MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Februari 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Ulama: Sains Belum Bisa Jawab Isra Mi’raj

Redaksi by Redaksi
11 Maret 2021
in Nasional, News
0
Ulama: Sains Belum Bisa Jawab Isra Mi’raj

ILUSTRASI

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Salah satu peristiwa Nabi Muhammad yang dirayakan setiap bulan Rajab adalah Isra Mi’raj. Isra Mi’raj adalah perjalanan yang ditempuh dalam waktu semalam.

Mulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina lalu menuju Sidratul Muntaha. Lalu, bagaimana kacamata sains memandang peristiwa tersebut?

RelatedPosts

Pria Diduga Sebar Ujaran Kebencian di TikTok Ditangkap

57 dari 104 Hunian Tetap Korban Banjir Aceh Utara Rampung Dibangun

Ngabuburit Sambil Berdonasi, Hermes Palace Hotel Sisihkan Hasil untuk Korban Banjir

Pendiri Rumah Fiqih Indonesia Ustadz Ahmad Sarwat mengatakan tidak cocok jika perjalanan Isra Mi’raj dikaitkan dengan sains. “Dari segi sains ya, jangankan sains di masa sekarang. Di masa akan datang saja belum bisa digambarkan apalagi jika dikaitkan dengan sains zaman Rasulullah. Tidak terbayangkan,” kata Ustadz Ahmad kepada Republika.co.id, Rabu (10/3).

Kemungkinan jika dikaitkan dengan sains di masa sekarang, bepergian dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa mamakan waktu sekitar dua jam menggunakan pesawat, bolak-balik menjadi empat jam. Itu masih masuk akal jika perjalanan tersebut ditempuh dalam satu malam.

Namun, sains tidak bisa menjawab perjalanan dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha. Sampai saat ini pun, pesawat yang memiliki kecepatan cahaya belum ditemukan, baru dengan istilah kecepatan cahaya.

“Kecepatan cahaya itu sebenarnya belum pernah ada wujudnya. Tapi ini sering ada dalam cerita novel atau film fiksi ilmiah. Contohnya, pesawat Enterprise dalam film Star Trek yang kecepatannya sudah seperti kecepatan cahaya,” ujar dia.

Namun, jika melihat teori kecepatan cahaya dengan kecepatan 300 ribu kilometer per detik misalnya, dalam satu malam perjalanan dengan wahana luar angkasa selama 12 jam bolak-balik belum apa-apa. Terlebih, itu belum keluar dari galaksi Bima Sakti.

Padahal, luas alam semesta terdiri dari banyak galaksi. Perjalanan menuju bintang terdekat, Proxima Centauri di luar matahari menghabiskan waktu 4,3 tahun cahaya.

“Cahaya merambat dari bintang itu ke kita 4,3 tahun cahaya. Jika dibandingkan dengan perjalanan Isra Mi’raj dalam satu malam berarti belum seberapa kalau kita berpikir kecepatannya adalah kecepatan cahaya,” ujar dia.

Tentu, Nabi dengan kecepatan yang tidak hanya menggunakan kecepatan cahaya, jauh di atas itu semua. Oleh karena itu, kata dia tidak bisa dibayangkan bahkan dalam versi fiksi ilmiahnya. Terlebih, manusia berada di luar angkasa dengan ketinggian sampai 30 ribu kaki saja sudah tidak bernapas.

Kendati peristiwa Isra Mi’raj merupakan mukjizat Rasulullah, tapi di sisi tertentu tidak menambah keuntungan untuk Rasulullah dan para sahabatnya. Yang ada, orang-orang kafir semakin ingkar dan tidak percaya.

“Jadi, peristiwa Isra Mi’raj sebagai mukjizat tidak menambah keyakinan apa pun. Malahan kebalikannya, yakni orang semakin jauh dari agama Islam. Itu kalau melihatnya dalam sudut pandang orang kafir,” ucap dia.

Tentu berbeda jika melihat dari kacamata umat Islam saat itu. Setelah peristiwa Isra Mi’raj, bagi kaum Muslim menjadi ujian. “Justru keimanan orang-orang beriman dan para sahabat diuji. Disitulah juga Abu Bakar mendapat gelar Ash-Siddiq,” kata dia. []

REPUBLIKA

Tags: Isra' Mi'rajIsrael Langgar Hukum InternasionalMasjidil AqsasainsSidratul Muntahaulama
Previous Post

9 dari 10 Orang di Dunia Tak Sadar Sakit Ginjal Kronik

Next Post

Ma’ruf Amin Resmikan Gerakan Isi Masjid dengan Sejuta Sajadah Pelindung COVID

Related Posts

FK USK Gandeng Ulama Beri Edukasi Imunisasi ke Masyarakat

FK USK Gandeng Ulama Beri Edukasi Imunisasi ke Masyarakat

by Alfath Asmunda
22 Maret 2025
0

MASAKINI.CO - Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) menggandeng ulama dan ustazah perempuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi melalui...

Indahnya Ramadan di Aceh: Ikut Pemerintah Oke, Ulama Pun Yes

Indahnya Ramadan di Aceh: Ikut Pemerintah Oke, Ulama Pun Yes

by Riska Zulfira
28 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Beberapa daerah di Aceh Besar dan Banda Aceh terdapat perbedaan dalam memulai puasa Ramadan 1446 Hijriah. Sebagian masyarakat...

Dua Ulama Aceh Meninggal Dunia, Gubernur Mualem Pimpin Doa

Dua Ulama Aceh Meninggal Dunia, Gubernur Mualem Pimpin Doa

by Alfath Asmunda
13 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Masyarakat Aceh berduka atas meninggal dunia dua ulama kharismatik H. Usman bin Ali, yang lebih akrab dikenal Abu...

Next Post
Ma’ruf Amin Resmikan Gerakan Isi Masjid dengan Sejuta Sajadah Pelindung COVID

Ma'ruf Amin Resmikan Gerakan Isi Masjid dengan Sejuta Sajadah Pelindung COVID

Wali Kota Sabang Lantik dan Kukuhkan 45 Kepala Sekolah

Wali Kota Sabang Lantik dan Kukuhkan 45 Kepala Sekolah

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co