MASAKINI.CO – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Aceh tahun 2025 mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Aceh meraih skor 83,43 poin, menempatkannya di peringkat ketujuh nasional dan tertinggi di Pulau Sumatera.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh, Munawar, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kondisi demokrasi di Aceh semakin membaik.
“Partisipasi masyarakat, keterbukaan pemerintah, dan kerja sama semua pihak menjadi faktor penting dalam peningkatan ini,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
IDI merupakan indeks yang mengukur kualitas demokrasi daerah melalui sejumlah indikator, seperti kebebasan sipil, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi.
Pada penilaian tahun 2025, Aceh mencatat skor 86,96 untuk aspek kebebasan, 80,87 pada aspek kesetaraan, dan 83,02 untuk kapasitas lembaga demokrasi.
Kenaikan tersebut tergolong tinggi dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, skor IDI Aceh berada di angka 75,80 poin, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 83,43 poin dan melampaui rata-rata nasional sebesar 78,19 poin.
Munawar menyebut capaian itu menjadi dorongan bagi Pemerintah Aceh untuk terus memperkuat kualitas demokrasi, termasuk dalam pelayanan publik, keterbukaan informasi, dan pendidikan politik masyarakat.
“Secara umum ini menjadi capaian positif bagi Aceh untuk terus menjaga demokrasi yang berkualitas,” katanya.









Discussion about this post