MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Wujudkan Kemandirian Dayah, Pengurus Insan Qur’ani Belajar Pengelolaan Wakaf

Masa Kini by Masa Kini
27 Mei 2021
in News
0
Wujudkan Kemandirian Dayah, Pengurus Insan Qur’ani Belajar Pengelolaan Wakaf

Pengurus Dayah Insan Qur'ani, Aceh Besar. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pimpinan Dayah Insan Qur’ani Ust. Muzakkir Zulkifli beserta pengurus dayah menyambangi kebun kurma milik Mahdi Muhammad di Barbatee, Aceh Besar, Rabu (26/5/2021). Kunjungan itu untuk mempelajari pengembangan wakaf produktif khususnya di bidang pertanian.

Hasil kunjungan ke kebun kurma itu nantinya akan dikembangkan oleh Dayah Insan Qur’ani sebagai ikhtiar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren. Nantinya juga akan dilibatkan para santri dalam pengembangan dan pengelolaan wakaf produktif di bidang pertanian ini.

RelatedPosts

Foto Tragis Gajah Aceh Hantarkan Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026

IDI Aceh Naik Tajam, Kini Tertinggi di Sumatera

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Aceh Hingga 10 Mei 2026

Dayah yang berlokasi di Gampong Aneuk Batee, Suka Makmur, Aceh Besar ini telah memiliki badan usaha dayah yang diharapkan dapat membantu pembangunan dan pengembangan pesantren.

“Badan Usaha Dayah kita saat ini masih fokus pada bidang perdagangan, kita harap nantinya dari hasil kunjungan ini dapat juga merambah bidang pertanian, karena harapan kita suatu saat nanti Badan Usaha Dayah ini dapat membantu para santri, sehingga tidak harus lagi membayar SPP,” katanya.

Sementara pemilik kebun kurma Barbatee, Mahdi Muhammad menyambut baik kehadiran pimpinan Dayah Insan Qur’ani beserta rombongan. Ia mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan pihak Dayah dalam mewujudkan kemandirian pesantren.

Dia menjelaskan alasan memilih menanam pohon kurma kepada rombongan Dayah Insan Qur’ani. Katanya, pohon kurma punya umur sampai 100 tahun. Selain itu, pilihannya memilih lahan tandus untuk ditanami kurma adalah sebagai bentuk penerapan salah satu konsep Islam yaitu ihyaul amwat.

“Apabila project kurma barbatee ini sukses, maka insyaAllah seluruh Aceh dapat ditanami kurma,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan pelaksanaan Wakaf Dayah Insan Qur’ani, ia mewakafkan tiga batang pohon kurma untuk ditanam di kampus Dayah dan siap untuk berdiskusi kalau dibutuhkan.

“Kita sangat mendukung ini, insyaallah kita juga siap untuk membantu apa yang dibutuhkan menyukseskan program yang dikembangkan oleh Dayah sesuai dengan kapasitas kita,” pungkasnya.

Tags: Aceh BesarDayah Insan QuraniKemandirian DayahKurma BarbateeWakaf Produktif
Previous Post

Aceh Diguyur Hujan, Gerhana Bulan Total Tak Terlihat

Next Post

Satu Pasien Covid-19 di Aceh Tamiang Meninggal Dunia

Related Posts

Pemkab Aceh Besar Akan Perluas Program Beut Kitab ke Seluruh Sekolah Negeri

by Redaksi
8 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan memperluas program Beut Kitab Bak Sikula ke seluruh sekolah negeri pada tahun ajaran...

Rencong Aceh, Dari Senjata Bersejarah Menjadi Simbol Identitas yang Terlindungi

Rencong Aceh, Dari Senjata Bersejarah Menjadi Simbol Identitas yang Terlindungi

by Ulfah
1 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Aceh dikenal sebagai “Tanoh Rencong”. Rencong merupakan senjata khas Aceh memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat, serta...

Temuan 20 Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar, Tiga Hektare Dimusnahkan

by Riska Zulfira
29 April 2026
0

MASAKINI.CO -  Polda Aceh menemukan sekitar 20 hektare ladang ganja di wilayah pedalaman Aceh Besar dalam Operasi Antik Seulawah 2026....

Next Post
Satu Pasien Covid-19 di Aceh Tamiang Meninggal Dunia

Satu Pasien Covid-19 di Aceh Tamiang Meninggal Dunia

Proses Penetapan Hutan Adat Jalan di Tempat, JKMA Mengadu ke Wali Nanggroe

Proses Penetapan Hutan Adat Jalan di Tempat, JKMA Mengadu ke Wali Nanggroe

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co