MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Sie Kameng Bang Mus Laris 300 Porsi Sehari

Riska Zulfira by Riska Zulfira
18 April 2024
in Cerita
0

Mustafa pedagang gulai kambing di pasar hewan Sibreh | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Saban Rabu tiba, ramai warga mencari Mustafa. Jelang tengah hari, mereka mulai mengantre demi sepiring gulai.

Pria bernama lengkap Mustafa Alayani ini, hanya berdagang gulai kambing (sie kameng) di Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar.

RelatedPosts

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

Di pasar hewan itu, ia dikenal dengan panggilan Bang Mus. Uniknya, walau nasi gulai kambingnya laris manis, ia memilih “jualan sehari dalam seminggu, tiap hari Rabu.”

Gulai kambing racikannya, tersohor di Aceh Besar. Apa lagi sie kameng kuliner khas, disukai mayoritas warga.

Warung makan milik Bang Mus legendaris, mulai dibuka sejak 25 tahun lalu. Usaha itu hasil patungan bersama rekannya Mahyudin.

Sambil melayani para pelanggan Bang Mus membuka lembaran kisah 1998, awal mula ia merintis usahanya.

Sebelum buka warung sie kameng, Bang Mus bekerja di warung makan kawasan Lambaro, Aceh Besar. Kala itu ia masih remaja.

Persis saat usianya masuk 45 tahun, ia berhenti bekerja. Berbekal penggalaman memasak sie kameng, Bang Mus ‘cek ombak’ bisnis kuliner.

Ia tak menyangka warungnya ramai pembeli. Datang silih berganti, “alhamdulilah kita selalu ramai, ada yang makan di sini atau dibawa pulang,” jelasnya.

Saat memasak, Bang Mus menggunakan kayu bakar dan drum sebagai tungkunya. Butuh waktu dua jam sampai daging kambing empuk dan siap disajikan.

Mustafa pedagang gulai kambing di pasar hewan Sibreh | Riska Zulfira/masakini.co

“Kalau tidak empuk dagingnya orang tidak akan menikmati.”

Di lapaknya, Bang Mus dibantu tujuh pekerja lainnya mulai bersiap-siap sejak pukul 08.00 pagi. Dimulai dari membersihkan daging kambing hingga memotong kecil-kecil nangka yang akan dicampurkan dalam rebusan daging.

Menurutnya, topping nangka yang dijadikan gulai memberikan cita rasa khas Aceh Besar,“jadi ini wajib ada.”

Otentiknya rasa kuliner tradisional membuat pelanggan ketagihan. Itu sebabnya Bang Mus mengaku tidak pernah merubah resep dari pendahulunya.

“Kita manfaatkan 12 rempah-rempah Aceh, tak boleh ada yang kurang karena rasanya langsung berubah,” sebutnya.

Selain rempah dan sistem perapian, kelezatan sie kameng Bang Mus juga ditentukan dari pemilihan daging. Ia tak pernah beli kiloan.

Kakek berusia 60 tahun ini membeli seekor kambing setiap hendak jualan. Kambing yang dipilih ditaksir berbobot 25 kilogram daging.

“Per ekornya saya beli 2 hingga 3 juta,” sebut Bang Mus.

Sangking lezatnya sie kameng Bang Mus, laku 300 porsi perhari. “Rasa daging yang masih segar, karena kami beli langsung di pasar hewan di sini,” sebutnya.

Selain itu, kata dia, mereka juga mampu menghabiskan hingga 40 kilogram beras per harinya. Seporsi gulai kambing Bang Mus hanya dibanderol Rp30 ribu.

Omzet yang didapat lumayan mengiurkan. Ia mengaku mampu meraup hingga Rp9 juta setiap warung buka.

“Itu keseluruhan, nanti kita juga bayar pekerja lagi,” pungkas Bang Mus.

Tags: acehAceh BesarGulai KambingKuliner KhasSibrehSie Kameng
Previous Post

Bungkam Arsenal, Joshua Kimmich Bawa Bayern Munich ke Semifinal Liga Champions

Next Post

Bersih-bersih PKL di Pasar Aceh

Related Posts

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

by Riska Zulfira
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 60.027 keluarga penerima manfaat (PBP) di Kabupaten Aceh Besar akan menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum...

Angin Kencang Masih Terjadi, Lima Pohon Tumbang dalam Sehari

by Riska Zulfira
7 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Cuaca ekstrem masih terjadi di Aceh Besar. Hari ini, lima titik pohon tumbang dilaporkan terjadi akibat hembusan angin...

4 Pelajar Tenggelam di Pantai Ujong Batee, Satu Tewas dan Tiga Masih Dalam Pencarian 

by Riska Zulfira
1 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Empat remaja asal Perumnas Ujong Batee, Aceh Besar dilaporkan terseret arus laut di kawasan wisata Pantai Ujong Batee,...

Next Post
Bersih-bersih PKL di Pasar Aceh

Bersih-bersih PKL di Pasar Aceh

Pj Gubernur Aceh Besuk Ulama Abu Ishak Lamkawe di Rumah Sakit

Pj Gubernur Aceh Besuk Ulama Abu Ishak Lamkawe di Rumah Sakit

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...