MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, September 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Dosen USK Dampingi Warga Meuraxa Susun Resam BUMG dan Persampahan

Ali L by Ali L
2 September 2022
in Daerah
0

Dosen Fakultas Hukum USK, Safrina saat memberikan penjelasan tentang Reusam.

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dosen Universitas Syiah Kuala (USK) dari Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik Arsitektur, melakukan kegiatan Pendampingan Penyusunan Reusam Gampong tentang BUMG dan Persampahan, serta penyusunan Rencana Bisnis unit usaha pengelolaan sampah.

Tim diketuai Safrina (Dosen Fakultas Hukum) dengan anggota Muhammad Insa Ansari (Dosen Fakultas Hukum) dan Zulfikar Taqiuddin (Fakultas Teknik Arsitektur).

RelatedPosts

Aceh Besar Fokus Cegah Masalah Tumbuh Kembang Anak Sejak 1.000 HPK

Banda Aceh Raih Silver Award IMT-GT Green City untuk Pengelolaan Sampah

DPR RI Setujui Revisi UUPA Jadi Inisiatif DPR, Pemerintah Aceh Harap Beri Kepastian Dana Otsus

Menurut Safrina, pendampingan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP), merupakan agenda rutin bagi dosen di lingkungan USK sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh telah dimulai pada tahun 2004, sebagai bagian dari program pemulihan kondisi paska bencana Tsunami,” kata Sarina, Jumat (2/9/2022).

Ia menjelaskan Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan untuk mengurangi sampah atau limbah rumah tangga, sebagai salah satu langkah dalam menjalankan amanat Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Pemerintah kota atau kabupaten diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah dari sumbernya sebanyak 30 persen hingga tahun 2025,” sebut Safrina.

Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan pengurangan volume sampah sekitar 22 persen berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 46 Tahun 2018 tentang Kebijakan Strategi Pengelolaan Sampah di Banda Aceh.

Selain itu, Gampong Alue Deah Teungoh termasuk salah satu gampong binaan Progam Kampung Iklim (Proklim) Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh.

“Progam Proklim merupakan program nasional adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim yang berbasis masyarakat,”

Gampong Alue Deah Teungoh sudah memulai pengelolaan sampah dan telah memulai memanfaatkan limbah untuk dijadikan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis.

Namun menurut Safrina, gampong tersebut belum memiliki Reusam (peraturan desa) yang mengatur tentang pengelolaan sampah. Keberadaan reusam tersebut dirasa penting untuk mendukung sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Gampong Alue Deah Teungoh dimulai dari tahapan pemilahan, pengumpulan melalui bank sampah dan juga pemanfaatan limbah khususnya plastik untuk dijadikan produk yang memiliki nilai ekonomis,” jelasnya lagi.

Safrina menyebutkan kegiatan yang dilakukan pihaknya bertujuan untuk memberikan pendampingan penyusunan reusam gampong tentang BUMG dan Persampahan sebagai salah satu faktor pendukung terbentuknya tata kelola pemerintahan gampong yang baik.

“Selain itu juga bertujuan memberikan dukungan pengetahuan pada kelompok pengelolaan sampah serta masyarakat gampong pada umumnya, tentang manajemen pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi sebagai implementasi dari konsep ekonomi sirkular,” pungkas Safrina.

Tags: Banda AcehFakultas HukumFakultas Teknik ArsitekturGampong Alue Deah TeungohKecamatan MeuraxaReusam SampahUniversitas Syiah Kuala
Previous Post

Kecamatan Lhoong Dilanda Banjir

Next Post

Terapkan New Way of Learning, BRI Implementasikan Proses Pendidikan Best Practice Internasional

Related Posts

Pulau Weh Jadi Laboratorium Lapangan Peneliti Asia, Bahas Teknologi Laut Hadapi Perubahan Iklim

by Ahmad Mufti
9 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pulau Weh, Kota Sabang, menjadi ruang belajar bagi peneliti, akademisi, dan peserta dari sejumlah negara Asia dalam Program...

Pasokan Berkurang, Harga Ayam di Banda Aceh Naik Jadi Rp75 Ribu per Ekor

by Aininadhirah
8 September 2026
0

MASAKINI.CO - Harga daging ayam di Pasar Al-Mahirah, Banda Aceh, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pedagang menyebut kenaikan tersebut...

Pemko Banda Aceh Perkuat Ekosistem Talenta Digital, BAA dan GSIH Jadi Fokus

by Redaksi
5 September 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat pengembangan talenta dan inovasi digital daerah melalui Banda Aceh Academy (BAA) dan Garuda...

Next Post
Terapkan New Way of Learning, BRI Implementasikan Proses Pendidikan Best Practice Internasional

Terapkan New Way of Learning, BRI Implementasikan Proses Pendidikan Best Practice Internasional

Update Kasus Korupsi Beasiswa: Rp791 Juta Kerugian Negara Dikembalikan Mahasiswa

Polda Aceh Rilis Nama Penerima Beasiswa Tak Sesuai Syarat

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co