MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ingatan Tsunami Mulai Memudar, Buku MemoryGraph Diluncurkan untuk Jaga Memori Kolektif Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
24 Maret 2026
in News
0

Ilustrasi Buku MemoryGraph | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Lebih dari 20 tahun pascatsunami 2004, Aceh kini menghadapi ancaman baru yang tak kasat mata: memudarnya ingatan kolektif masyarakat terhadap bencana besar tersebut. Di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan lanskap, jejak sejarah perlahan hilang dari ruang publik maupun kesadaran generasi muda.

Kondisi ini mendorong lahirnya inisiatif kolaborasi internasional untuk menjaga memori tersebut tetap hidup. Center for Southeast Asian Studies Kyoto University bersama Universitas Syiah Kuala melalui Tsunami and Disaster Mitigation Research Center, Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya, Program Magister Ilmu Kebencanaan, serta Arsip Nasional Republik Indonesia akan meluncurkan buku MemoryGraph: Menjaga Kenangan Aceh Lewat Foto pada 26 Maret 2026 di Auditorium TDMRC, Banda Aceh.

RelatedPosts

Foto Tragis Gajah Aceh Hantarkan Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026

IDI Aceh Naik Tajam, Kini Tertinggi di Sumatera

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Aceh Hingga 10 Mei 2026

Buku ini mengangkat pendekatan baru dalam merawat ingatan kolektif melalui visual, dengan mempertemukan foto masa lalu dan kondisi terkini dari titik yang sama. Pendekatan ini tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk aktif terlibat dalam proses pengarsipan memori.

Salah satu penggagas metode tersebut, Yoshimi Nishi, menjelaskan bahwa lanskap bukan sekadar ruang fisik, melainkan menyimpan jejak kehidupan yang bisa hilang seiring waktu.

“Ketika bencana terjadi, yang hilang bukan hanya ruang, tetapi juga memori yang melekat di dalamnya. Perubahan pascabencana sering membuat ingatan itu sulit dikenali kembali. Karena itu, dokumentasi visual menjadi penting untuk menjaga memori tetap hidup,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menambahkan, melalui pendekatan MemoryGraph, masyarakat diajak membaca ulang perubahan ruang sebagai bagian dari sejarah tentang kehilangan, perubahan, hingga proses bangkit.

Dari sisi akademik, Alfi Rahman menilai bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik.

“Ingatan kolektif justru menjadi kunci dalam memahami risiko dan membangun ketahanan. MemoryGraph menjembatani arsip, pengalaman masyarakat, dan pembelajaran lintas generasi,” katanya.

Dukungan juga datang dari Rektor Universitas Syiah Kuala, Mirza Tabrani, yang menilai pendekatan ini penting sebagai sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.
Sementara itu, peneliti Center for Southeast Asian Studies Kyoto University, Hiroyuki Yamamoto, menyebut MemoryGraph membuka ruang partisipasi publik dalam menjaga sejarah.

“Memori tentang suatu tempat tidak hanya disimpan, tetapi dibagikan dan diwariskan sebagai pembelajaran,” ujarnya.

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Mego Pinandito, menambahkan bahwa pendekatan ini mampu menghidupkan kembali arsip yang selama ini hanya tersimpan secara pasif.

“MemoryGraph menghubungkan arsip dengan pengalaman masyarakat secara langsung melalui pendekatan visual yang partisipatif,” katanya.

Peluncuran buku ini juga akan dirangkaikan dengan diskusi publik yang melibatkan akademisi, arsiparis, dan praktisi kebencanaan. Melalui inisiatif ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi ikut berperan dalam mendokumentasikan dan merawat ingatan kolektif Aceh.

Tags: memori kolektifMemoryGraphPeluncuran Bukutsunami acehUSK
Previous Post

Klaim Pemulihan Dipertanyakan, Warga Aceh Tamiang Sebut Masih Hidup di Pengungsian

Next Post

Koalisi Sipil Bantah Klaim Prabowo, Pemulihan Bencana Aceh Dinilai Belum Tuntas

Related Posts

Benahi Hulu–Hilir dan Bangun Sabo Dam, Strategi Baru Tekan Banjir di Aceh

by Riska Zulfira
15 April 2026
0

MASAKINI.CO – Upaya penanganan bencana di Aceh kini diarahkan lebih fokus pada pembenahan sistem sungai dan penguatan infrastruktur pengendali banjir....

Produk Olahan Warga Terdampak Banjir Aceh Timur Dipasarkan di Eksis Ramadan USK

by Riska Zulfira
20 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Produk olahan warga terdampak banjir di Desa Seuneubok Simpang, Aceh Timur, resmi dipasarkan dalam ajang Exsis Ramadhan USK...

Mirza Tabrani Raih Suara Terbanyak, Resmi Pimpin USK Lima Tahun ke Depan

by Aininadhirah
2 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) untuk masa jabatan...

Next Post

Koalisi Sipil Bantah Klaim Prabowo, Pemulihan Bencana Aceh Dinilai Belum Tuntas

Akses Jalan Umah Besi Berlaku Buka Tutup, Pengguna Jalan Diminta Bersabar

Akses Jalan Umah Besi Berlaku Buka Tutup, Pengguna Jalan Diminta Bersabar

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co