MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Mengenal Corona, Virus yang Bikin Pemerintah Aceh Tetapkan Status Siaga

Masa Kini by Masa Kini
26 Januari 2020
in Headline
0
Mengenal Corona, Virus yang Bikin Pemerintah Aceh Tetapkan  Status Siaga

Foto ilustrasi oleh kumparan

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Virus baru yang menyebar di Cina telah membuat beberapa negara dunia termasuk Provinsi Aceh di Indonesia menetapkan status siaga. Maklum, banyak mahasiswa asal Aceh yang tengah belajar di negara itu. Lantas apa itu virus corona?

Para peneliti menyebutkan virus corona merupakan virus yang kerap menginfeksi hewan. Namun, virus itu lambat laun dapat berevolusi dan menyebar ke manusia. Virus Corona juga disebut mirip dengan SARS yang mewabah di seluruh dunia pada 2002-2003 lalu. Meski demikian, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), mengatakan virus itu belum bersifat darurat, sehingga tidak perlu dikategorikan sebagai darurat global, seperti virus SARS.

RelatedPosts

KontraS Aceh Temukan 7 Dugaan Kekerasan Gender di Pengungsian Aceh Utara

The Land from Above

Longsor Ketol Kian Parah, Lubang Raksasa Ancam Permukiman Warga

Virus yang pertama kali muncul di Provinsi Wuhan China. Dilaporkan ratusan orang terjangkit virus yang muncul akhir tahun lalu. Para pejabat China mengatakan virus corona mungkin berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Makanan Laut Huanan yang terletak di pusat kota Wuhan. Mereka yang pertama kali terjangkit virus yang kemudian dinamai Novel 201 Corona virus (2019-nCoV) itu adalah karyawan pasar makanan tersebut.

Media-media di China melaporkan, Pasar Makanan Laut Huanan menjual berbagai jenis makanan unik. Mulai dari anak serigala, rubah hidup, buaya, salamander raksasa, ular, tikus, burung merak, landak, daging unta hingga musang. Berbagai binatang yang dijual di pasar itu merupakan spesies yang terkait dengan pandemi sebelumnya, yakni Server Acute Resporatory Syndrome (SARS).

“Pihak berwenang percaya virus itu kemungkinan berasal dari binatang buas di pasar makanan laut meskipun sumber pastinya masih belum ditentukan,” kata Dr Gao Fu, direktur pusat pengendalian dan pencegahan penyakit China, sebagaimana dilansir situs berita CNBC.

Masih menurut CNBC, profesor penyakit menular dan kesehatan global di University of Oxford, Peter Horby, mengatakan virus corona lebih ringan daripada SARS. Virus itu membutuhkan waktu lama untuk berkembang dari gejala awal.

Di antara ciri mereka yang tetdampak virus corona adalah penderitanya akan mengalami sesak nafas ringan hingga sedang serta flu. Gejala lain termasuk pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam. Semua itu dapat berlangsung selama beberapa hari.

Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya orang tua dan anak-anak, ada kemungkinan virus dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius seperti pneumonia atau bronkitis. Penderitanya harus segera ditangani.

Merebaknya virus corona membuat pemerintah Aceh menetapkan status siaga. Atas arahan Plt Gubernur Nova Iriansyah, pemerintah Aceh membuka posko di dua tempat; di Banda Aceh dan Kantor Penghubung Aceh di Jakarta.

Jubir Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani, mengatakan bahwa Plt Gubernur Aceh telah mengambil kebijakan terkait dengan Wabah “Virus Corona” yang bersumber di Wuhan China, dengan mengintruksikan kepada seluruh penjabat Aceh untuk SIAGA-1, mengingat ada mahasiswa Aceh yang sedang berada di Wuhan, China.

Plt Gubernur telah menunjuk selaku koordinator Ass. II : T. Ahmad Dadek, dengan anggota Kadinsos : Alhudri, Kadiskes : Hanif, Kalak BPBA Sunarwadi, Kadishub Junaidi dan Plt Gubernur Aceh memimpin langsung Task Force untuk krisis ini ujar Jubir SAG.

