MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Maret 1, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Perda – Candra, Penerus Estafet Agus Suhendra di Persiraja

Redaksi by Redaksi
28 September 2022
in Headline, Olahraga
0
Perda – Candra, Penerus Estafet Agus Suhendra di Persiraja

Pesepakbola Aceh Selatan di Persiraja, Chandra, Agus (tengah) dan Perda. (Ilustrasi: masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Nun jauh di daerah berjuluk ‘Kota Naga’, Aceh Selatan, Agus Suhendra tersenyum bahagia. Candra Rahmat dan Perda Rahman menjadi aktor penentu kemenangan untuk Persiraja, kala menundukkan PSPS Riau di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Senin (26/9/2022).

Candra dan Perda merupakan dua dari tiga pesepakbola Aceh Selatan, yang memperkuat Persiraja di Liga 2 musim kompetisi 2022/2023. Dua juniornya itu, baru saja membuka keran gol, di kasta profesional pertama mereka.

RelatedPosts

Gamis Melayu “Bini Orang” Jadi Primadona Lebaran Tahun 2026

Sampel MBG Simpang Mamplam Diuji BBPOM Aceh, Hasil Keluar 4–5 Hari

Manchester United dan Manchester City Bersaing Rekrut Gelandang Nottingham Forest

Berhubung jarak, dan tidak disiarkan secara live, Agus mengaku tidak menyaksikan keduanya beraksi di depan ‘Publik Lampineung’. Sore itu, ia juga sedang bertanding, bermain tarkam di kampung halaman untuk salah satu tim.

“Bereh, bereh, bereh (baca; mantap) orang ini. Tapi saya gak nonton, sedang main tarkam sore itu,” kata Agus, kepada masakini.co, Rabu (28/9/2022).

Ia berpesan, agar Candra dan Perda tak cepat puas, apalagi terlanjur besar kepala. Perjalanan karier mereka baru saja dimulai. Terlalu banyak PR yang seharusnya diselesaikan. Agus mengaku, di beberapa kesempatan kerap bertukar kabar, terutama dengan Perda.

“Kalau Perda sering komunikasi. Sesederhana tanya kabar, atau hari ini main gak?” ungkapnya.

Menurut Agus, terlepas dari performa wakil Aceh Selatan tersebut masih banyak kekurangan, namun gol dan aksi keduanya, menunjukkan mereka pantas berseragam Laskar Rencong. Namun, butuh waktu agar Perda-Candra lekas matang.

Saat disinggung peran senior dalam membuka jalan dan menuntun bakat dari ‘Tuan Tapa’ itu, Agus merendah. Katanya, tidak ada hubungannya dengan para senior. Mereka sudah membuka jalannya sendiri, dan layak diapresiasi atas keberanian keluar kampung.

Agus sudah mengenal lama juniornya itu. Ia tak heran bila keduanya kini bisa naik kelas dari amatir ke profesional. Ia menilai, Candra memiliki kelebihan pada keberanian. Namun, talenta pemain asal Desa Teupin Gajah, Kecamatan Pasie Raja itu, akan sangat optimal bila ia dimainkan sebagai sayap, ataupun gelandang.

“Kekurangan Candra paling nampak kalau dia ditempatkan sebagai full back. Dia belum ngerti caranya. Timing kapan bertahan dan menyerang belum dipahami betul. Tapi, kalau digembleng lama dan dia juga fokus, saya yakin dia bisa sama baiknya di full back layaknya saat bermain di sayap,” jelas Agus.

Perubahan posisi Candra, sejatinya sama dengan dirinya. Dulu, Agus merupakan pemain sayap. Namun direposisi menjadi full back kiri. Untuk menjadi pemain yang langganan inti, sampai bisa membawa Persiraja promosi ke Liga 1 di tahun 2019, Agus sudah melewati proses asam pahit. Terutama mengokohkan pondasi pemahaman, bagaimana menjadi full back yang baik dan benar, lagi modern.

Sedangkan Perda, juga sama seperti pemain lain umumnya, yang memiliki sisi plus dan minus. Namun, bagi Agus, yang paling harus disyukuri adalah Perda sudah naik kelas. CV-nya sebagai jebolan PON Aceh kini bermuara. Kekurangan pemain dari Desa Kapeh, Kecamatan Kluet Selatan itu, menurut Agus, terletak pada duel yang relatif masih belum cukup berani.

“Kalau kelebihan Perda, dia punya naluri cetak gol yang kuat. Penyelesaian akhirnya juga ok,” nilainya.

Selain Perda dan Candra, pesepakbola Aceh Selatan yang juga memperkuat Persiraja musim ini adalah Maretha Uqbah. Pemain yang lebih dikenal dengan panggilan Uut itu, sudah pernah diberikan kepercayaan sebagai pemain inti, saat laga tandang Persiraja versus Sriwijaya FC.

