MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Februari 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Kritik Presiden, Jurnalis Senior Filipina Maria Ressa Divonis Penjara

Redaksi by Redaksi
15 Juni 2020
in Headline, News
0
Kritik Presiden, Jurnalis Senior Filipina Maria Ressa Divonis Penjara

CEO dan Pemimpin Redaksi Rappler.com, Maria Ressa. [LeAnne Jazul/Rappler]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Jurnalis ternama Filipina, Maria Ressa, dinyatakan bersalah oleh pengadilan di Manila dalam kasus pencemaran nama baik melalui siber, pada Senin (15/06).

Hakim Rainelda Estacio-Montesa memvonis Ressa, selaku CEO sekaligus pemimpin redaksi media Rappler dengan hukuman penjara selama enam bulan satu hari hingga enam tahun.

RelatedPosts

Pria Diduga Sebar Ujaran Kebencian di TikTok Ditangkap

57 dari 104 Hunian Tetap Korban Banjir Aceh Utara Rampung Dibangun

Ngabuburit Sambil Berdonasi, Hermes Palace Hotel Sisihkan Hasil untuk Korban Banjir

Selain Ressa, hakim juga memvonis mantan penulis-periset Rappler, Reynaldo Santos, dengan hukuman serupa.

Akan tetapi, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, Ressa dan Santos dapat tetap bebas dengan membayar uang jaminan selagi upaya banding dilakukan.

Dalam persidangan Ressa membantah semua tuduhan dan mengklaim tuduhan tersebut dilancarkan dengan bermotif politik.

“Kami akan berdiri menentang segala bentuk serangan terhadap kebebasan pers,” kata Ressa kepada para wartawan di Manila, seperti dikutip dari AFP.

Kasus ini bermula dari sebuah artikel delapan tahun lalu terkait dengan dugaan hubungan seorang pengusaha dengan mantan hakim di pengadilan tertinggi Filipina.

Pada 2017, si pengusaha kemudian menuntut Ressa menggunakan undang-undang kontroversial “cyber-libel” yang mulai berlaku pada bulan September 2012, empat bulan setelah tulisan tersebut terbit.

Siapa Maria Ressa?

Ressa adalah wartawan veteran Filipina yang sebelum mendirikan Rappler, menghabiskan kariernya dengan CNN – pertama sebagai kepala biro di Manila dan kemudian di Jakarta.

Dia juga merupakan wartawan investigatif utama media AS tersebut terkait dengan terorisme di Asia Tenggara.

Dia memenangkan sejumlah penghargaan internasional karena liputannya dan dipilih menjadi Time Magazine Person of the Year tahun 2018 karena usahanya mempertanyakan tanggung jawab kekuasaan di lingkungan yang semakin memusuhinya.

Menimbulkan Kekhawatiran Tentang Kebebasan Pers

Para pendukung kebebasan pers mengatakan wartawan veteran itu menjadi sasaran Presiden Rodrigo Duterte, karena sejumlah laporan kritis Rappler terkait pemerintah.

Penangkapan berulang-ulang terhadap Ressa telah menuai kecaman internasional dan menimbulkan kekhawatiran tentang memburuknya kebebasan pers di negara itu.

Menurut Rappler, ini sudah kasus ketujuh yang membelit Ressa dan kasus ke-11 yang melibatkan Rappler. 

Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya membantah tuduhan bahwa penangkapan itu bermotivasi politik dan dia menyebut Rappler sebagai situs “berita palsu”.

Sejak 1986, 176 wartawan terbunuh di Filipina, menjadikan negara itu salah satu negara yang paling berbahaya di dunia bagi wartawan. 

Pada tahun 2016, presiden dikritik karena mengatakan beberapa wartawan itu pantas mati. [BBC Indonesia]

Tags: CEO Rapplerfilipinajurnaliskebebasan perskritik presidenmaria ressaRodrigo Duterte
Previous Post

Warga Aceh Timur Temukan Bayi Perempuan di Depan Rumah

Next Post

Harga Daging Ayam Naik di Banda Aceh

Related Posts

KKJ Aceh Kecam Intimidasi Jurnalis Kompas TV Aceh, Rekaman Dihapus Aparat

by Redaksi
13 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Seorang jurnalis Kompas TV Aceh, Davi Abdullah, dilaporkan mengalami perampasan alat kerja dan penghapusan materi jurnalistik saat bertugas...

Budaya dan Adat Aceh Dipromosikan di Filipina

Budaya dan Adat Aceh Dipromosikan di Filipina

by Alfath Asmunda
28 Mei 2025
0

MASAKINI.CO - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila mempromosikan budaya dan adat Aceh “Peusijuek” dalam acara budaya bertajuk “Peusijuek:...

Ngaku Jurnalis, Tiga Pria Peras Aparatur Desa di Bener Meriah Rp15 Juta

Ngaku Jurnalis, Tiga Pria Peras Aparatur Desa di Bener Meriah Rp15 Juta

by Alfath Asmunda
24 April 2025
0

MASAKINI.CO - Tiga pria yang mengaku jurnalis ditangkap polisi karena diduga memeras aparatur Desa Musara Pakat, Kecamatan Pintu Rime Gayo,...

Next Post
Harga Telur dan Daging Ayam Naik di Banda Aceh

Harga Daging Ayam Naik di Banda Aceh

AS Memanas, Warga Kulit Hitam Tewas Lagi

AS Memanas, Warga Kulit Hitam Tewas Lagi

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co