MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tim Riset MORA Kaji Potensi Ekonomi dari Kekayaan Budaya Rumah Adat Gayo

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026
in News
0

Tim Riset MORA melakukan penelitian terkait Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) di Rumah Adat Pitu Ruang Raja Baluntara, Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tim Riset MORA melakukan penelitian terkait Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) di Rumah Adat Pitu Ruang Raja Baluntara, Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Kajian tersebut difokuskan pada upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal masyarakat.

Tim yang dipimpin Inayatillah melakukan observasi langsung terhadap berbagai warisan budaya masyarakat Gayo yang terdapat di rumah adat peninggalan Raja Baluntara tersebut.

RelatedPosts

Orang Tua Kaget Anak Terlibat Balap Liar, Satpol PP: Banyak Baru Tahu Setelah Diamankan

Lawan Kecanduan Gawai, Perpustakaan Montasik Cari Cara Agar Buku Kembali Dilirik

Foto Tragis Gajah Aceh Hantarkan Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026

Menurut Inayatillah, budaya lokal memiliki nilai penting tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga sebagai sumber penguatan ekonomi kreatif apabila dikelola secara berkelanjutan.

“Produk budaya seperti ornamen, kerajinan daerah, pengetahuan tradisional, hingga ekspresi budaya masyarakat memiliki nilai ekonomi yang besar dan perlu dijaga,” ujarnya.

Rumah Adat Pitu Ruang Raja Baluntara merupakan bangunan tradisional yang berdiri sejak 1860 dan dibangun oleh Reje Jallaludin atau Raja Baluntara, pemimpin Kampung Toweren sebelum masa kolonial Belanda.

Bangunan itu dikenal dengan arsitektur khas Gayo yang dipenuhi ukiran kerawang pada bagian tiang, dinding, dan ruangan rumah. Motif ukiran seperti ikan, naga, bunga, dan awan berarak menggambarkan filosofi kehidupan masyarakat Gayo.

“Setiap ukiran di rumah adat ini memiliki nilai kekayaan intelektual dan makna filosofis yang sangat berharga,” kata Inayatillah.

Selain menjadi simbol budaya masyarakat Gayo, rumah adat yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya tersebut juga menyimpan sejarah perjalanan Kerajaan Baluntara di Aceh Tengah.

Tags: budaya Aceh TengahKILRaja BaluntaraRumah Adat GayoTim Riset MORA
Previous Post

Orang Tua Kaget Anak Terlibat Balap Liar, Satpol PP: Banyak Baru Tahu Setelah Diamankan

Next Post

Liverpool vs Chelsea: Duel Krusial, Nasib Tiket Liga Champions di Ujung Tanduk

Related Posts

No Content Available
Next Post

Liverpool vs Chelsea: Duel Krusial, Nasib Tiket Liga Champions di Ujung Tanduk

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co