MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Lawan Kecanduan Gawai, Perpustakaan Montasik Cari Cara Agar Buku Kembali Dilirik

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026
in News
0

Sebanyak 10 siswa SD Negeri Montasik mengikuti kegiatan Studi Literasi di Perpustakaan Kecamatan Montasik | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ketika telepon genggam semakin akrab dengan kehidupan anak-anak, buku perlahan mulai ditinggalkan. Fenomena anak yang menghabiskan waktu berjam-jam bermain gawai tanpa diimbangi kebiasaan membaca kini menjadi tantangan serius di dunia pendidikan.

Di tengah kondisi itu, Perpustakaan Kecamatan Montasik,  dibawah naungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh Besar, mencoba melawan arus dengan cara yang berbeda. Melalui kegiatan “Studi Literasi di Perpustakaan Kecamatan Montasik” yang digelar Jumat (8/5/2026), anak-anak diajak kembali dekat dengan buku lewat pendekatan yang lebih kreatif dan menyenangkan.

RelatedPosts

Tim Riset MORA Kaji Potensi Ekonomi dari Kekayaan Budaya Rumah Adat Gayo

Orang Tua Kaget Anak Terlibat Balap Liar, Satpol PP: Banyak Baru Tahu Setelah Diamankan

Foto Tragis Gajah Aceh Hantarkan Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026

Sebanyak 10 siswa SD Negeri Montasik mengikuti kegiatan tersebut bersama guru pendamping. Mereka tidak hanya diminta membaca buku, tetapi juga mengolah isi bacaan menjadi resume, poster digital, hingga video kreatif bertema literasi.

Suasana perpustakaan yang biasanya identik dengan kesunyian berubah menjadi ruang belajar yang hidup. Gelak tawa, diskusi, dan antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Pengelola perpustakaan, Nazirah, mengatakan perpustakaan harus mampu menyesuaikan diri dengan karakter generasi digital agar anak-anak kembali tertarik membaca.

“Kalau hanya menyuruh membaca, anak-anak cepat bosan. Karena itu kita gabungkan dengan kegiatan kreatif supaya mereka merasa buku itu menyenangkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis buku bacaan dan diajak memahami pentingnya literasi di era digital. Pendekatan yang digunakan sengaja dibuat santai dan interaktif agar anak-anak lebih aktif berpartisipasi.

Salah satu peserta, Muhammad Rafif, mengaku mulai menyadari bahwa membaca buku bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan.

“Biasanya saya lebih sering main handphone setelah pulang sekolah. Tapi di sini saya jadi suka membaca karena bisa dibuat poster dan video juga,” katanya.

Guru pendamping, Mirandawati, menilai kegiatan seperti ini penting untuk membangun kembali budaya membaca di kalangan anak-anak yang mulai tergerus penggunaan gawai.

“Mereka jadi lebih semangat belajar. Tidak hanya membaca, tapi juga belajar memahami isi buku dan menyampaikan kembali dengan cara kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola perpustakaan lainnya, Jamalidiana, mengatakan perpustakaan tidak bisa lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi harus berkembang menjadi ruang edukasi yang aktif dan menarik bagi anak-anak.

Menurutnya, penggunaan media kreatif seperti video dan poster digital menjadi salah satu cara agar budaya membaca tetap relevan di tengah perkembangan teknologi.

Fenomena rendahnya minat baca sendiri terus menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah penelitian pendidikan menunjukkan rendahnya budaya membaca dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis, pemahaman informasi, hingga kualitas komunikasi anak.

Karena itu, kegiatan literasi di Montasik tidak sekadar mengajak anak membaca buku, tetapi juga menjadi upaya membangun kembali kebiasaan belajar yang mulai tergeser oleh dominasi layar gawai dalam kehidupan sehari-hari.

Tags: budaya membacagawailiterasi digitalminat baca anakperpustakaan Montasik
Previous Post

Mourinho Jadi Kandidat Utama Pelatih Real Madrid, Arbeloa Dinilai Gagal

Next Post

Orang Tua Kaget Anak Terlibat Balap Liar, Satpol PP: Banyak Baru Tahu Setelah Diamankan

Related Posts

Membesarkan Anak Digital: Dibutuhkan Peran Orang Dewasa

Membesarkan Anak Digital: Dibutuhkan Peran Orang Dewasa

by Redaksi
31 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Di tengah kemajuan teknologi dan meluasnya akses internet, anak-anak Indonesia semakin akrab dengan gawai sejak usia sangat dini....

Ini Langkah Kementerian Agama Wujudkan Ekosistem Digital di Lembaga Pendidikan Islam

Ini Langkah Kementerian Agama Wujudkan Ekosistem Digital di Lembaga Pendidikan Islam

by Ahlul Fikar
6 April 2023
0

Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam terus berupaya membangun ekosistem pendidikan yang selaras dengan dinamika zaman seperti...

Perluas Transaksi Digital, BRI Jalin Kerja Sama dengan Oppo

Perluas Transaksi Digital, BRI Jalin Kerja Sama dengan Oppo

by Redaksi
18 Januari 2023
0

MASAKINI.CO - Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan bisnis, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI terus menjalin hubungan kerja sama dengan...

Next Post

Orang Tua Kaget Anak Terlibat Balap Liar, Satpol PP: Banyak Baru Tahu Setelah Diamankan

Tim Riset MORA Kaji Potensi Ekonomi dari Kekayaan Budaya Rumah Adat Gayo

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co