MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

DPR RI-USK Bahas Rencana Perubahan UUPA

Redaksi by Redaksi
10 Mei 2022
in Daerah
0
DPR RI-USK Bahas Rencana Perubahan UUPA

Suasana FGD yang membahas perubahan UUPA. (foto: masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Keahlian DPR RI bersama Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan bahasan Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium FMIPA kampus setempat, Banda Aceh, Selasa (10/5/2022).

FGD tersebut mengangkat tema “Arah Kebijakan Rancangan Undang-Undang Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh”.

RelatedPosts

Modal Gampong Berbuah Panen, Petani Lamgirek Raup Jutaan Rupiah dari Semangka Non Biji

Defisit 500 Ton per Hari, Pemprov Aceh Minta Pusat Turun Tangan Atasi Kelangkaan Semen

Pemkab Aceh Besar Turunkan Pompa Air Cegah Sawah Kekeringan di Lhoknga

Sekjen DPR RI, Indra Iskandar, dalam sambutnya menggarisbawahi bahwa, FGD merupakan bentuk keseriusan bersama untuk membangun Aceh yang lebih baik, yang pada hari ini diyakini bersama sedang tidak baik-baik saja.

“FGD ini diselenggarakan Badan Keahlian DPR RI bekerjasama dengan USK, untuk memperoleh saran dari bapak ibu untuk konsep akademik terhadap UU No 11,” kata Sekjen DPR RI.

Indra menjelaskan, FGD tersebut sekaligus bagian dari melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Yang meliput beberapa hal, diantaranya; hak untuk didengar, untuk dipertimbangkan masukannya, dan hak untuk diminta penjelasan terhadap tindak lanjut sebuah masukan.

Lebih jauh ia menyampaikan, penyusunan RUU sebagimana disebutkan di atas, bukan hanya bagian dari tindak lanjut MK, tapi juga untuk mengakomodir keinginan masyarakat Aceh. Dengan harapan memuat keadilan dan kesejahteraan Aceh.

“Berapa lama RUU ini akan selesai, saya kira tergantung sikap kita, dalam menganggap UU ini urgensi untuk masyarakat Aceh, (terutama) keseriusan DPRA dan Pemprov Aceh. Dan semua stakeholder yang ada demi kemajuan Aceh,” ungkap Indra.

Sekjen DPR RI membeberkan, data statistik yang menunjukkan Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera, merupakan fakta yang tidak perlu dipertentangkan. Sebab diumumkan secara resmi oleh lembaga negara dan menggunakan metode ilmiah.

Persoalan lainnya, masih banyak komponen yang terbelah dari berbagai kepentingan. Hal ini merupakan PR ke depan, untuk bergandengan tangan dalam menyelesaikan masalah di Aceh dengan kerendahan hati.

“Saya ingin semua kita bergandeng tangan untuk menatap Aceh ke depan. Rancangan UU ini (setelah mendapatkan masukan) sesegera mungkin kami bawa ke badan legislasi untuk segera digodok,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan mengatakan, USK memandang pembahasan ini sangat penting dan substansial. Karena ini akan jadi acuan pemerintahan dalam menetapkan pemerintahan.

“Kita semua sadar UUPA belum mampu menjawab persoalan Aceh secara keseluruhan. Kita sangat berharap, perubahan UUPA ini tidak mendegradasi semangat yang ada di MoU Helsinki. Kita semua sepakat, MoU tersebut merupakan suatu kesepakatan yang perlu kita hargai bersama,” kata Rektor USK.

Menurutnya, paling tidak ada dua hal penting yang perlu dijaga; pertama, semangat perdamaian dan kedua, semangat menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh secara keseluruhan.

Dalam perjalanannya, UUPA banyak problematik. Maka dari itu, perlu kajian bersama dan diberikan masukan. Poin terpenting yang ingin sama-sama harus dijaga yaitu poin MoU Helsinki tidak terdegradasi.

“Sinergis dengan peraturan yang ada, jangan sampai tumpang tindih. Seperti soal pengelolaan migas. Kita juga masih butuh dana Otsus. Dengan perubahan ini, paling tidak, dua persen bisa dipertahanan,” jelas Prof Marwan.

USK sudah beberapa kali mendiskusikan tentang rencana perubahan ini, seperti dengan Dewan Pertahanan Nasional maupun lembaga di Aceh. Menurut Prof Marwan, yang paling penting dari UUPA adalah diimplementasikan lebih baik lagi ke depannya.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dari DPR RI yang telah mempercayai USK menjadi host terhadap FDD ini.

Untuk diketahui, FGD tersebut dihadiri berbagai unsur. Dari Perguruan Tinggi meliputiUSK, UIN Ar-Raniry, Unimal dan UTU. Kemudian turut hadir Majelis Adat Aceh, Ulama Aceh; MPU, BRA, dan lainya.

Adapun narasumber pada FGD ini diisi oleh Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum. (Kepala Badan Keahlian DPR RI), Dr. M. Gaussyah, SH., MH (Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala) Teuku Kemal Fasya, S.Ag, M.Hum (Dosen Antropologi FISIP Universitas Malikussaleh), Prof. Muhammad Siddiq Armia, M.H., Ph.D. (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh).

Kemudian Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si (Wakil Dekan 1 Fakultas Fisipol Universitas Teuku Umar), Azhari, S.IP (Ketua Badan Reintegrasi Aceh), Tgk. Faisal Mali (Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama), Tgk. Yusdedi (Ketua Majelis Adat Aceh) serta Dr. Nazamuddin, S.E., M.A. (Ketua Komisi Beasiswa, Kerjasama, Mediasi dan Publikasi Majelis Pendidikan Aceh).

Tags: DPR RIIndra IskandarMoU HelsinkiUniversitas Syiah KualaUU Nomor 11 Tahun 2006UUPA
Previous Post

Dorong Pengembangan Data Scientist, BRI Selenggarakan Financial Data Challenge 2022

Next Post

Deddy Corbuzier Minta Maaf dan Hapus Konten LGBT

Related Posts

Sekda Aceh: Dana Otsus Turunkan Kemiskinan 16 Persen dalam 18 Tahun

by Redaksi
20 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menegaskan Dana Otonomi Khusus (Otsus) telah berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Aceh selama hampir dua...

Pemerintah Aceh Pertahankan Dana Otsus 2,5 Persen dalam Pembahasan Revisi UUPA

by Riska Zulfira
18 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh kembali menegaskan sikapnya untuk mempertahankan alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar 2,5 persen dalam pembahasan revisi...

Pemerintah Aceh, DPRA dan Forbes Sepakat Fokus Revisi UUPA pada Kewenangan dan Fiskal

by Ahmad Mufti
16 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh bersama pimpinan DPR Aceh dan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh...

Next Post
Deddy Corbuzier Minta Maaf dan Hapus Konten LGBT

Deddy Corbuzier Minta Maaf dan Hapus Konten LGBT

Perubahan APBA 2021 Hanya untuk Kepentingan Elit di Aceh

Kunker DPRA ke Amerika Dinilai Hanya Modus untuk Jalan-jalan

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co