MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, April 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Studi: Ibu Hamil Positif COVID-19 Berisiko Kematian

Redaksi by Redaksi
6 November 2020
in News
0
Studi: Ibu Hamil Positif COVID-19 Berisiko Kematian

ILUSTRASI

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Studi terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan ibu hamil yang positif COVID-19 memiliki risiko tinggi mengalami gejala penyakit yang lebih parah hingga meninggal dunia.

Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi virus corona berisiko melahirkan secara prematur atau sebelum waktunya. Mereka juga lebih membutuhkan perawatan intensif serta dukungan pada jantung dan paru-paru dibandingkan dengan perempuan yang tidak hamil

RelatedPosts

Mengenal Desil, Begini Cara BPS Petakan Tingkat Kesejahteraan Penduduk

UIN Ar-Raniry Siap Jadi Pelopor Zona Kuliner Halal di Kampus

Aceh Siaga Bencana Hidrometeorologi, Posko Diminta Aktif 24 Jam hingga 20 April 2026

Hasil studi ini didapat setelah peneliti meninjau data pada lebih dari 461 ribu perempuan berusia 15-44 tahun yang positif COVID-19 pada rentang waktu 22 Januari hingga 3 Oktober lalu. Studi ini berfokus pada perempuan yang memiliki gejala.

Secara rinci, peneliti mendapati perempuan hamil lebih mungkin untuk mendapatkan perawatan intensif di ICU yakni 10,5 per 1.000 perempuan hamil. Sedangkan perempuan yang tidak hamil memiliki prevalensi dirawat di ICU 3,9 per 1.000 perempuan hamil.

Di samping itu, ibu hamil juga tiga kali lebih mungkin dirawat dengan bantuan pernapasan dibandingkan yang tidak hamil.

Ibu hamil juga lebih mungkin meninggal dunia karena COVID-19 dengan prevalensi 1,5 kematian per 1.000 wanita. Sedangkan, perempuan yang tidak hamil memiliki prevalensi kematian 1,2 per 1.000 perempuan yang tidak hamil.

Sebagaimana dilansir CNN, peneliti memaparkan bahwa kemungkinan besar penyakit parah pada ibu hamil disebabkan oleh perubahan fisiologis dalam kehamilan, termasuk peningkatan detak jantung dan penurunan kapasitas paru-paru.

Pada analisis lainnya terhadap 4.442 ibu hamil, CDC mendapati sebanyak 12,9 persen melahirkan secara prematur. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kelahiran prematur pada populasi normal yakni 10,2 persen.

Kelahiran prematur berisiko tinggi membuat bayi mengalami kematian dan kecacatan, termasuk masalah pernapasan, penglihatan, dan pendengaran.

Peneliti menyatakan perlu lebih banyak penelitian untuk mengetahui dampak COVID-19 pada bayi yang lahir prematur.

Temuan lain dari CDC mengatakan bahwa perempuan berusia di atas 35 tahun cenderung mengalami penyakit yang parah, terlepas sedang hamil ataupun tidak.

Peneliti menyarankan agar ibu hamil melakukan tindak pencegahan yang ketat agar terhindar dari virus corona. Ibu hamil yang positif COVID-19 juga harus segera mendapatkan pertolongan medis.

“Untuk mengurangi risiko penyakit parah dan kematian akibat COVID-19, ibu hamil harus mencari perawatan medis segera jika mereka memiliki gejala dan tindakan untuk mencegah infeksi,” tulis peneliti CDC. []

 

CNN

Tags: cuci tangancucitangancucitangandengansabuningatpesanibuingatpesanibucucitanganingatpesanibujagajarakingatpesanibupakaimaskerjaga jarakjagajarakjagajarakhindarikerumunanpakai maskerpakaimaskerpandemi Covid-19penelitian covidrisikorisiko covidsatgascovid19tinggi kematian
Previous Post

Kemendikbud Klaim 70 Persen Mahasiswa Mengaku Belajar Online Berjalan Lancar

Next Post

Daftar Pasal UU Ciptaker yang Rugikan Buruh Versi Ekonom

Related Posts

Meriah Idul Adha 1444 H Pasca Pandemi Covid di Aceh

Meriah Idul Adha 1444 H Pasca Pandemi Covid di Aceh

by Alfath Asmunda
29 Juni 2023
0

MASAKINI.CO - Ribuan masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanan kota untuk menyaksikan pawai takbir dalam rangka menyemarakkan Idul...

Lima Pasien Covid-19 di Aceh Sembuh

Pemerintah Indonesia Resmi Cabut Status Pandemi Covid-19

by Alfath Asmunda
21 Juni 2023
0

MASAKINI.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut status pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia. "Sejak hari ini pemerintah memutuskan...

Corana di Aceh Melonjak, Aceh Tamiang Zona Merah

WHO Akhiri Status Darurat Pandemi Covid-19, Ini Langkah Indonesia

by Alfath Asmunda
6 Mei 2023
0

MASAKINI.CO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, pemerintah Indonesia akan memperhatikan hasil pencabutan status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)...

Next Post
Daftar Pasal UU Ciptaker yang Rugikan Buruh Versi Ekonom

Daftar Pasal UU Ciptaker yang Rugikan Buruh Versi Ekonom

Setor Nomor HP Siswa untuk Kuota Gratis hingga 15 September

Penyaluran Kuota Gratis Ada yang Tak Tepat Sasaran

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co