MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Maret 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Wujudkan Kemandirian Dayah, Pengurus Insan Qur’ani Belajar Pengelolaan Wakaf

Masa Kini by Masa Kini
27 Mei 2021
in News
0
Wujudkan Kemandirian Dayah, Pengurus Insan Qur’ani Belajar Pengelolaan Wakaf

Pengurus Dayah Insan Qur'ani, Aceh Besar. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pimpinan Dayah Insan Qur’ani Ust. Muzakkir Zulkifli beserta pengurus dayah menyambangi kebun kurma milik Mahdi Muhammad di Barbatee, Aceh Besar, Rabu (26/5/2021). Kunjungan itu untuk mempelajari pengembangan wakaf produktif khususnya di bidang pertanian.

Hasil kunjungan ke kebun kurma itu nantinya akan dikembangkan oleh Dayah Insan Qur’ani sebagai ikhtiar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren. Nantinya juga akan dilibatkan para santri dalam pengembangan dan pengelolaan wakaf produktif di bidang pertanian ini.

RelatedPosts

122 Armada Dikerahkan, Pemerintah Aceh Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Gratis

Awardee BIB Aceh Salurkan 65 Paket Makanan kepada Warga di Bulan Ramadan

100 Armada Disiapkan untuk Mudik Gratis dari Banda Aceh

Dayah yang berlokasi di Gampong Aneuk Batee, Suka Makmur, Aceh Besar ini telah memiliki badan usaha dayah yang diharapkan dapat membantu pembangunan dan pengembangan pesantren.

“Badan Usaha Dayah kita saat ini masih fokus pada bidang perdagangan, kita harap nantinya dari hasil kunjungan ini dapat juga merambah bidang pertanian, karena harapan kita suatu saat nanti Badan Usaha Dayah ini dapat membantu para santri, sehingga tidak harus lagi membayar SPP,” katanya.

Sementara pemilik kebun kurma Barbatee, Mahdi Muhammad menyambut baik kehadiran pimpinan Dayah Insan Qur’ani beserta rombongan. Ia mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan pihak Dayah dalam mewujudkan kemandirian pesantren.

Dia menjelaskan alasan memilih menanam pohon kurma kepada rombongan Dayah Insan Qur’ani. Katanya, pohon kurma punya umur sampai 100 tahun. Selain itu, pilihannya memilih lahan tandus untuk ditanami kurma adalah sebagai bentuk penerapan salah satu konsep Islam yaitu ihyaul amwat.

“Apabila project kurma barbatee ini sukses, maka insyaAllah seluruh Aceh dapat ditanami kurma,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan pelaksanaan Wakaf Dayah Insan Qur’ani, ia mewakafkan tiga batang pohon kurma untuk ditanam di kampus Dayah dan siap untuk berdiskusi kalau dibutuhkan.

“Kita sangat mendukung ini, insyaallah kita juga siap untuk membantu apa yang dibutuhkan menyukseskan program yang dikembangkan oleh Dayah sesuai dengan kapasitas kita,” pungkasnya.

Tags: Aceh BesarDayah Insan QuraniKemandirian DayahKurma BarbateeWakaf Produktif
Previous Post

Aceh Diguyur Hujan, Gerhana Bulan Total Tak Terlihat

Next Post

Satu Pasien Covid-19 di Aceh Tamiang Meninggal Dunia

Related Posts

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

by Redaksi
14 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Warga Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, mulai menunaikan kewajiban zakat fitrah menjelang Hari Raya...

Bupati Aceh Besar Tekankan Penguatan Ekonomi Syariah dan Peran Lembaga Keistimewaan Aceh

by Riska Zulfira
9 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat berbasis syariah serta peran lembaga keistimewaan Aceh dalam...

MTQ ke-34 At-Taqwa Lampupok Ditutup, Gampong Seureumo Kembali Juara Umum

by Riska Zulfira
4 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Remaja Masjid At-Taqwa Lampupok, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, menutup rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 pada Selasa...

Next Post
Satu Pasien Covid-19 di Aceh Tamiang Meninggal Dunia

Satu Pasien Covid-19 di Aceh Tamiang Meninggal Dunia

Proses Penetapan Hutan Adat Jalan di Tempat, JKMA Mengadu ke Wali Nanggroe

Proses Penetapan Hutan Adat Jalan di Tempat, JKMA Mengadu ke Wali Nanggroe

Discussion about this post

CERITA

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co