MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Plt Sekda: Perizinan Perkebunan Berbasis Data Bakal Dongkrak Ekonomi Indonesia

Masa Kini by Masa Kini
30 April 2019
in Daerah
0
Plt Sekda: Perizinan Perkebunan Berbasis Data Bakal Dongkrak Ekonomi Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | MASAKINI – Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (Siperibun) khususnya bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit diyakini akan mendongkrak perekonomian Indonesia. Lewat sistem tersebut, keseluruhan data perusahaan perkebunan akan terintegrasi dengan baik dan memudahkan semua pihak dalam memantau aktivitas perkebunan khususnya di Aceh. Di samping itu, pendapatan negara lewat pajak juga akan meningkat.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Sekda Aceh, Helvizar Ibrahim saat membuka Workshop Database Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (Siperibun) Provinsi Aceh di Hotel Hermas Palace Banda Aceh, Selasa 30/04 pagi. “Tata kelola perizinan yang berbasis data akan menghambat perilaku korupsi,” kata Helvizar.

RelatedPosts

Mualem Terima Delegasi Belanda, Kerja Sama Penanganan Bencana hingga Investasi Dibahas

Dekranasda Aceh Besar Ditantang Hasilkan Kerajinan Berdaya Saing Nasional

Kapolda Aceh Tinjau Perusakan Kantor Gubernur, Minta Pelaku dan Aktor Pendana Dilacak

Saat ini, Indonesia masih tercatat sebagai negara dengan luasan kebun sawit terbesar di dunia. Dari kajian sistem tata kelola komoditas kelapa sawit oleh Direktorat Penelitian Dan Pengembangan Kedeputian Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2016, mencatat bahwa total luasan lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2015 yaitu seluas 15,7 juta hektar. Seluas 10,7 juta Ha (68%) di antaranya dikelola swasta. Sementara BUMN mengelola seluas 493,7 ribu Ha (3%) dan perkebunan rakyat seluas 4,4 juta Ha (29%).

Keseluruhan luasan itu menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia, dengan market share mencapai 52,5% unggul jauh dari Malaysia yang hanya memiliki market share 32,6%. Total produksi Indonesia tahun 2012-2015 adalah sebesar 124 juta MT dengan pertumbuhan pertahun mencapai 4,0%

Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik per tahun 2015, kelapa sawit menyumbang 7-8% PDB. Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2015 juga mencatat bahwa sawit telah menyumbang Rp 22,27 triliyun penerimaan negara dari pajak. Sementara penerimaan negara dari pungutan ekspor mencapai Rp 11,7 triliyun.

Direktorat Litbang KPK, Sulistianto, mengatakan, dari hasil kajian itu diketahui bahwa penerimaan pajak sektor kelapa sawit hanya berkontribusi sebesar 2,1% dari total penerimaan pajak. Rata-rata pertumbuhan penerimaan pajak sektor kelapa sawit sebesar 10,9% pertahun. KPK menemukan tiga kelemahan dalam tata kelola komoditas kelapa sawit di Indonesia.

Tiga kelemahan tersebut adalah sistem pengendalian perizinan usaha perkebunan yang tidak akuntabel untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha. Selanjutnya adalah tidak efektifnya pengendalian pungutan ekspor komoditas kelapa sawit dan tidak optimalnya pungutan pajak sektor kelapa sawit oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Karena itu, dengan penerapan Sistem Informasi Perizinan Perkebunan, Sulistianto berharap, terciptanya koordinasi antara pemerintah daerah dengan kementerian/lembaga dalam proses penerbitan dan pengendalian perizinan. Dengan demikian tata kelola perizinan akan lebih baik dan bisa mengoptialisasi pendapatan negara dari sektor pajak.

“Nantinya semua akan diinput ke sistem sehingga mekanisme chek in balance berjalan baik. Mereka (pelaku usaha) tidak bisa main-main (berkaitan dengan pajak) di samping juga perbaikan tata kelola secara keseluruhan,” kata Sulistianto.

Sementara itu di provinsi Aceh tercatat ada 160 perusahaan dengan luas HGU yang mencapai 371 ribu hektar. Angka itu belum dikalkulasikan dengan ribuan lahan yang dikelola oleh rakyat. Di samping itu tercatat ada 60 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 20 hingga 60 ton TBS per jam. []

Previous Post

Arfiana Winandi Juara Moslem Wedding Dress

Next Post

Jadi Destinasi Halal, Aceh Gelar Festival Ramadhan

Related Posts

Mualem Terima Delegasi Belanda, Kerja Sama Penanganan Bencana hingga Investasi Dibahas

by Redaksi
7 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menerima kunjungan Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, di...

SEMA FAH UIN Ar-Raniry Akhiri Kepengurusan 2025

by Ahmad Mufti
7 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Senat Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (SEMA FAH) UIN Ar-Raniry resmi menutup masa kepengurusan periode 2025 melalui acara...

393 Jemaah Kloter 2 Aceh Tiba di Jeddah

by Riska Zulfira
7 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 393 jemaah haji asal Aceh Besar, Sabang, dan Banda Aceh yang tergabung dalam Kloter 2 Embarkasi Aceh...

Next Post
Jadi Destinasi Halal, Aceh Gelar Festival Ramadhan

Jadi Destinasi Halal, Aceh Gelar Festival Ramadhan

Indrapuri dan Kuta Malaka Jadi Lokasi Percontohan Penanaman Padi IP 300

Indrapuri dan Kuta Malaka Jadi Lokasi Percontohan Penanaman Padi IP 300

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co