

Related Posts

Mobil Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Sigli

by Redaksi
23 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Sigli, Kabupaten Pidie terbakar hebat, Jumat (23/1/2026) sekira pukul 10.30 WIB....

Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Rp3 Juta per KK untuk Perabot Rumah

by Riska Zulfira
30 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Pemerintah memastikan akan menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp3 juta per kepala keluarga (KK) kepada korban banjir Sumatera untuk...

Kuasa Hukum Desak Polres Usut Tuntas Penyerangan Balai Pengajian di Pidie

by Riska Zulfira
21 November 2025
0

MASAKINI.CO - Kuasa Hukum korban, Zulfikar Muhammad, mendesak Kapolres Pidie untuk mempercepat penyelidikan secara profesional dan transparan terkait dugaan penyiksaan...

Next Post
Prajurit TNI Kodam Iskandar Muda Ditugaskan ke Papua

Prajurit TNI Kodam Iskandar Muda Ditugaskan ke Papua

DPRA Soroti Otsus 2020 Banyak Dipakai Beli Mobil Aparatur Pemerintah Aceh

DPRA Soroti Otsus 2020 Banyak Dipakai Beli Mobil Aparatur Pemerintah Aceh

Discussion about this post

CERITA

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co