Agus memandang, mentalitas Uut musti terus dipupuk agar keberanian tumbuh kuat. Dirinya percaya, seiring bertambahnya jam terbang, gelandang ini bisa memperbaiki performanya.

“Sebagai gelandang bertahan, Uut ini type-nya beda. Kalau dibilang petarung, petarung dia. Tapi bukan tipikal strength. Tidak bijak bila tolok ukur menilai Uut, hanya di laga tandang. Coba kasih dia kesempatan di kandang, kemungkinan maksimal,” urai Agus.

Saat menghadapi Sriwijaya FC, Uut yang dipercayakan main sejak awal, belum tampil menggigit. Di babak kedua dia digantikan pemain lainnya. Menurut salah satu sumber media ini, kurang maksimalnya Uut di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, Kamis (22/9) karena yang bersangkutan dalam keadaan kurang sehat.

Kehadiran tiga pesepakbola Aceh Selatan di Persiraja tahun 2022, meneruskan tradisi keterwakilan daerah dengan komoditi unggulan Pala itu. Menyambung estafet para pendahulu, seperti Jal Koto, Abrar, Erisman, Hendra Sandi, Firman Mahya, Irwandi Mahya, Agus Suhendra dan banyak lagi.

“Harus rajin latihan, fokus, tunjukkan bahwa kita bisa! Kalau boleh, ya jangan cuma sampai di Persiraja. Kalau udah ada kesempatan, jangan disia-siakan,” pesannya.

Agus melihat, Aceh Selatan tidak kekurangan pesepakbola muda penuh talenta. Yang membedakan, cuma di faktor rezeki dan keberuntungan. Ia berharap, ke depan, semakin banyak pesepakbola daerahnya yang berani mengambil keputusan.

“Cuma ya masih banyak yang gak berani ambil keputusan untuk keluar. Harus berani mereka.
Kalau di sini-sini saja (Aceh Selatan), siapa mau lihat. Paling ya Persal (Liga 3), ya di situ-situ saja,” ujarnya.

Agus Suhendra merupakan pesepakbola Aceh Selatan yang paling lama membela Persiraja. Putaran kedua tahun 2013 menandai debut profesionalnya bersama Persiraja. Kebersamaan itu harus berakhir tahun 2021. Cedera LCL dan MCL menceraikan ia dengan tim yang sangat Agus cintai.

Baru beberapa bulan terakhir ia pulang dari Pulau Jawa, usai melakukan operasi lutut dan melakukan serangkaian terapi. Hari-hari belakangan, Agus sudah bisa merumput kembali, sekalipun belum 100 persen seperti sedia kala. Selain aktif di tarkam, Agus mengisi waktu dengan bertani, membantu keluarga pergi ke sawah untuk urusan padi.

“InsyaAllah 2023 comeback,” bebernya.

Agus belum tau kemana ia akan berlabuh. Boleh jadi pulang ke rumah; Persiraja. Atau berpetualang ke klub lain di Indonesia. Andai pun ia tak kembali ke pangkuan Persiraja, setidaknya, penerus estafet ‘Si Kidal Naga’ dari negeri Tuan Tapa, dilanjutkan oleh orang yang tepat, juniornya.

Tags: Agus SuhendraCandra RahmatLegenda PersirajaLiga 2 2022/2023masakiniPerda RahmanPersal Liga 3Persiraja Banda AcehPersiraja Vs PerserangPesepakbola Aceh SelatanSriwijaya FC
Previous Post

Pakar Keamanan Siber Imbau Masyarakat Tak Asal Klik Link & Install Aplikasi

Next Post

Persela Lamongan dan Fakhri Husaini Akhiri Kerjasama Lebih Cepat

Related Posts

Persiraja Tunjuk Jaya Hartono Sebagai Pelatih Baru, Lisensi A AFC Jadi Pilihan

by Ahmad Mufti
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam telah secara resmi mengangkat Jaya Hartono sebagai pelatih kepala tim, untuk...

Dimurthala Ternoda, Presiden Persiraja Panas Dingin

Belum Jelas Sampai Kapan Akhyar Ilyas Tinggalkan Persiraja

by Ahmad Mufti
1 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Pelatih kepala Persiraja Banda Aceh Akhyar Ilyas telah secara langsung meminta izin untuk pamit kepada Presiden klub Nazaruddin...

Keluarga Prioritas Utama, Akhyar Ilyas Tinggalkan Persiraja Demi Merawat Istri

by Ahmad Mufti
31 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pada laga penutup putaran kedua kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/26, Persiraja Banda Aceh akan menghadapi PSPS Pekanbaru tanpa...

Next Post
Persela Lamongan dan Fakhri Husaini Akhiri Kerjasama Lebih Cepat

Persela Lamongan dan Fakhri Husaini Akhiri Kerjasama Lebih Cepat

Dirut BRI Ungkap Komitmen Berikan Dividen Optimal Kepada Pemegang Saham

Dirut BRI Sunarso Dinobatkan Sebagai Tokoh Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM

Discussion about this post

CERITA

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co