MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Primadona Lebaran, Kue Seupet Biang Cuan

Riska Zulfira by Riska Zulfira
8 April 2024
in Cerita
0

Roslaini mengangkat kue seupet dari cetakan | Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Roslaini (35) mengaduk adonan. Lalu meletakkannya dalam cetakan. Dipanggang di atas sabuk kelapa yang dibakar.

Mata Roslaini terlihat merah dan berair dihajar asap mengepul. Di atas bara api, delapan cetakan tersusun rapi.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Sesekali ia membuka cetakan yang menyerupai penjepit itu. Melihat adonan,“kalau warnanya sedikit coklat itu sudah matang,” kata Roslaini.

Bersama dua keponakannya, ia membuat kue tradisional Aceh yang disebut, kue seupet. Dalam bahasa Indonesia, seupet berarti menjepit. Penamaan kue ini, persis proses pembuatannya. Kue seupet miliki tampilan mirip kue semprong khas Jawa Barat.

Cara pembuatan kue ini terus diwariskan dari generasi ke generasi, seperti Ulfa Safira (21) yang mewarisi teknik meracik kue sepet dari Roslaini.

Mereka membuat kue bukan sekedar dikonsumsi bersama handai tolan saat Lebaran, tapi mengumpulkan cuan.

Roslaini dan Ulfa membuat kue sepit di pondok kayu belakang rumahnya di Desa Bada, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Menurut Roslaini membuat kue seupet secara tradisional pakai sabut kelapa atau (tapeh) membuat kue lebih awet. Bahkan diperkirakan dapat disimpan hingga enam bulan lamanya.

“Tapi sekarang sudah banyak menggunakan kompor, tapi rasanya pasti beda,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Masing masing cetakan milik Roslaini, memiliki motif yang berbeda, sehingga satu toples kue bisa beraneka ragam motif bunga.

Roslaini mendapat cetakan dan ilmu dari neneknya. Warisan turun temurun dapat mengantarkan kue seupet miliknya diminati banyak orang.

Alat penjepitnya pun nampak tua. Bahkan diperkirakan sampai puluhan tahun lamanya.

“Kami ini generasi keempat,” sebutnya.

Roslaini bersama ponakannya membuat kue seupet | Ahmad Mufti/masakini.co

Ia mengakui jelang Lebaran permintaan kue seupet meningkat, “biar kerjaan lebih cepat maka kita butuh beberapa orang dengan peran masing-masing.”

Lima menit sekali, Roslaini membalik-balikkan cetakan. Jika ada kue yang matang, ia mengambilnya dengan pisau, lalu memasukan adonan yang baru.

Kue yang sudah matang dilipat cepat, sebelum mengeras. Itulah peran keponakannya, Ulfa membentuk lembaran kue yang masih panas.

Ulfa melipat kue dengan cepat dan hati-hati. Bentuknya segitu tiga, ada pula panjang seperti gulungan ambal.

Meski masih tiga tahun menggeluti jasa pembuatan kue seupet, kudapan miliknya ini telah dikenal oleh masyarakat Aceh dengan nama brand “Hoka Seupet”.

Bahkan mereka kerap mendapat orderan dari luar Aceh seperti Medan dan Jakarta.

Apalagi menjelang Lebaran seperti ini, ia mengaku kewalahan menerima orderan yang membludak. Bahkan hampir sebulan Ramadan ia telah menerima sebanyak 30 kilogram pembuatan kue legend ini.

“Orderannya banyak masuk jelang Lebaran seperti ini, sehari kita hanya sanggup mengolah 1-2 kilo adonan,” katanya.

Selain mendapatkan orderan langsung dari konsumen, biasanya kue seupet Roslaini juga dijual di pasaran. Tentu dengan harga yang bervariasi.

“Per kilo nya kita ambil Rp150 ribu sudah termasuk bahannya, sementara setengah kilo hanya Rp75 ribu,” sambungnya.

Menurutnya, membuat kue seupet terbilang susah karena membutuhkan waktu yang sangat lama. Saban harinya selama Ramadan, Roslaini membuat kue seupet sejak subuh hingga siang hari.

Kue seupet dipanggang | Ahmad Mufti/masakini.co

Kue itu dibuat dari tepung gandum, gula pasir, dan telur, yang dengan cepat dicampur air dan diaduk terus-menerus sampai kental.

Bahan yang dibutuhkan memang tidak banyak, namun pemilihan kualitas bahan sangat berpengaruh terhadap hasil kue.

“Di santannya pun kalau tidak bagus, kue bakal lengket,” ucapnya.

Agar menjaga keawetan alat penjepit, cetakan ini dibersihkan setiap hari setelah dipakai agar tidak karatan. Apalagi cetakan zaman seperti miliknya sudah susah ditemukan di pasaran, sehingga Roslaini menjaga dan merawat benda itu dengan baik.

“Ini lah peninggalan orang tua kami,” tuturnya.

Saat ini, kue seupet banyak ditemukan si lapak jualan kue Lebaran musiman. Pasalnya di Aceh kue seupet menjadi kudapan wajib untuk disuguhkan kepada tamu.

Kue ini mudah ditemui, bahkan dijual di pasaran sebagai oleh-oleh khas Lebaran Aceh. Bagi pemudik yang akan balik, kue ini kerap dibawa serta.

“Kita juga ikut menjajakan di pasar, karena tidak semua datang untuk membuat dalam jumlah banyak,” sebutnya.

Tags: acehIdul Fitri 1445 HKue KhasKue SeupetKue Tradisional AcehLebaran
Previous Post

Jumlah Kendaraan Mudik di Tol Sibanceh Meningkat, 63 Persen ke Sigli

Next Post

Ini Rute Pawai Takbir Keliling Idul Fitri di Banda Aceh

Related Posts

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

by Aininadhirah
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Setiap dua hari menjelang Ramadan, Aceh memasuki babak waktu yang berbeda. Jalanan menuju pasar menjadi lebih padat, suara...

Waspada, Potensi Angin Kencang Ancam Aceh hingga Agustus

Cuaca Aceh Hari Ini Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

by Aininadhirah
2 Februari 2026
0

MASAKINI. CO - Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Senin, 2 Februari 2026, berpotensi didominasi hujan dengan intensitas sedang...

Next Post
Warna-warni Pawai Takbir Keliling di Banda Aceh

Ini Rute Pawai Takbir Keliling Idul Fitri di Banda Aceh

Beredar di WA Soal Razia Kendaraan, Dirlantas Polda Aceh: Itu Hoaks!

Mobil Bak Terbuka Dilarang Dipakai untuk Takbir Keliling

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...