MASAKINI.CO – Fenomena balap liar remaja di Kota Banda Aceh semakin mengkhawatirkan. Yang paling mengejutkan, banyak orang tua ternyata baru mengetahui anak mereka terlibat aksi tersebut setelah diamankan petugas patroli malam.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengungkapkan fakta itu berdasarkan hasil pengawasan rutin personel Kalong Satpol PP-WH di sejumlah titik rawan balap liar.
“Saat kita amankan dan hubungi orang tuanya, banyak yang merasa kaget. Mereka tidak tahu anaknya keluar rumah untuk balap liar,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Rizal, lemahnya pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor yang membuat aksi balap liar terus marak melibatkan remaja.
Kawasan wisata Ulee Lheue disebut sebagai salah satu titik yang paling sering dijadikan arena balapan ilegal pada malam hari. Selain pelaku balap liar, banyak remaja lain juga datang hanya untuk menonton.
Namun, kondisi itu justru dinilai berbahaya karena lingkungan balap liar dapat dengan mudah memengaruhi remaja lain untuk ikut terlibat.
“Awalnya hanya menonton, lama-lama bisa ikut balapan juga. Ini yang menjadi perhatian kami,” katanya.
Rizal menegaskan aksi balap liar bukan sekadar pelanggaran ketertiban umum, tetapi juga ancaman serius terhadap keselamatan remaja dan pengguna jalan lainnya.
Karena itu, Satpol PP-WH kini menjadikan penertiban balap liar sebagai salah satu fokus utama dalam patroli malam di Banda Aceh.
“Kami berharap orang tua lebih peduli dan benar-benar mengawasi aktivitas anak, terutama saat malam hari dan saat membawa kendaraan bermotor,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif melaporkan aktivitas balap liar di lingkungan masing-masing agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Menurut Rizal, pengawasan keluarga menjadi benteng utama agar remaja tidak terjerumus ke aktivitas jalanan yang berisiko membahayakan nyawa mereka sendiri.









Discussion about this post