MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Februari 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Sudah 100 Nelayan Aceh Ditahan di Tiga Negara

Masa Kini by Masa Kini
12 Maret 2020
in Headline
0

Ilustrasi: nelayan Aceh melaut saat kabut asap.[dok:BPBA]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sedikitnya 100 nelayan tradisional Aceh ditahan di sejumlah negara Asia. Para nelayan tersebut ditangkap atas dugaan ilegal fishing di negara tersebut.

“Para nelayan Aceh mengambil ikan di rumponnya, tanpa sadar rumponnya telah masuk perairan negara lain,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek pada masakini.co, Rabu (11/3).

RelatedPosts

KontraS Aceh Temukan 7 Dugaan Kekerasan Gender di Pengungsian Aceh Utara

The Land from Above

Longsor Ketol Kian Parah, Lubang Raksasa Ancam Permukiman Warga

Ia menyebutkan para nelayan yang ditahan tersebut saat ini berada di India, Myanmar dan Thailand. Negara gajah putih, Thailand terbanyak menahan nelayan Aceh.

“Di Thailand ada 62 orang, India 37 nelayan, dan Myanmar 1 orang. Itu sudah termasuk tiga orang yang dibebaskan India beberapa waktu lalu,” jelas Miftah.

Panglima Laot Aceh mencatat, India menahan empat kapal, dua kapal diantaranya berbobot 7 GT dan dua lainnya 59 GT.

Sementara Thailand menahan tiga kapal, diantaranya berbobot 95 GT, 9 GT dan 45 GT. Berikutnya Myanmar dua kapal berbobot masing-masing 59 GT.

“Para nelayan kita tidak tahu mana batas wilayah Myanmar, India, Thailand. Pakai kompas, di kompas-kan tidak ditulis batas wilayah ini dan itu. Jadi nelayan kita tidak tahu sudah masuk wilayah negara orang,” jelasnya.

Ia mengakui butuh sosialisasi untuk para nelayan terkait batas perairan, namun menurutnya hal tersebut memiliki tantangan.

“Waktu kita berikan pendidikan tidak mau datang, soalnya sekali datang hilang uang mereka akibat tidak melaut. Sebenarnya kita sangat butuh sosialisasi,” sebutnya.

“Beda di laut dan darat. Kalau di darat kita mau ke Medan, di jalan ditulis selamat datang di Sumatera Utara. Kalau di lautkan tidak ada begitu,” sambungnya.[Ridho]

Tags: IndiaMyanmarNelayan AcehNelayan DitahanPanglima Laot AcehThailand
Previous Post

Pemko Banda Aceh Sosialisasikan QRIS

Next Post

Nova Imbau Masyarakat Aceh Hentikan Perjalanan ke Luar Negeri

Related Posts

Puluhan Ribu Orang di India Tewas Setiap Tahun Akibat Gigitan Ular

Puluhan Ribu Orang di India Tewas Setiap Tahun Akibat Gigitan Ular

by Ulfah
3 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Gigitan ular menewaskan puluhan ribu orang di India setiap tahunnya. Menurut sebuah studi tahun 2020, pada 2000 dan...

Sepekan, Sudah 1.084 Rohingya Masuk Aceh

Usai Dilaporkan Gambia, ICJ Mendengar Kasus Genosida Dialami Rohingya

by Ahmad Mufti
13 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pengadilan Internasional (ICJ), pengadilan tertinggi PBB, sedang mendengar kasus penting yang diajukan Gambia pada tahun 2019. Negara Afrika...

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Aceh Tetap Melaut

21 Tahun Tsunami Aceh, Nelayan Pantang Melaut Sehari Penuh

by Aininadhirah
25 Desember 2025
0

MASAKINI.CO – Seluruh nelayan di Aceh tidak melaut pada Jumat, 26 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan 21 tahun tragedi gempa...

Next Post

Nova Imbau Masyarakat Aceh Hentikan Perjalanan ke Luar Negeri

Tahun Lalu, Investasi Masuk Banda Aceh Capai 101 Miliar

Tahun Lalu, Investasi Masuk Banda Aceh Capai 101 Miliar

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co