MASAKINI.CO – Memasuki musim perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, harga cabai di Banda Aceh terus bergerak naik-turun. Cabai merah yang sempat meroket hingga Rp90-95 ribu per kilogram pada awal pekan, kini mulai turun menjadi Rp60-65 ribu per kilogram.
Pedagang bumbu dapur di Pasar Al Mahirah Lamdingin, Bulqaini mengatakan lonjakan harga itu terjadi karena tingginya permintaan saat perayaan Maulid. “Kemarin naik sampai Rp95 ribu karena Maulid pertama, setelah selesai turun Rp10 ribu per hari sampai hari ini,” katanya, Minggu (14/9/2025).
Meski begitu, ia memprediksi harga cabai akan kembali merangkak naik saat perayaan maulid kedepan. “Kalau di Banda Aceh masih terkendali, tidak separah daerah barat selatan, karena di sana Maulid lebih meriah,” tambahnya.
Selain cabai merah, jenis cabai lain juga ikut berubah harga. Cabai hijau dijual Rp45-50 ribu per kilogram, cabai rawit gampong dijual Rp55-60 ribu/kg, cabai bencong Rp40-45 ribu/kg dan cabai nano/geprek Rp48 ribu/kg.
Menurut Bulqaini, meski harga cabai naik turun drastis, pembeli tetap ramai. “Cabai itu kebutuhan pokok, jadi mau murah atau mahal tetap dibeli,” tuturnya.
Sementara itu, bawang merah justru turun harga karena sedang musim panen di Pidie. Dari sebelumnya Rp50 ribu lebih per kilogram, kini hanya Rp40 ribu.
Harga kebutuhan pokok lain juga ikut bergoyang. Telur ayam naik hampir setiap hari pekan ini, dengan tambahan Rp10 ribu per papan. “Telur puyuh sekarang Rp50 ribu per papan, telur asin Rp95 ribu per ikat,” sebut Bulqaini.
Adapun minyak goreng dari Bulog dijual Rp17 ribu per liter, sementara tomat Medan Rp12 ribu/kg dan tomat Gayo Rp10 ribu/kg.










Discussion about this post