MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Juni 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ingatan Tsunami Mulai Memudar, Buku MemoryGraph Diluncurkan untuk Jaga Memori Kolektif Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
24 Maret 2026
in News
0

Ilustrasi Buku MemoryGraph | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Lebih dari 20 tahun pascatsunami 2004, Aceh kini menghadapi ancaman baru yang tak kasat mata: memudarnya ingatan kolektif masyarakat terhadap bencana besar tersebut. Di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan lanskap, jejak sejarah perlahan hilang dari ruang publik maupun kesadaran generasi muda.

Kondisi ini mendorong lahirnya inisiatif kolaborasi internasional untuk menjaga memori tersebut tetap hidup. Center for Southeast Asian Studies Kyoto University bersama Universitas Syiah Kuala melalui Tsunami and Disaster Mitigation Research Center, Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya, Program Magister Ilmu Kebencanaan, serta Arsip Nasional Republik Indonesia akan meluncurkan buku MemoryGraph: Menjaga Kenangan Aceh Lewat Foto pada 26 Maret 2026 di Auditorium TDMRC, Banda Aceh.

RelatedPosts

Mendikdasmen Resmikan 28 Sekolah di Banda Aceh, Percepat Revitalisasi dan Perkuat Akses Pendidikan Inklusi

Harga Emas Perhiasan Hari Turun, Antam Justru Menguat

Puluhan Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Belum Direlokasi karena Terkendala Lahan

Buku ini mengangkat pendekatan baru dalam merawat ingatan kolektif melalui visual, dengan mempertemukan foto masa lalu dan kondisi terkini dari titik yang sama. Pendekatan ini tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk aktif terlibat dalam proses pengarsipan memori.

Salah satu penggagas metode tersebut, Yoshimi Nishi, menjelaskan bahwa lanskap bukan sekadar ruang fisik, melainkan menyimpan jejak kehidupan yang bisa hilang seiring waktu.

“Ketika bencana terjadi, yang hilang bukan hanya ruang, tetapi juga memori yang melekat di dalamnya. Perubahan pascabencana sering membuat ingatan itu sulit dikenali kembali. Karena itu, dokumentasi visual menjadi penting untuk menjaga memori tetap hidup,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menambahkan, melalui pendekatan MemoryGraph, masyarakat diajak membaca ulang perubahan ruang sebagai bagian dari sejarah tentang kehilangan, perubahan, hingga proses bangkit.

Dari sisi akademik, Alfi Rahman menilai bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik.

“Ingatan kolektif justru menjadi kunci dalam memahami risiko dan membangun ketahanan. MemoryGraph menjembatani arsip, pengalaman masyarakat, dan pembelajaran lintas generasi,” katanya.

Dukungan juga datang dari Rektor Universitas Syiah Kuala, Mirza Tabrani, yang menilai pendekatan ini penting sebagai sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.
Sementara itu, peneliti Center for Southeast Asian Studies Kyoto University, Hiroyuki Yamamoto, menyebut MemoryGraph membuka ruang partisipasi publik dalam menjaga sejarah.

“Memori tentang suatu tempat tidak hanya disimpan, tetapi dibagikan dan diwariskan sebagai pembelajaran,” ujarnya.

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Mego Pinandito, menambahkan bahwa pendekatan ini mampu menghidupkan kembali arsip yang selama ini hanya tersimpan secara pasif.

“MemoryGraph menghubungkan arsip dengan pengalaman masyarakat secara langsung melalui pendekatan visual yang partisipatif,” katanya.

Peluncuran buku ini juga akan dirangkaikan dengan diskusi publik yang melibatkan akademisi, arsiparis, dan praktisi kebencanaan. Melalui inisiatif ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi ikut berperan dalam mendokumentasikan dan merawat ingatan kolektif Aceh.

Tags: memori kolektifMemoryGraphPeluncuran Bukutsunami acehUSK
Previous Post

Klaim Pemulihan Dipertanyakan, Warga Aceh Tamiang Sebut Masih Hidup di Pengungsian

Next Post

Koalisi Sipil Bantah Klaim Prabowo, Pemulihan Bencana Aceh Dinilai Belum Tuntas

Related Posts

USK dan UII Bahas Pelajaran Konflik-Tsunami Aceh, Soroti Ketahanan Masyarakat Hadapi Krisis

by Riska Zulfira
19 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pengalaman Aceh menghadapi konflik bersenjata dan bencana tsunami dinilai menyimpan pelajaran penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi krisis....

Jejak Pemulihan Aceh Pascatsunami Dipamerkan di MPP Banda Aceh

by Redaksi
8 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Masyarakat yang mengurus berbagai layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Banda Aceh kini dapat melihat langsung perjalanan...

Polisi Periksa 15 Saksi Kasus Pembakaran Fakultas Pertanian USK, Kerugian Ditaksir Rp20 Miliar

by Redaksi
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh telah memeriksa 15 saksi terkait kasus pembakaran Gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala...

Next Post

Koalisi Sipil Bantah Klaim Prabowo, Pemulihan Bencana Aceh Dinilai Belum Tuntas

Akses Jalan Umah Besi Berlaku Buka Tutup, Pengguna Jalan Diminta Bersabar

Akses Jalan Umah Besi Berlaku Buka Tutup, Pengguna Jalan Diminta Bersabar

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co