MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Panorama Air Terjun Pudeng, Wisata Alam yang Masih Alami

Masa Kini by Masa Kini
2 April 2023
in Cerita
0
Panorama Air Terjun Pudeng, Wisata Alam yang Masih Alami

Suasana di tempat wisata air terjun Pudeng, Lhong, Aceh Besar. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Berbicara tentang destinasi wisata, Aceh menjadi salah satu wilayah yang tak ada habisnya dan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Tak hanya dikenal punya wisata bahari, wisata alam pun tersedia dan kerap menjadi incaran wisatawan.

Dari banyaknya tempat wisata, salah satu yang paling diminati oleh para travellers yakni wisata dataran tinggi seperti bukit maupun gunung, dan wisata air terjun.

RelatedPosts

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

Tak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan spot wisata seperti itu di Aceh. Di wilayah Aceh Besar tepatnya di Desa Pudeng, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, wisatawan dapat menemukan air terjun dengan pemandangan bukit yang masih alami.

Letaknya di kaki bukit Glee Bruek. Di sana mengalir air gunung yang jernih di antara sela-sela batu gunung. Untuk sampai ke lokasi ini, pengunjung terlebih dahulu melewati bibir pantai. Jalanannya menanjak dengan tikungan sedikit tajam.

Berjarak 38 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh, wisatawan melewati dua pegunungan, yakni Gunung Paro dan Kulu untuk sampai ke air terjun Pudeng. Di sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati suasana sejuk khas pegunungan.

Selain itu, jika lagi musim, sepanjang jalan Gunung Paro dan Kulu, wisatawan dapat menikmati ragam buah-buahan yang sudah jarang ditemukan di perkotaan. Semisal buah jambu bol dan duriah yang dijual warga di pinggir jalan.

Butuh waktu sekitar satu jam perjalanan dengan kendaraan dari Kota Banda Aceh ke air terjun Pudeng ini.

Sayangnya, ketika hampir memasuki lokasi air terjun, dari pinggir jalan raya, tak ada tanda petunjuk arah untuk menuju ke objek wisata itu. Bagi wisatawan yang belum pernah berkunjung, tentu ini menjadi masalah.

Masuk ke lokasi air terjun, Anda akan melewati terlebih dahulu jalan perkampungan. Hamparan persawahan memanjakan mata, sebelum tiba di salah satu pintu masuk menuju lokasi.

Dari persimpangan, pengunjung akan dihadapkan dengan perkebunan sawit lebat dan luas. Jalanan berbatu yang bersisian dengan saluran irigasi. Air irigasi itu sangat jernih. Juga berasal dari air terjun Pudeng.

Gemercik air terjun semakin terdengar, suara burung setia menyambut kedatangan pengunjung. Pancaran air warna biru muda terlihat jelas saat saat Anda baru memarkirkan kendaraan.

Beberapa orang pengunjung sedang duduk santi di sekitar lokasi air terjun Pudeng. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Angin sepoi-sepoi berhembus teduh di lokasi air terjun.  Pemandangan hijau nan rimbun, serta bebatuan besar tersusun rapi di sana. Gemuruh air mengalir dari puncak air terjun yang dihimpit tebing-tebing bebatuan.

Untuk dapat menyentuh air yang menyegarkan, pengunjung harus menaiki beberapa meter bebatuan yang telah disusun rapi. Kemudian di dalamnya terdapat kolam-kolam kecil yang dapat dinikmati oleh wisatawan untuk bermain air.

Berbeda dengan air terjun pada umumnya, destinasi wisata air terjun Pudeng ini mengalir deras melalui bebatuan yang bertingkat-tingkat. Oleh karenanya pengelola tempat wisata sangat melarang keras wisatawan untuk tak meloncat dari  ketinggian karena sangat berbahaya.

Pengelola wisata air terjun Pudeng, Syukri, mengatakan di lokasi wisata tersebut telah terpasang pemberitahuan dilarangnya meloncat dari puncak. Menurutnya ketinggian air terjun itu mencapai 30 meter.

“Kami selalu mengingatkan pengunjung untuk tidak naik ke atas, dan banyak juga tempelan-tempelan yang melarang keras pengunjung naik ke puncak,” kata Syukri, pertengahan Maret 2023 lalu.

Menurut Syukri, pengunjung air terjun Pudeng ini akan membludak pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Selain sebagai tempat pemandian, pengelola juga menyediakan lokasi bagi Anda yang ingin berkemah.

“Yang berkemah di sini banyak, bahkan hampir tiap bulan ada,” kata Syukri.

Selain itu di sana juga terdapat gazebo yang disediakan oleh pengelola. Pengunjung dapat menikmati ragam cemilan yang disediakan.

Fasilitas lainnya, di sana juga terdapat dua bangunan sejenis villa yang dapat disewa oleh wisatawan apabila hendak staycation. Bangunan ini dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC), televisi dan kamar mandi.

Bangunan didesain dengan konsep yang unik. Tak punya dinding beton, hanya memiliki dinding dari atap genteng yang dipasang sampai ke bawah.

“Untuk biayanya sendiri Rp1 juta untuk menyewa satu villa itu,” sebut Syukri.

Panorama di air terjun Pudeng, Lhong, begitu mempesona. Pengunjung dibuat betah untuk berlama-lama.

Tags: Aceh BesarAir Terjun PudengKecamatan LhongLokasi Wisata AcehWisata
Previous Post

BNI Xpora Dinilai Sebagai Terobosan Bagus untuk Keketuaan ASEAN 2023

Next Post

Pemerintah Kebut Pembangunan Jalur Kereta Api di Aceh

Related Posts

Satpol PP Aceh Besar Perketat Pengawasan Bukit Lamreh Usai Dugaan Pemerasan Wisatawan

by Riska Zulfira
19 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar memperketat pengawasan di kawasan wisata Bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya,...

Lima Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Asal Aceh Utara Ditemukan Selamat

by Riska Zulfira
6 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah lima hari dinyatakan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Aceh Besar, pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23),...

Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Terseret Arus Saat Memancing Belum Ditemukan

by Riska Zulfira
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Tim SAR gabungan masih belum menemukan Ahmad Thalha Reza (21), warga Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh...

Next Post
Pemerintah Kebut Pembangunan Jalur Kereta Api di Aceh

Pemerintah Kebut Pembangunan Jalur Kereta Api di Aceh

Peran Penting Orang Tua Jaga Pola Asuh Demi Tumbuh Kembang Anak

Dosen USK Terbitkan Buku Makanan Sehat Bagi Pengidap Diabetes

Discussion about this post

CERITA

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...