MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, September 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ingatan Tsunami Mulai Memudar, Buku MemoryGraph Diluncurkan untuk Jaga Memori Kolektif Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
24 Maret 2026
in News
0

Ilustrasi Buku MemoryGraph | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Lebih dari 20 tahun pascatsunami 2004, Aceh kini menghadapi ancaman baru yang tak kasat mata: memudarnya ingatan kolektif masyarakat terhadap bencana besar tersebut. Di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan lanskap, jejak sejarah perlahan hilang dari ruang publik maupun kesadaran generasi muda.

Kondisi ini mendorong lahirnya inisiatif kolaborasi internasional untuk menjaga memori tersebut tetap hidup. Center for Southeast Asian Studies Kyoto University bersama Universitas Syiah Kuala melalui Tsunami and Disaster Mitigation Research Center, Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya, Program Magister Ilmu Kebencanaan, serta Arsip Nasional Republik Indonesia akan meluncurkan buku MemoryGraph: Menjaga Kenangan Aceh Lewat Foto pada 26 Maret 2026 di Auditorium TDMRC, Banda Aceh.

RelatedPosts

Pedestrian Dipakai Berjualan, Satpol PPWH Banda Aceh Tertibkan PKL di Jalan Cut Mutia

Harga Emas Turun, Minat Beli untuk Mahar Pernikahan di Banda Aceh Meningkat

Aceh Besar Berharap Rektor Baru Perluas Peran ISBI Aceh untuk Masyarakat

Buku ini mengangkat pendekatan baru dalam merawat ingatan kolektif melalui visual, dengan mempertemukan foto masa lalu dan kondisi terkini dari titik yang sama. Pendekatan ini tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk aktif terlibat dalam proses pengarsipan memori.

Salah satu penggagas metode tersebut, Yoshimi Nishi, menjelaskan bahwa lanskap bukan sekadar ruang fisik, melainkan menyimpan jejak kehidupan yang bisa hilang seiring waktu.

“Ketika bencana terjadi, yang hilang bukan hanya ruang, tetapi juga memori yang melekat di dalamnya. Perubahan pascabencana sering membuat ingatan itu sulit dikenali kembali. Karena itu, dokumentasi visual menjadi penting untuk menjaga memori tetap hidup,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menambahkan, melalui pendekatan MemoryGraph, masyarakat diajak membaca ulang perubahan ruang sebagai bagian dari sejarah tentang kehilangan, perubahan, hingga proses bangkit.

Dari sisi akademik, Alfi Rahman menilai bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik.

“Ingatan kolektif justru menjadi kunci dalam memahami risiko dan membangun ketahanan. MemoryGraph menjembatani arsip, pengalaman masyarakat, dan pembelajaran lintas generasi,” katanya.

Dukungan juga datang dari Rektor Universitas Syiah Kuala, Mirza Tabrani, yang menilai pendekatan ini penting sebagai sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.
Sementara itu, peneliti Center for Southeast Asian Studies Kyoto University, Hiroyuki Yamamoto, menyebut MemoryGraph membuka ruang partisipasi publik dalam menjaga sejarah.

“Memori tentang suatu tempat tidak hanya disimpan, tetapi dibagikan dan diwariskan sebagai pembelajaran,” ujarnya.

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Mego Pinandito, menambahkan bahwa pendekatan ini mampu menghidupkan kembali arsip yang selama ini hanya tersimpan secara pasif.

“MemoryGraph menghubungkan arsip dengan pengalaman masyarakat secara langsung melalui pendekatan visual yang partisipatif,” katanya.

Peluncuran buku ini juga akan dirangkaikan dengan diskusi publik yang melibatkan akademisi, arsiparis, dan praktisi kebencanaan. Melalui inisiatif ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi ikut berperan dalam mendokumentasikan dan merawat ingatan kolektif Aceh.

Tags: memori kolektifMemoryGraphPeluncuran Bukutsunami acehUSK
Previous Post

Klaim Pemulihan Dipertanyakan, Warga Aceh Tamiang Sebut Masih Hidup di Pengungsian

Next Post

Koalisi Sipil Bantah Klaim Prabowo, Pemulihan Bencana Aceh Dinilai Belum Tuntas

Related Posts

Wamenpar Kunjungi PLTD Apung, Illiza Ceritakan Sejarah Kapal yang Terseret Tsunami

by Redaksi
14 September 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa mengunjungi Museum Kapal PLTD Apung di Gampong Punge Blang Cut, Banda...

Mahasiswa USK Edukasi Warga Rumpet tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

by Redaksi
13 September 2026
0

MASAKINI.CO – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) bersama mahasiswa KKN memberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat...

Guru Besar USK: Ekonomi Digital dan Hijau Jadi Kunci Daya Saing Dunia Usaha

by Aininadhirah
22 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Dunia usaha menghadapi perubahan besar seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya tuntutan terhadap praktik ekonomi berkelanjutan. Guru...

Next Post

Koalisi Sipil Bantah Klaim Prabowo, Pemulihan Bencana Aceh Dinilai Belum Tuntas

Akses Jalan Umah Besi Berlaku Buka Tutup, Pengguna Jalan Diminta Bersabar

Akses Jalan Umah Besi Berlaku Buka Tutup, Pengguna Jalan Diminta Bersabar

Discussion about this post

CERITA

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co