MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Juni 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Lawan Kecanduan Gawai, Perpustakaan Montasik Cari Cara Agar Buku Kembali Dilirik

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026
in News
0

Sebanyak 10 siswa SD Negeri Montasik mengikuti kegiatan Studi Literasi di Perpustakaan Kecamatan Montasik | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ketika telepon genggam semakin akrab dengan kehidupan anak-anak, buku perlahan mulai ditinggalkan. Fenomena anak yang menghabiskan waktu berjam-jam bermain gawai tanpa diimbangi kebiasaan membaca kini menjadi tantangan serius di dunia pendidikan.

Di tengah kondisi itu, Perpustakaan Kecamatan Montasik,  dibawah naungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh Besar, mencoba melawan arus dengan cara yang berbeda. Melalui kegiatan “Studi Literasi di Perpustakaan Kecamatan Montasik” yang digelar Jumat (8/5/2026), anak-anak diajak kembali dekat dengan buku lewat pendekatan yang lebih kreatif dan menyenangkan.

RelatedPosts

UIN Ar-Raniry Wisuda 2.060 Lulusan, Mahasiswa Korea Selatan Turut Raih Gelar Magister

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 28 Sekolah di Banda Aceh

Harga Emas Perhiasan Hari Turun, Antam Justru Menguat

Sebanyak 10 siswa SD Negeri Montasik mengikuti kegiatan tersebut bersama guru pendamping. Mereka tidak hanya diminta membaca buku, tetapi juga mengolah isi bacaan menjadi resume, poster digital, hingga video kreatif bertema literasi.

Suasana perpustakaan yang biasanya identik dengan kesunyian berubah menjadi ruang belajar yang hidup. Gelak tawa, diskusi, dan antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Pengelola perpustakaan, Nazirah, mengatakan perpustakaan harus mampu menyesuaikan diri dengan karakter generasi digital agar anak-anak kembali tertarik membaca.

“Kalau hanya menyuruh membaca, anak-anak cepat bosan. Karena itu kita gabungkan dengan kegiatan kreatif supaya mereka merasa buku itu menyenangkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis buku bacaan dan diajak memahami pentingnya literasi di era digital. Pendekatan yang digunakan sengaja dibuat santai dan interaktif agar anak-anak lebih aktif berpartisipasi.

Salah satu peserta, Muhammad Rafif, mengaku mulai menyadari bahwa membaca buku bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan.

“Biasanya saya lebih sering main handphone setelah pulang sekolah. Tapi di sini saya jadi suka membaca karena bisa dibuat poster dan video juga,” katanya.

Guru pendamping, Mirandawati, menilai kegiatan seperti ini penting untuk membangun kembali budaya membaca di kalangan anak-anak yang mulai tergerus penggunaan gawai.

“Mereka jadi lebih semangat belajar. Tidak hanya membaca, tapi juga belajar memahami isi buku dan menyampaikan kembali dengan cara kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola perpustakaan lainnya, Jamalidiana, mengatakan perpustakaan tidak bisa lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi harus berkembang menjadi ruang edukasi yang aktif dan menarik bagi anak-anak.

Menurutnya, penggunaan media kreatif seperti video dan poster digital menjadi salah satu cara agar budaya membaca tetap relevan di tengah perkembangan teknologi.

Fenomena rendahnya minat baca sendiri terus menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah penelitian pendidikan menunjukkan rendahnya budaya membaca dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis, pemahaman informasi, hingga kualitas komunikasi anak.

Karena itu, kegiatan literasi di Montasik tidak sekadar mengajak anak membaca buku, tetapi juga menjadi upaya membangun kembali kebiasaan belajar yang mulai tergeser oleh dominasi layar gawai dalam kehidupan sehari-hari.

Tags: budaya membacagawailiterasi digitalminat baca anakperpustakaan Montasik
Previous Post

Mourinho Jadi Kandidat Utama Pelatih Real Madrid, Arbeloa Dinilai Gagal

Next Post

Orang Tua Kaget Anak Terlibat Balap Liar, Satpol PP: Banyak Baru Tahu Setelah Diamankan

Related Posts

Literasi Naik Kelas di Montasik, Buku di Perpustakaan Aceh Besar Disulap Jadi Konten Digital

by Riska Zulfira
21 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Perpustakaan Kecamatan Montasik, Aceh Besar, mulai menggeser wajah literasi dari sekadar aktivitas membaca menjadi produksi konten digital. Dalam...

Film Pelajar SMKN 1 Banda Aceh Tuai Apresiasi, Penonton Soroti Pesan Mental Health dan Literasi

by Riska Zulfira
20 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Dua film dokumenter karya pelajar SMK Negeri 1 Banda Aceh berhasil menyita perhatian siswa dan guru  usai diputar...

Membesarkan Anak Digital: Dibutuhkan Peran Orang Dewasa

Membesarkan Anak Digital: Dibutuhkan Peran Orang Dewasa

by Redaksi
31 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Di tengah kemajuan teknologi dan meluasnya akses internet, anak-anak Indonesia semakin akrab dengan gawai sejak usia sangat dini....

Next Post

Orang Tua Kaget Anak Terlibat Balap Liar, Satpol PP: Banyak Baru Tahu Setelah Diamankan

Tim Riset MORA Kaji Potensi Ekonomi dari Kekayaan Budaya Rumah Reje

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co