MASAKINI.CO – Arus wisatawan menuju Sabang pada libur Lebaran 1447 Hijriah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh terganggunya akses jalan menuju Banda Aceh, khususnya akibat belum optimalnya fungsi Jembatan Kutablang pascabencana.
Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Husaini, mengatakan meskipun aktivitas penyeberangan tetap padat, jumlah penumpang tahun ini lebih rendah dibandingkan periode Lebaran 2025.
Pada H+1 Lebaran tahun ini, tercatat sebanyak 4.227 penumpang melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pelabuhan Balohan maupun sebaliknya. Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 5.102 penumpang.
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, memang terjadi penurunan. Salah satu penyebabnya adalah akses jalan yang belum optimal,” ujar Husaini, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, belum maksimalnya fungsi Jembatan Kutablang membuat pengguna jalan dari arah timur harus memutar melalui jalur alternatif seperti Beureudep Awe Geutah. Jalur tersebut dinilai sempit dan memakan waktu lebih lama, sehingga memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian ke Sabang.
Meski demikian, secara keseluruhan arus penumpang tetap mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Sejak H-7 hingga H+1 Lebaran, total penumpang yang menyeberang tercatat mencapai 11.450 orang.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak pelabuhan menambah frekuensi penyeberangan. Kapal ferry roro dioperasikan hingga lima trip per hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, sementara kapal cepat ditambah menjadi empat trip dengan jadwal pukul 08.00 hingga 16.30 WIB.
Tingginya minat penumpang juga terlihat dari tiket yang cepat habis terjual, terutama melalui sistem pembelian online.
“Bahkan banyak tiket yang sudah sold out karena dibeli secara online,” kata Husaini.
Ia menambahkan, mayoritas penumpang yang menyeberang ke Sabang berasal dari luar Aceh, khususnya Medan. Sementara wisatawan lokal hanya berkisar 40 persen dari total penumpang. “Kendaraan yang terparkir juga didominasi dari luar daerah. Yang lokal ada, tapi tidak terlalu banyak,” ujarnya.










Discussion about this post