MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Mei 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Rencong Aceh, Dari Senjata Bersejarah Menjadi Simbol Identitas yang Terlindungi

Ulfah by Ulfah
1 Mei 2026
in Daerah
0
Rencong Aceh, Dari Senjata Bersejarah Menjadi Simbol Identitas yang Terlindungi

Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Besar, Rita Mayasari, Wakil Ketua Dekranasda Aceh Besar, Nurul Fazli, Wakil Ketua Harian Dekranasda Aceh Besar, Nurbaiti mengunjungi sentra pengrajin hiasan senjata tradisional Aceh rencong di Desa Baet Mesjid. | Foto : MC Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aceh dikenal sebagai “Tanoh Rencong”. Rencong merupakan senjata khas Aceh memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat, serta kini berkembang menjadi suvenir khas yang diminati wisatawan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar telah mencatatkan, rencong sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) kategori Ekspresi Budaya Tradisional di Kementerian Hukum RI, sehingga memiliki perlindungan hukum dan tidak bisa diklaim oleh pihak lain.

RelatedPosts

Inflasi Banda Aceh Mulai Membaik, Pemko Terus Jaga Stabilitas Harga

Illiza Bawa Banda Aceh Perkuat Jejaring Dunia, Dorong Kota Kolaborasi Berdaya Saing Global

Mualem Temui Kemenkeu, Pemerintah Aceh Minta Tambahan Anggaran

Di Desa Baet Mesjid, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, kerajinan rencong masih bertahan melalui usaha pabrik rumahan yang dijalankan secara turun-temurun. Keterampilan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

Dalam kunjungan, Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Besar, Rita Mayasari, Kamis (30/04/2026), menandakan pentingnya regenerasi perajin agar tradisi pembuatan rencong tetap lestari. Ia mengingatkan bahwa tanpa adanya penerus warisan budaya tersebut berisiko hilang seiring berjalannya waktu.

“Kerajinan rencong ini bukan sekedar soal mencari penghasilan tapi juga menjaga identitas dan warisan budaya Aceh. Kami berharap para pengrajin bisa menyiapkan generasi penerus agar tradisi ini tetap hidup dan tidak hilang,” ujarnya.

Rita yang juga istri Bupati Aceh Besar juga mengajak para pengrajin untuk terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan akar tradisi yang menjadi kekuatan utama rencong. Dengan begitu rencong tetap diminati di tengah perkembangan pasar saat ini.

“Kita boleh mengikuti tren, tapi jangan sampai ciri khas rencong sebagai budaya Aceh ikut berubah,” tambahnya.

Tags: Aceh BesarDekranasda Aceh BesarRencong AcehWarisan Budaya
Previous Post

Makna Sirih Kian Terlupakan, Generasi Muda Aceh Hanya Jalankan Tradisi Tanpa Paham

Next Post

Buruh Aceh Desak Kenaikan UMP dan Hapus Outsourcing pada Peringatan May Day

Related Posts

Jalan Kajhu Dinilai Kian Padat, Bupati Aceh Besar Usul Pelebaran Ruas

by Redaksi
14 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris mengusulkan pelebaran ruas Jalan Kajhu hingga pintu Tol Baitussalam sebagai langkah mengatasi kepadatan...

Aceh Besar Percepat Pembangunan SPAM Regional untuk Atasi Krisis Air Bersih

by Riska Zulfira
9 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menegaskan komitmennya mendukung pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Aceh Besar–Banda Aceh sebagai...

Kabel PLN Dipotong Pencuri, Satu Jalur Listrik di Lambaro Sempat Padam

by Riska Zulfira
9 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Aksi pencurian di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, semakin nekat. Setelah meteran air dan mesin pompa,...

Next Post

Buruh Aceh Desak Kenaikan UMP dan Hapus Outsourcing pada Peringatan May Day

Manchester United Incar 10 Bintang Untuk Musim 2026/27

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co