MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, April 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Di Balik Sebungkus Nasi BoBoiBoy

Rino Abonita by Rino Abonita
12 Juni 2023
in Cerita, Headline
0

Kepala boneka karakter BoBoiBoy.(Rino Abonita/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sekawanan bocah berlari menyeberang dari trotoar yang membelah jalan di kawasan lampu merah bundaran tugu Bank BSI Lambaro.

Dua di antaranya mengenakan kostum, seorang tampak kepayahan, berusaha menyusul teman-temannya sembari menenteng kepala boneka berukuran besar.

RelatedPosts

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

Banda Aceh Siap Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Wali Kota Tunggu Aturan Teknis Pusat

Anak-anak itu berupaya kabur dari kejaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Para pengendara di jalan itu, sempat heboh akibat riuhnya anak-anak berlarian.

Mereka menghilang di salah satu lorong di antara deretan pertokoan. Saat itu, masakini.co yang kebetulan berada di lokasi diam-diam menguntit mereka dari belakang.

Awalnya mereka bercerai berai: salah satunya berusaha bersembunyi di balik tirai sebuah butik yang sudah ditutup. Tiga bocah lain lari terbirit-birit ke arah rumah penduduk.

Tidak lama berselang, ketiga anak tadi tampak menuju ke halaman butik lalu melemparkan kode kepada teman mereka agar segera keluar.

“Sudah pergi?” teriak anak tersebut dari balik tirai.

“Sudah! Mereka enggak ke sini,”  jawab salah salah satu temannya, Minggu (11/6/2023) sore.

“Ha-ha-ha,” mereka tertawa bersamaan.

“Parah!” sebuah makian terlontar dari mulut bocah yang baru saja keluar dari persembunyian.

Seorang pengamen dengan karakter BoBoiBoy.(Rino Abonita/masakini.co)

Sehari-hari, anak-anak ini mengamen dengan cara menggunakan kostum boneka animasi-di perempatan atau persimpangan lampu merah kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar. Targetnya para pengendara.

Biasanya mereka berjoget diiringi pengeras suara portabel yang digantung di leher sambil menyodorkan keranjang uang pada pengendara. Pemberian seikhlasnya akan dibalas dengan sebuah anggukan kecil dan lambaian.

Salah satu di antara anak-anak itu bernama Safrizal. Ia terlihat yang paling besar di antara mereka.

Saat ditemui, ia baru saja melepas kostumnya. Wajahnya terlihat gerah, berkeringat serta memerah akibat terbungkus lama di dalam kepala boneka.

Kostum boneka yang dikenakannya meniru bentuk karakter utama dalam film superhero anak-anak berjudul “BoBoiBoy.” Wujud kostum boneka berwarna kuning hitam itu terlihat kucel.

Ia sengaja menyesakkan keranjang berisi uang hasil mengamen ke dalam rongga kepala boneka yang tadi dikenakannya. Uang kertas-uang kertas tersebut terlihat lecek akibat diremas-remas, mungkin jumlahnya tidak mencapai Rp30 ribuan.

Menurut Safrizal, mereka sudah sering main kucing-kucingan dengan Satpol PP. Hal paling buruk adalah tertangkap.

“Biasanya mereka mengepung lalu mengejar kami,” cerita Safrizal.

Saat bercerita, mata bocah itu tampak awas. Sekonyong-konyong petugas bisa saja muncul di mulut lorong tempat mereka berkumpul.

“Setelah ditangkap kami dibawa ke kantor,” lanjutnya.

Mereka menyosor dirinya dengan sejumlah pertanyaan. Safrizal juga mengaku bahwa petugas sempat melibasnya dengan rotan selama ditahan.

“Saya menjawab, kami, kan, pak, cuma untuk menghibur saja, kalau diberi (uang) kami ambil, kalau enggak, kami juga enggak meminta,” bocah  itu mengulang apa yang diucapkannya kepada petugas.

“Setelah itu, langsung dilibas,” lanjutnya.

“Setelah dilibas, uang diambil,” teman Safrizal menyeletuk dari samping.

Bocah yang mengaku sempat menjadi santri di salah satu pesantren di Pidie itu sudah ditangkap sebanyak tiga kali. Setelah ditahan selama 15 hari, ia kemudian dibebaskan.

M. Boyhaqi, bocah lainnya ikut bercerita bahwa petugas pernah menahan kostum miliknya. Namun, dia “mengamuk” di depan mereka.

“Saya bilang, kalian, kalau memang tidak mengizinkan saya kerja di lampu merah, maka beri saya duit. Sebab, saya mencari uang sendiri bukan minta dari kalian,” ulang M. Boyhaqi.

Safrizal sendiri baru kehilangan sang ayah sekitar sebulan yang lalu. Ia dan M. Boyhaqi adalah teman akrab menghadapi kerasnya jalanan ibu kota.

“Dulu sok tidak kenal, sekarang ke mana-mana berdua,” M. Boyhaqi mengerling kepada temannya.

Sesaat kemudian, mereka meminta izin. “Kami mau beli nasi dulu, bang,” kata Safrizal.

Tags: Boneka BoBoiBoyPengamen AnakPengamen JalananRazia Satpol PPSatpol PP WH
Previous Post

Taman Wisata Para Pemburu Senja

Next Post

Terapkan Respectful Workplace Policy, BRI Wujudkan Iklim Kerja yang Produktif

Related Posts

Bea Cukai Aceh Lakukan Pertemuan dengan Satpol PP, Bahas Pemberantasan Rokok Ilegal

Bea Cukai Aceh Lakukan Pertemuan dengan Satpol PP, Bahas Pemberantasan Rokok Ilegal

by Redaksi
1 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh menerima kunjungan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP),...

Satpol PP WH Aceh Besar Kerahkan Petugas Amankan Pawai Takbir Idul Fitri di Kota Jantho

Satpol PP WH Aceh Besar Kerahkan Petugas Amankan Pawai Takbir Idul Fitri di Kota Jantho

by Redaksi
20 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Besar akan mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan...

Wali Kota Lepas 50 Petugas Satpol PP/WH ke 5 Kecamatan di Banda Aceh

Wali Kota Lepas 50 Petugas Satpol PP/WH ke 5 Kecamatan di Banda Aceh

by Redaksi
27 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi melepas dan menyerahkan personel Satuan Polisi Pamong Praja dan...

Next Post
Terapkan Respectful Workplace Policy, BRI Wujudkan Iklim Kerja yang Produktif

Terapkan Respectful Workplace Policy, BRI Wujudkan Iklim Kerja yang Produktif

Ratusan Warga Kuta Malaka Serbu Pasar Murah

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...