MASAKINI.CO – Penjualan kue tradisional di kawasan Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, justru meningkat hingga 20 persen selama tiga hari Lebaran 1447 Hijriah, meskipun aktivitas pasar terlihat sepi dari pengunjung.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tingginya transaksi tidak selalu sejalan dengan keramaian di lapangan. Kue tradisional tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat, terutama untuk keperluan silaturahmi saat Hari Raya.
Salah seorang pedagang, Kak Nong, mengatakan kondisi sepi hanya terlihat secara kasat mata. Sementara itu, pembelian tetap berlangsung stabil bahkan meningkat dibandingkan hari biasa.
“Walaupun kelihatan tidak ramai, penjualan kami justru naik. Dalam tiga hari Lebaran ini bisa meningkat sekitar 20 persen,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, kue seperti bolu, adee, dan kekarah menjadi pilihan utama pembeli. Kue-kue tersebut umumnya dibeli sebagai buah tangan saat berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat.
“Orang beli untuk dibawa saat silaturahmi. Bolu, adee, dan kekarah paling banyak dicari,” katanya.
Pedagang lainnya, Sapura, juga mengakui adanya peningkatan penjualan pada Lebaran tahun ini. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan momen tahun baru yang sebelumnya cenderung sepi.
“Kalau tahun baru kemarin sepi sekali, mungkin karena dampak musibah. Tapi Lebaran ini sudah mulai ramai, apalagi ada tamu dari luar daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran pengunjung dari luar daerah turut mendorong meningkatnya permintaan kue tradisional di kawasan tersebut. “Dengan banyaknya tamu dari luar daerah, penjualan kue jadi ikut meningkat,” imbuhnya.










Discussion about this post