MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Masjid Agung Baitul Ghafur yang Menjelma Jadi Ikon Wisata Religi di Abdya

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
4 September 2024
in Cerita
0
Masjid Agung Baitul Ghafur yang Menjelma Jadi Ikon Wisata Religi di Abdya

Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya. (foto: dok IG @masjidinfo)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Awalnya lokasi rumah ibadah berupa masjid itu adalah lapangan sepak bola. Masyarakat mengenalnya dengan nama Lapangan Guhang. Kebijakan menyulap di atas tanah lapangan ini berdiri sebuah masjid, datang pada 2010 lalu. Didorong keinginan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya kala itu mencetus pendiriannya.

Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar. Pada bagian depan masjid, bersemuka langsung dengan latar sebuah bukit yang berbaris. Sepelemparan baru dari masjid, pada sisi kirinya, mengalir sungai Krueng Beukah.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Bangunan yang belakangan menjadi ikon wisata religi di kabupaten berjuluk Breuh Sigupai itu diberi nama Masjid Baitul Ghafur.

Gaya arsitektur masjid ini ditelisik lebih jauh tampak mengacu pada bangunan di Timur Tengah. Ada empat menara yang menjulang tinggi di setiap sisi sudut masjid.

Pada bagian tengah, sebuah kubah berkelir emas terpacak megah. Empat buah kubah kecil turut melengkapi keindahan masjid yang berdiri di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie itu.

Dari Tugu Simpang Cerana di tengah pusat kota Blangpidie, masjid ini hanya berjarak sekitar satu kilometer saja.

Letaknya strategis di pinggir jalan lintas alternatif Blangpidie arah ke Nagan Raya. Para wisatawan dari luar daerah dengan mudah menemukan masjid agung atau masjid utama di ibu kota Abdya itu.

Suasana pada bagian dalam Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya. (foto: dok Akhyar)

Masjid Agung Baitul Ghafur memang sangat mengagumkan karena memiliki desain yang sangat unik dan menarik. Berkelir hijau laurel dipadu abu-abu tua, masjid tersebut memiliki sebanyak 12 pintu masuk dari berbagai sisi dan 24 tiang penyangga.

Ukuran bangunan masjid seluas 60×80 meter dengan konstruksi dua lantai. Lantai pertama difungsikan untuk aula, tempat para Remaja Masjid Agung Baitul Ghafur menjalankan aktivitasnya.

Selain itu dipakai untuk Kantor Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Sekretariat UPTD Masjid Agung, Baitul Mal dan Badan Kemakmuran Masjid.

Sementara lantai dua dipergunakan untuk salat fardhu yang memiliki daya tampung mencapai 5 ribu jemaah. Kesejukan menyeruak kala berada di dalam masjid sebab lantainya dibalut granit. Ornamen-ornamen bernuansa islami berpadu kaligrafi terpacak di setiap sudut yang makin mempercantik ikon kebanggaan masyarakat Abdya itu.

Melaksanakan ibadah di masjid ini juga tak bikin jamaah repot saat mengambil wudhu. Pada bagian rubanahnya terdapat tempat berwudhu yang bersih dan modern. Bagian laki-laki dan perempuan untuk bersuci itu pun terpisah.

Sementara kamar mandi tertutup di masjid ini dibuat agak sedikit jauh dari tempat wudhu. Tujuannya untuk mensterilkan tempat wudhu dari najis. Letak bangunan itu berada sebelah kiri masjid.

Halaman Masjid Agung Baitul Ghafur sangat luas. Bagian depan diperindah dengan pemasangan granit bergradasi warna pada permukaannya.

Mereka yang datang juga tak pusing untuk parkir kendaraan. Lahan parkir dipasang paving block terhampar cukup luas di sana.

Halaman parkir luas di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya. (foto: dok Akhyar)

Selain itu, persis pada bagian tengah halaman masjid juga dilengkapi dengan dekorasi air mancur yang memancarkan beragam warna. Kala malam, pijaran lampu berpendar-pendar keluar dari sela air mancur itu. Banyak orang mengabadikan diri dengan berfoto latar air mancur dan bangunan salah satu masjid termegah di barat-selatan Aceh itu.

Keindahan Masjid Agung Baitul Ghafur ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga lokal untuk berlama-lama di sana. Pun warga dari kabupaten tetangga seperti Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Selatan, kerap menyambagi masjid yang diresmikan pada 2020 lalu tersebut.

Wisatawan dari luar Provinsi Aceh juga menaruh keinginan untuk menapaki masjid itu. Meski terbilang baru, Masjid Agung Baitul Ghafur langsung cepat menjelma tak hanya sebagai rumah ibadah, melainkan juga kini menjadi ikon destinasi wisata di Abdya yang ramai dikunjungi.

Tags: AbdyaacehAceh Barat DayaDestinasi Wisata AbdyaDisbudpar AcehMasjidMasjid Agung Baitul GhafurWisata ReligiWisatawan
Previous Post

Partai Gabthat Beralih Dukung Mualem di Pilkada Mendatang

Next Post

Hari Pelanggan Nasional 2024, BRI Optimalkan Artificial Intelligence

Related Posts

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

by Redaksi
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Event tahunan Aceh Ramadhan Festival kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia....

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

by Aininadhirah
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Setiap dua hari menjelang Ramadan, Aceh memasuki babak waktu yang berbeda. Jalanan menuju pasar menjadi lebih padat, suara...

Next Post
Hari Pelanggan Nasional 2024, BRI Optimalkan Artificial Intelligence

Hari Pelanggan Nasional 2024, BRI Optimalkan Artificial Intelligence

10 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Aceh

10 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Aceh

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...