MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Panorama Air Terjun Pudeng, Wisata Alam yang Masih Alami

Masa Kini by Masa Kini
2 April 2023
in Cerita
0
Panorama Air Terjun Pudeng, Wisata Alam yang Masih Alami

Suasana di tempat wisata air terjun Pudeng, Lhong, Aceh Besar. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Berbicara tentang destinasi wisata, Aceh menjadi salah satu wilayah yang tak ada habisnya dan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Tak hanya dikenal punya wisata bahari, wisata alam pun tersedia dan kerap menjadi incaran wisatawan.

Dari banyaknya tempat wisata, salah satu yang paling diminati oleh para travellers yakni wisata dataran tinggi seperti bukit maupun gunung, dan wisata air terjun.

RelatedPosts

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

Tak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan spot wisata seperti itu di Aceh. Di wilayah Aceh Besar tepatnya di Desa Pudeng, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, wisatawan dapat menemukan air terjun dengan pemandangan bukit yang masih alami.

Letaknya di kaki bukit Glee Bruek. Di sana mengalir air gunung yang jernih di antara sela-sela batu gunung. Untuk sampai ke lokasi ini, pengunjung terlebih dahulu melewati bibir pantai. Jalanannya menanjak dengan tikungan sedikit tajam.

Berjarak 38 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh, wisatawan melewati dua pegunungan, yakni Gunung Paro dan Kulu untuk sampai ke air terjun Pudeng. Di sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati suasana sejuk khas pegunungan.

Selain itu, jika lagi musim, sepanjang jalan Gunung Paro dan Kulu, wisatawan dapat menikmati ragam buah-buahan yang sudah jarang ditemukan di perkotaan. Semisal buah jambu bol dan duriah yang dijual warga di pinggir jalan.

Butuh waktu sekitar satu jam perjalanan dengan kendaraan dari Kota Banda Aceh ke air terjun Pudeng ini.

Sayangnya, ketika hampir memasuki lokasi air terjun, dari pinggir jalan raya, tak ada tanda petunjuk arah untuk menuju ke objek wisata itu. Bagi wisatawan yang belum pernah berkunjung, tentu ini menjadi masalah.

Masuk ke lokasi air terjun, Anda akan melewati terlebih dahulu jalan perkampungan. Hamparan persawahan memanjakan mata, sebelum tiba di salah satu pintu masuk menuju lokasi.

Dari persimpangan, pengunjung akan dihadapkan dengan perkebunan sawit lebat dan luas. Jalanan berbatu yang bersisian dengan saluran irigasi. Air irigasi itu sangat jernih. Juga berasal dari air terjun Pudeng.

Gemercik air terjun semakin terdengar, suara burung setia menyambut kedatangan pengunjung. Pancaran air warna biru muda terlihat jelas saat saat Anda baru memarkirkan kendaraan.

Beberapa orang pengunjung sedang duduk santi di sekitar lokasi air terjun Pudeng. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Angin sepoi-sepoi berhembus teduh di lokasi air terjun.  Pemandangan hijau nan rimbun, serta bebatuan besar tersusun rapi di sana. Gemuruh air mengalir dari puncak air terjun yang dihimpit tebing-tebing bebatuan.

Untuk dapat menyentuh air yang menyegarkan, pengunjung harus menaiki beberapa meter bebatuan yang telah disusun rapi. Kemudian di dalamnya terdapat kolam-kolam kecil yang dapat dinikmati oleh wisatawan untuk bermain air.

Berbeda dengan air terjun pada umumnya, destinasi wisata air terjun Pudeng ini mengalir deras melalui bebatuan yang bertingkat-tingkat. Oleh karenanya pengelola tempat wisata sangat melarang keras wisatawan untuk tak meloncat dari  ketinggian karena sangat berbahaya.

Pengelola wisata air terjun Pudeng, Syukri, mengatakan di lokasi wisata tersebut telah terpasang pemberitahuan dilarangnya meloncat dari puncak. Menurutnya ketinggian air terjun itu mencapai 30 meter.

“Kami selalu mengingatkan pengunjung untuk tidak naik ke atas, dan banyak juga tempelan-tempelan yang melarang keras pengunjung naik ke puncak,” kata Syukri, pertengahan Maret 2023 lalu.

Menurut Syukri, pengunjung air terjun Pudeng ini akan membludak pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Selain sebagai tempat pemandian, pengelola juga menyediakan lokasi bagi Anda yang ingin berkemah.

“Yang berkemah di sini banyak, bahkan hampir tiap bulan ada,” kata Syukri.

Selain itu di sana juga terdapat gazebo yang disediakan oleh pengelola. Pengunjung dapat menikmati ragam cemilan yang disediakan.

Fasilitas lainnya, di sana juga terdapat dua bangunan sejenis villa yang dapat disewa oleh wisatawan apabila hendak staycation. Bangunan ini dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC), televisi dan kamar mandi.

Bangunan didesain dengan konsep yang unik. Tak punya dinding beton, hanya memiliki dinding dari atap genteng yang dipasang sampai ke bawah.

“Untuk biayanya sendiri Rp1 juta untuk menyewa satu villa itu,” sebut Syukri.

Panorama di air terjun Pudeng, Lhong, begitu mempesona. Pengunjung dibuat betah untuk berlama-lama.

Tags: Aceh BesarAir Terjun PudengKecamatan LhongLokasi Wisata AcehWisata
Previous Post

BNI Xpora Dinilai Sebagai Terobosan Bagus untuk Keketuaan ASEAN 2023

Next Post

Pemerintah Kebut Pembangunan Jalur Kereta Api di Aceh

Related Posts

Pria Bersenjata Tombak Babi Tusuk Warga di Aceh Besar, Pelaku Diamankan Polisi

by Redaksi
29 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Seorang pria berinisial YS (53) diamankan Satreskrim Polres Aceh Besar setelah diduga melakukan penganiayaan menggunakan tombak babi terhadap...

Blang Bintang Juara Pawai Takbiran Idul Adha Aceh Besar

by Riska Zulfira
27 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Kecamatan Blang Bintang meraih juara pertama Pawai Takbiran Idul Adha 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar...

40 Mobil Hias Meriahkan Pawai Takbiran, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lambaro

by Riska Zulfira
27 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Ribuan warga memadati sepanjang ruas jalan di kawasan Lambaro hingga Darul Imarah untuk menyaksikan Pawai Takbiran Hari Raya...

Next Post
Pemerintah Kebut Pembangunan Jalur Kereta Api di Aceh

Pemerintah Kebut Pembangunan Jalur Kereta Api di Aceh

Peran Penting Orang Tua Jaga Pola Asuh Demi Tumbuh Kembang Anak

Dosen USK Terbitkan Buku Makanan Sehat Bagi Pengidap Diabetes

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...