MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, September 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Kreasi Batik, AMANAH Kenalkan Teknik Pewarnaan Alam ke Anak Muda Aceh

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
24 Agustus 2024
in Daerah
0
Kreasi Batik, AMANAH Kenalkan Teknik Pewarnaan Alam ke Anak Muda Aceh

Pelatihan kreasi batik pewarnaan alam di Aceh Besar. (foto: dok AMANAH)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) mengembalikan penggunaan bahan alami untuk pembuatan batik di Aceh. Teknik pewarnaan alam itu disampaikan dalam Pelatihan Kreasi Batik di Rumoh Batik Malaka, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan itu diisi pelatih atau mentor ahli dari Rumpun Consulting, Fariz Al Hazmi. “Jadi, kegiatan ini berfokus ke bagaimana kita akan mengembangkan batik-batik khususnya mengenalkan pewarna alami,” katanya, pada Jumat (23/8/2024).

RelatedPosts

Bank Aceh Syariah Salurkan Zakat Rp400 Juta, Baitul Mal Aceh Besar Siapkan Program untuk Mustahik

19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Fokus Perkuat Layanan Keagamaan Masyarakat

Rapergub Pelayaran Krueng Geukuh–Penang Mulai Disusun

AMANAH menjadwalkan pelatihan tersebut selama empat hari pada 23-26 Agustus 2024. Adapun, peserta yang mengikutinya adalah generasi muda dan mahasiswa Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Pada hari pertama, Fariz bersama mentor lainnya, Nurbaiti terlebih dahulu mengenalkan bahan-bahan alami yang bisa dijadikan pewarna kain batik. Selanjutnya, mereka langsung mempraktekkan teknik pewarnaan menggunakan bahan-bahan tersebut.

“Yang disampaikan, yang pertama, dasar tentang batik, proses membatik, kemudian sejarah batik khususnya ke Aceh. Kemudian, mengenalkan tentang bagaimana proses menggunakan pewarna alami,” tutur Fariz.

Menurutnya, pembuatan batik menggunakan bahan alami sudah dikenal sejak lama di Aceh. Namun, teknik tersebut perlahan ditinggalkan semenjak muncul pewarna sintetis dalam pembuatan batik modern.

Penggunaan pewarna sintetis itu dinilai lebih banyak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, AMANAH mendorong penggunaan bahan alami dalam pewarnaan batik sebagai upaya melestarikan lingkungan.

“Kehadiran pewarna sintetis ini agak mengganggu lingkungan. Pewarna alami digunakan untuk menjaga kestabilan, lebih ramah lingkungan. Kita juga bisa lebih mengeksplorasi apa yang ada di lingkungan kita untuk sebagai sumber daya,” tutur Fariz.

Sebelum mewarnai, para peserta terlebih dulu menjalani proses mordant pada kain yang akan digunakan untuk membatik. Tahapan tersebut diperlukan agar lebih mengikat warna pada kain saat proses pewarnaannya nanti.

Kain yang telah direbus air campuran tawas dan soda ash selama beberapa jam itu kemudian diangkat. Selanjutnya, para peserta baru mewarnai kain dengan pewarna alami untuk diolah lebih lanjut pada pelatihan hari berikutnya.

Pelatihan Kreasi Batik menggunakan Teknik Pewarnaan Alam itu merupakan kolaborasi AMANAH dengan sejumlah pihak. Di antaranya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Besar dan USK Banda Aceh.

Kegiatan tersebut termasuk dalam program AMANAH untuk mengembangkan potensi generasi muda di bidang fashion. Program unggulan Presiden Joko Widodo itu diharapkan dapat meningkatkan industri batik di Aceh ke depannya.

Tags: acehAMANAHAnak mudaBatik
Previous Post

Polisi Klaim Humanis Saat Amankan Demonstrasi di Aceh, 4 Personel Terluka

Next Post

Besok, Partai Aceh Umumkan Cakada yang Diusung pada Pilkada 2024

Related Posts

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 59 Sekolah di Simeulue

by Ahlul Fikar
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Aceh, yang telah...

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di...

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

Next Post
Besok, Partai Aceh Umumkan Cakada yang Diusung pada Pilkada 2024

Besok, Partai Aceh Umumkan Cakada yang Diusung pada Pilkada 2024

Jalan dan Jembatan di Gayo Lues Terputus Diterjang Banjir

Jalan dan Jembatan di Gayo Lues Terputus Diterjang Banjir

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co