Lewat posko itu, kata SAG, masyarakat bisa memastikan bahwa kontak pemerintah Aceh dengan masyarakat di Wuhan dan China terus terjalin, “kita juga mencoba memastikan bahwa logistik masyarakat Aceh di Wuhan bisa terjamin. Jika ada kesempatan untuk evakuasi maka kita harapkan mereka segera dikeluarkan dari sana,” kata SAG.

SAG mengatakan, pihaknya terus membangun komunikasi dengan Kedutaan Indonesia di China dan dengan masyarakat Aceh terutama di Wuhan.

Plt Gubernur Aceh, kata SAG, juga sudah berkomunikasi dengan Alfi salah satu mahasiswa yang masih terisolisr di Wuhan China Plt Gubernur mengatakan bahwa ada 12 masyarakat Aceh yang terpantau masih berada di sana.

Berikut data 12 mahasiswa Aceh di Wuhan China:

1. Fadil – CCNU, Wuhan – Aceh Utara
2. Siti Mawaddah – Huda, Wuhan – Sigli
3. Alfi Rian – WUT, wuhan Aceh Utara
4. Ory Safwar – CCNU, wuhan – Banda Aceh
5. Siti sahara – WHUT, Wuhan – Aceh Tenggara
6. Hayatul-HUST, wuhan Lhoksumawe
7. Maisal- HUST , wuhan – Aceh Besar
8. Jihadullah -WHU, wuhan, Banda Aceh
9. Ita Kurniawati- WHU, wuhan – Nagan Raya
10. Agus – zhongnan, wuhan- Sabang
11. Intan Maghfirah – JISU CC – Banda Aceh (Sekarang di Wuhan )
12. SAPRIADI – JISU CC Meulaboh ( Sekarang di Wuhan)

Mahasiswa Aceh di luar kota Wuhan

1. Muhammad Sahuddin-NNU Nanjing, Aceh Barat
2. Desi – CC Changchun – Banda Aceh
3. Yuliafitria- Nanchang University
4. Rizki Rinanda – Tianjin Aceh Besar
5. Fiqhi Nahdhiah Makhmud – ZJNU, Jinhua, Aceh Tengah
6. Putri Kumala Rizki Rani-Xuzhou, Jiangsu – Aceh Besar
7. Nadlia Ariyati- ZJNU, Jinhua, Zhejiang
8. Aisyah Protonia Tanjung- ZJNU, Jinhua, Hangzhou
9. Geunta- JISU-Changchun asal Aceh Utara
10. Mirna – BIT – Beijing asal Aceh tengah
11. Ulfi maulida – Beijing asal Banda Aceh. []

Tags: Mengenal Virus CoronaPemerintah Aceh Siaga CoronaVirus Corona
Previous Post

Pemerintah Tanggung Kebutuhan Mahasiswa Aceh di Wuhan

Next Post

Mahasiswa Aceh di Wuhan Ingin Dievakuasi

Related Posts

Kemenkes Pastikan Tak Ada Karantina Bagi Jemaah Haji

by Ali L
14 Juli 2022
0

MASAKINI.CO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan tidak ada proses karantina bagi jemaah haji Indonesia yang akan tiba dalam beberapa hari...

Sopir dan Penumpang Terminal Leungbata Banda Aceh Ikuti Swab Antigen

Pemkot Banda Aceh Lacak Kasus Covid-19 Pakai Aplikasi

by Ahlul Fikar
1 September 2021
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh akan melakukan tracing kasus Covid-19 menggunakan aplikasi. Pemkot rencananya menggandeng TNI dan Polri...

Diduga Sudah Ada Varian Corona Baru ‘Made in Indonesia’

Diduga Sudah Ada Varian Corona Baru ‘Made in Indonesia’

by Redaksi
16 Februari 2021
0

MASAKINI.CO - Ahli mengungkap kemungkinan adanya varian baru virus Corona COVID-19 di Indonesia. Hal ini diungkap oleh Epidemiolog Universitas Griffith...

Next Post
Mahasiswa Aceh di Wuhan Ingin Dievakuasi

Mahasiswa Aceh di Wuhan Ingin Dievakuasi

Anak-anak Peuniti Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Anak-anak Peuniti Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co