MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Juli 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Pantau Tanah Saat Gempa, BMKG Pasang Accelerograph di Aceh

Masa Kini by Masa Kini
15 Mei 2020
in Headline, News
0

Petugas BMKG memantau gempa. [Suara Pembaruan]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memasang shelter sensor gempabumi di 194 lokasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 13 diantaranya berada di Aceh.

Menurut Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Djati Cipto Kuncoro, pembangunan shelter dan pemasangan sensor gempabumi dilakukan tahun anggaran 2019.

RelatedPosts

Status Transisi Darurat Berakhir, Mualem dan Forkopimda Akan Tetapkan Status Baru

BPH Migas Temukan Dugaan Pengeritan BBM Subsidi di Sejumlah SPBU Aceh

Banjir Krueng Sawang Aceh Utara Bawa Gelondongan Kayu, Sejumlah Akses Terputus

“Setelah terinstal beberapa sensor dan semakin rapat, BMKG daerah khusus Stasiun Geofisika Wilayah Aceh dapat lebih intens memonitor gempabumi kecil dan sangat lokal. Beberapa segment terdapat adanya peningkatan seismisitas,” kata Djati, Jumat (15/5).

Tahun ini, menurutnya bakal dibangun kembali shelter dan sensor di Aceh. BMKG apresiasi pada kepala daerah dalam rekomendasi izin pemakaian lahan tahun 2019.

“Tahun ini BMKG akan memasang peralatan WRS New Generation di Aceh. Alat ini berfungsi mendiseminasikan informasi kejadian gempabumi dan tsunami,” sebut Djati.

Selain itu, BMKG juga akan memasang peralatan Accelerograph di Aceh. Ia menjelaskan peralatan berguna untuk merespon percepatan tanah dan saat terjadi gempa yang sangat significant.

“Dengan peralatan ini BMKG dapat memetakan daerah-daerah mana yang rawan terdampak merasakan serta adanya kerusakan atas gempa bumi yang terjadi,” pungkas Djati.[]

Tags: acehAceh BesarbmkgDjati Cipto KuncoroGempabumiStasiun Geofisika
Previous Post

Kabar Gembira, Relawan Endorse Gratiskan Promosi Usaha Mikro

Next Post

Pemko Banda Aceh Cairkan 17,9 Miliar untuk THR 4.163 PNS

Related Posts

BMKG: Gempa Gayo Lues Tak Berpotensi Tsunami, Tercatat Dua Gempa Susulan

by Riska Zulfira
22 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Aktivitas gempa bumi di wilayah Aceh masih terus dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah gempa utama...

BMKG: El Nino Kuat Berpotensi Picu Kekeringan dan Ganggu Ketahanan Pangan

by Riska Zulfira
30 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak...

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat Masih Terjadi di Tengah Musim Kemarau

by Riska Zulfira
28 Juni 2026
0

MASAKINI.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa pada 26 Juni-2 Juli 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga...

Next Post

Pemko Banda Aceh Cairkan 17,9 Miliar untuk THR 4.163 PNS

Hanya Sepekan, 11 Gempabumi Terjadi di Aceh

Discussion about this post

CERITA

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co