MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Februari 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Tsunami Aceh, dari Bencana ke Wisata Edukasi

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
4 Desember 2024
in Cerita
0

Peneliti kebencanaan asal Argentina, Emiliano Rodriguez Nuesch bermain bola dengan remaja Lampuuk. | foto: Syah Reza/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Puluhan wajah asing mendominasi Gedung Balai Meuseuraya Aceh. Selama tiga hari, lebih 30 peneliti dari berbagai negara, mempresentasikan hasil risetnya di Banda Aceh.

Tsunami. Alasan mereka datang ke provinsi paling barat di Indonesia ini. Mereka disatukan dalam acara: 2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium. Peneliti asal Argentina, Emiliano Rodriguez Nuesch satu diantaranya.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Dua bus warna hijau bertulis ‘pariwisata’, tiba di Masjid Rahmatullah, Lampuuk. Waktu tempuhnya, sekitar 20 dari jantung Banda Aceh. Sejumlah peneliti lintas negara, menapaki halaman masjid yang menjadi saksi dahsyatnya tsunami 2004.

Lima remaja sedang bermain bola di halaman masjid. Emiliano sumringah. Bergegas bergabung dengan remaja ini. Bola dioper kepada bule Argentina. Sejurus kemudian, Emiliano mendemonstrasikan kepiawaiannya men-judgling bola.

“Messi, Messi?” celetuk seorang remaja dengan polos.

“Yes, yes,” jawab Emiliano, singkat.

Generasi baru di Lampuuk tersebut, tidak tau bahwa pria yang bermain bola dengannya, senegara dengan Messi. Pertanyaan singkat itu, semata-mata karena keterbatasan bahasa asing.

Syah Reza yang sudah beberapa hari dipercayakan mendokumentasikan simposium tsunami, tidak ingin kehilangan momen. “Cekrak, cekrek,” shutter kameranya berbunyi.

Emiliano tahu dirinya sedang dalam bidikan lensa. Usai saling mengoper dan judgling bola, ia memanggil teman kecil barunya itu. Berdiri sebaris, mengarahkan gaya bersedekap dua tangan di dada. Gaya cool, foto mainstream laki-laki, telah terekam lensa.

“Dimana saya bisa mengambil foto? Via WhatsApp (WA) kah?” ujarnya, 13 November lalu.

Reza mengangguk. Membuka gawai, mem-barcode WA Emiliano. Bagi Reza, kesempatan bisa mengabadikan dua dekade peristiwa ‘smong’ atau ‘Ie Beuna’ sarat nilai. Portofolio sebagai fotografer kian bernilai. Jejaring internasional bertambah. Serta menjadi saksi, betapa seriusnya peneliti asing belajar dari peristiwa tsunami Aceh.

“Musibah tsunami di Aceh dua puluh tahun silam, diantara banyak hikmahnya, salah satunya, hingga kini banyak negara luar belajar sembari berwisata ke Aceh,” kata Reza kepada masakini.co.

Setelah mengabadikan momen Emiliano. Reza beranjak ke tempat wudhu. Ia terkesan, sejumlah peneliti yang berbeda iman, terlihat menjunjung tinggi toleransi.

Peneliti internasional menyimak penjelasan persitiwa tsunami di Masjid Rahmatullah, Lampuuk. | foto: Syah Reza

“Saya melihat sejumlah peneliti asing membasuh wajah di tempat wudhu. Meski mungkin mereka tidak meniatkan wudhu. Sebelum masuk ke dalam masjid,” jelasnya.

“Sementara beberapa peneliti perempuan, dari Cina, Jepang, hingga Rusia, dengan kesadaran sendiri tiba-tiba mengambil kain penutup rambut/kepala,” aku Reza.

Setelah beberapa menit di dalam Masjid Rahmatullah. Warga mancanegara tersebut, menuju bagunan di samping masjid. Yaitu Galery Tsunami Lampuuk.

Dua pemandu, perempuan paruh baya dan seorang laki-laki dengan usia sekitar 50 tahun, memimpin dua kelompok.

Pemandu perempuan menjelaskan peristiwa tsunami 20 tahun lalu, kepada peneliti asing perempuan. Gurat kesedihan tak mampu ia sembunyikan. Perlahan, air matanya menetes. Ia terkenang, buah hatinya, tergulung bencana dahsyat tsunami.

Sedangkan peneliti laki-laki, mendapatkan penjelasan dari pemandu laki-laki. Foto Masjid Rahmatullah sebagai satu-satunya bagunan yang tersisa di Lampuuk saat tsunami, dari dalam bingkai menambah kesenduan suasana.

“Saya melihat tatap kosong dari peneliti asing, manakala mendengarkan peristiwa tsunami di Lampuuk. Di dalam galery, suasana lirih,” pungkas Reza.

Sementara itu, dalam rangka peringatan 20 tahun tsunami, Disbudpar Aceh mengajak siapa saja untuk menyaksikan pameran dengan tema: Kemitraan yang Tangguh.

Pameran ini berlangsung hingga pertengahan 2025 di Museum Tsunami Aceh. Diselenggarakan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID.

Visual, artefak, dan elemen interaktif menjadi suguhan utama. Menjadi medium refleksi bersama, dengan sejumlah ilmu yang dapat diserap.

“Kami mengajak generasi muda dan semua warga Aceh serta wisatawan menyaksikan pameran ini sebagai edukasi, sebagai pengingat bahwa Aceh pernah dilanda tsunami,” ajak Kadis Budpar Aceh, Almuniza Kamal.

Tags: 20 tahun tsunamiAceh BesarDinas pariwisata acehLampuukMasjid Rahmatullahtsunami acehWisata Tsunami
Previous Post

KIP Banda Aceh Beri Santunan untuk Petugas TPS yang Meninggal

Next Post

KIP Aceh Jadwalkan Pleno Rekapitulasi Tingkat Provinsi Mulai 7-9 Desember

Related Posts

Jelang Meugang, Harga Tomat Tembus Rp20 Ribu per Kg

by Riska Zulfira
15 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Harga tomat di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, melonjak tajam menjelang Meugang Ramadan. Dalam dua hari terakhir, harga...

Ibu Dua Anak Ditahan, YBHA Nilai Tak Sejalan dengan Semangat KUHP Baru

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Yayasan Bantuan Hukum Anak (YBHA) Peutuah Mandiri menyatakan kecewa atas penahanan seorang ibu yang memiliki dua anak di...

Tiga Kasi Kejari Aceh Besar Dilantik: Ini Bukan Sekadar Formalitas

by Aininadhirah
10 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Besar, Jemmy Novian Tirayudi, melantik tiga Kepala seksi (Kasi) di Aula Baharuddin Lopa...

Next Post

KIP Aceh Jadwalkan Pleno Rekapitulasi Tingkat Provinsi Mulai 7-9 Desember

Warga Tangse Diseruduk Gajah Liar

Prabowo Janji Alokasikan Lahan untuk Konservasi Gajah di Aceh

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...